Bukan Cuma Chika Fawzi, Wamenhaj Sebut Total Ada 6 Orang Dicopot dari PPIH
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 32

HAMRANEWS — Bukan cuma Influencer Chika Fawzi yang dicoret dari daftar petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan totalnya ada enam orang calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 yang dicopot.
Pencopotan tersebut dilakukan setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan evaluasi kedisiplinan selama pendidikan dan pelatihan (diklat).
Menurut Dahnil, faktor utama pencopotan adalah hasil medical check up (MCU) yang menunjukkan kondisi kesehatan calon petugas tidak memungkinkan untuk bertugas di Tanah Suci.
Beberapa di antaranya diketahui memiliki penyakit serius, seperti gangguan jantung, bahkan ada yang harus menjalani pemasangan ring jantung.
“Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut, lalu dicopot. Setidaknya ada enam orang,” ujar Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Selain faktor kesehatan, Dahnil menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi tolok ukur penting dalam menentukan kelulusan calon petugas haji. Ia menyebutkan, terdapat peserta diklat yang tingkat kehadirannya tidak mencapai 50 persen, sehingga dinilai tidak memenuhi standar.
Tak hanya itu, Dahnil juga menyoroti sikap sebagian calon petugas yang merasa perlu diperlakukan secara istimewa karena latar belakang profesi atau jabatan tertentu. Padahal, menurutnya, seluruh peserta diklat memiliki kedudukan yang sama.
“Ada profesor, ada pejabat, ada orang seperti kita-kita. Semua jenis profesi ada di sini. Tapi ketika bergabung di diklat menjadi petugas haji, semuanya sama dan diperlakukan sama,” tegas Dahnil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan calon petugas juga didasarkan pada penilaian tim instruktur yang menilai adanya potensi gangguan terhadap kekompakan dan kelancaran proses pelatihan.
“Masalah-masalah yang dianggap oleh tim instruktur itu mengganggu kekompakan, mengganggu proses pelatihan. Tidak ada yang boleh diistimewakan,” kata dia.
Dahnil menegaskan, tidak semua peserta pendidikan dan pelatihan otomatis dinyatakan lulus dan diangkat menjadi PPIH Arab Saudi. Proses diklat merupakan bagian dari seleksi ketat, sehingga ada kemungkinan peserta harus berhenti di tengah jalan.
“Jadi tidak semua peserta diklat itu pasti lulus. Pasti ada yang harus berhenti di jalan atau dikeluarkan,” pungkasnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



