Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Ini Orang Pertama di Indonesia yang Berangkat Haji

Ini Orang Pertama di Indonesia yang Berangkat Haji

  • account_circle Imam Dzulkifli
  • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
  • visibility 24

HAMRANEWS – Sejarah mencatat, orang pertama dari Nusantara yang menunaikan ibadah haji ternyata bukan berasal dari kalangan ulama. Sosok tersebut justru seorang bangsawan sekaligus saudagar dari tanah Sunda yang hidup pada masa kerajaan.

Kisah ini menjadi bagian penting dalam jejak awal perjalanan haji masyarakat Indonesia ke Tanah Suci.

Mengacu pada sejumlah sumber sejarah, tokoh yang disebut sebagai orang pertama dari Indonesia yang berhaji adalah Haji Purwa, atau dikenal juga sebagai Bratalegawa.

Ia merupakan putra dari Prabu Bunisora dan berasal dari Kerajaan Galuh di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Bratalegawa lahir pada 1272 Saka (1350 M) dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Prabu Niskala Wastu Kancana, kakek dari Prabu Siliwangi.

Meski terlahir sebagai bangsawan, Bratalegawa tidak menempuh jalan sebagai pemimpin kerajaan. Ia justru dikenal sebagai saudagar kaya yang aktif berdagang hingga ke berbagai wilayah.

Dalam aktivitas perdagangannya, ia berlayar ke Sumatera, Malaka, China, India, Persia, hingga Semenanjung Arab. Dari perjalanan inilah ia membangun relasi luas lintas wilayah dan budaya.

Awal Perjalanan ke Tanah Suci

Perjalanan hidup Bratalegawa berubah ketika ia bertemu perempuan asal Gujarat, India, bernama Farhana, yang beragama Islam. Keduanya kemudian menikah.

Setelah itu, Bratalegawa bersama istrinya berlayar ke wilayah Arab dan sempat singgah di Arab Saudi. Dalam sejumlah catatan, ia disebut pernah menunaikan ibadah haji di Makkah.

Selama berada di Tanah Suci, ia juga mempelajari berbagai ilmu. Dalam beberapa sumber, Bratalegawa kemudian dikenal dengan nama Haji Baharuddin al-Jawi.

Sekembalinya ke tanah Sunda, ia mendapat sebutan Haji Purwa Galuh dan dikenal sebagai sosok pelopor.

Tercatat dalam Naskah Kuno

Kisah Bratalegawa tidak hanya beredar secara lisan, tetapi juga tercatat dalam naskah kuno Sunda seperti Carita Parahiyangan dan Naskah Pangeran Wangsakerta.

Catatan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh awal dalam sejarah haji Nusantara.

Meski demikian, sejumlah sumber lain menyebut ada tokoh berbeda yang juga diduga sebagai orang pertama dari Indonesia yang berhaji.

Dalam buku Naik Haji di Masa Silam Jilid II, disebutkan Laksamana Malaka kemungkinan telah berhaji sekitar tahun 1482.

Selain itu, ada pula nama Pangeran Abdul Dohhar, putra Sultan Tirtayasa, yang disebut berangkat haji sekitar tahun 1630 M bersama rombongan pedagang dan ulama Nusantara.

Bahkan, ada dugaan bahwa masyarakat Nusantara sudah lebih dulu menunaikan ibadah haji jauh sebelum itu. Salah satunya dikaitkan dengan hubungan antara Raja Sriwijaya, Sri Indravarman, dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada abad ke-8.

Pada masa itu, perjalanan haji bukanlah hal mudah. Jemaah harus menempuh perjalanan laut yang bisa memakan waktu hingga dua tahun.

Meski penuh risiko dan tantangan, perjalanan tersebut menjadi awal terbukanya akses bagi masyarakat Nusantara untuk menunaikan ibadah haji di Makkah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Imam Dzulkifli

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKH Siap Patuhi Fatwa MUI: Dana Setoran Awal Haji Tak Lagi untuk Biaya Jemaah Lain

    BPKH Siap Patuhi Fatwa MUI: Dana Setoran Awal Haji Tak Lagi untuk Biaya Jemaah Lain

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya untuk mematuhi fatwa terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang pemanfaatan hasil investasi dari setoran awal biaya haji calon jemaah untuk membiayai jemaah lain. Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya keputusan Komisi Fatwa MUI dan siap mengimplementasikannya sesuai dengan prinsip syariah. “Kami sepakat […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Bisa Kelabakan Melaksanakan Haji 2026, Legislator Ingatkan 3 Persoalan Ini

    Kemenhaj Bisa Kelabakan Melaksanakan Haji 2026, Legislator Ingatkan 3 Persoalan Ini

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 356
    • 0Komentar

    JAKARTA – Transformasi penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bisa berdampak pada pelaksanaaan haji 2025. Kemenhaj bisa kelabakan melayani haji tahun 2026 jika tidak segera mengantisipasi beberapa persoalan, seperti waktu pelaksanaan yang sempit, kesiapan SDM baru Kemenhaj, hingga proses pengalihan aset yang tidak bisa cepat. Anggota Komisi VIII DPR, […]

    Bagikan Berita:
  • Kasubag TU Kemenag Lutra Wafat Saat Hendak Salat Jumat di Makkah

    Kasubag TU Kemenag Lutra Wafat Saat Hendak Salat Jumat di Makkah

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 262
    • 0Komentar

    MAKKAH – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kementerian Agama Luwu Utara. H Abdul Khalik Siaman, S.Ag., M.MPd., yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Lutra, meninggal dunia di Tanah Suci Makkah pada Jumat, 29 Agustus 2025. Almarhum menghembuskan napas terakhir saat sedang dalam perjalanan menuju Salat Jumat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 87
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi menerbitkan pedoman baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 2026. Aturan diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan besar jemaah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang selalu menjadi periode tersibuk di Masjidil Haram. Kebijakan tersebut disusun secara komprehensif dengan tujuan utama menjaga keamanan, kelancaran arus jemaah, serta kekhusyukan ibadah jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang […]

    Bagikan Berita:
  • Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 283
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i, menilai sistem multi syarikah dalam layanan jamaah haji tetap layak dipertahankan, namun sebaiknya ditata ulang secara menyeluruh agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Kita bekerja tanpa batas waktu. Penanganan sistem multi syarikah menjadi perhatian penting karena Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya monopoli. Sistem ini akan […]

    Bagikan Berita:
  • Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Boleh Pindahkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Kemenhaj Sambut Baik

    Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Boleh Pindahkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Kemenhaj Sambut Baik

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 66
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah mengeluarkan fatwa mengenai bolehnya memindahkan penyembelihan hewan dam jemaah haji ke tanah air. Tentu dengan beberapa syarat. Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, M. Afief Mundzir, mengatakan fatwa tersebut menjadi panduan penting bagi jemaah dalam […]

    Bagikan Berita:
expand_less