Penyelenggara Haji Khusus Diminta Pemerintah Pakai Penerbangan Langsung ke Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan)
HAMRANEWS – Haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun di tengah konflik Timur Tengah. Pemerintah sendiri mengantisipasi dampaknya dengan mendorong jemaah haji khusus untuk beralih ke penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko perjalanan.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyebut, langkah ini diambil menyusul masih adanya rute transit yang dinilai belum sepenuhnya aman atau memungkinkan di tengah situasi kawasan.
“Memang ada beberapa jemaah dari jemaah haji khusus yang sebagian melakukan penerbangan transit. Kami sudah meminta mereka memitigasi kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi,” kata Gus Irfan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
“Karena beberapa daerah penerbangan transitnya masih belum memungkinkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Menhaj memastikan seluruh jemaah haji reguler tidak terdampak kebijakan ini karena sejak awal telah menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa transit.
Dengan skema tersebut, jemaah reguler dinilai lebih aman dari potensi gangguan rute penerbangan akibat dinamika konflik kawasan.
Kebijakan mitigasi ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Gus Irfan diketahui bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, untuk membahas pelaksanaan haji di tengah konflik Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Menhaj kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran ibadah haji.
“Kami dari Kementerian Haji berharap bahwa terkait dengan persiapan dan masuknya kita ke musim haji semua pihak yang bertikai di sana bisa mengurangi tensi ketegangannya sehingga memberi kesempatan kepada para jemaah haji seluruh dunia bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Menhaj Irfan.
Pemerintah berharap situasi di Timur Tengah dapat segera kondusif menjelang musim haji, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan khidmat.
“Kami berharap bahwa pertempuran yang sudah dan sedang terjadi ini bisa segera meredah dan terutama dalam rangka menghormati persiapan keberangkatan jemaah haji, kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat, sesuai harapan kita semuanya,” pungkas Menhaj.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



