Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 323
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul menjelang keberangkatan umrah adalah: lebih baik ke Mekkah dulu atau Madinah dulu? Tidak sedikit calon jemaah yang kebingungan menentukan pilihan, apalagi masing-masing travel menawarkan skema perjalanan berbeda.

Influencer dan pemerhati perjalanan umrah, Ahmad Alimuddin, membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman pribadi yang baru saja ia rasakan. Menurutnya, urutan perjalanan umrah bukan sekadar soal teknis, tetapi sangat berkaitan dengan manajemen tenaga, fokus ibadah, dan kesiapan fisik.

Madinah: Tenang, Damai, tapi Menguras Energi Tanpa Disadari

Ahmad mengawali pengalamannya dengan meluruskan persepsi umum tentang Madinah. Kota Nabi ini dikenal sebagai tempat yang tenang, damai, dan penuh kerinduan kepada Rasulullah SAW. Shalat di Masjid Nabawi, ziarah Raudhah, memperbanyak zikir, hingga duduk lama untuk berdoa, semuanya merupakan ibadah bernilai tinggi.

Namun, justru karena suasananya yang nyaman, banyak jemaah—tanpa sadar—menguras tenaga secara perlahan. Aktivitas ibadah yang tampak ringan ternyata berdampak besar pada fisik dan emosi.

“Saya ngalamin sendiri, tanpa sadar tenaga saya terkuras di Madinah. Padahal ibadah puncak itu ada di Mekkah,” ujar Ahmad.

Ibadah di Mekkah Lebih Berat Secara Fisik dan Mental

Berbeda dengan Madinah, ibadah di Mekkah menuntut kesiapan fisik dan mental yang jauh lebih besar. Tawaf, sa’i, berjalan kaki jarak jauh, berdesakan di area Masjidil Haram, panas terik, hingga menjaga fokus saat beribadah di tengah keramaian, semuanya membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Tak jarang, jemaah yang datang ke Mekkah setelah beberapa hari di Madinah justru jatuh sakit. Menurut Ahmad, hal ini bukan karena Mekkahnya, melainkan karena tenaga sudah terkuras lebih dulu.

Pandangan ini juga sejalan dengan banyak pembimbing ibadah umrah yang menekankan bahwa rukun umrah—tawaf, sa’i, dan tahalul—adalah inti ibadah yang tidak boleh terganggu oleh kondisi fisik yang drop.

Prioritas Tujuan Umrah: Fokus pada Rukun

Secara syariat, tujuan utama umrah adalah pelaksanaan rukun-rukun di Mekkah. Jika kondisi fisik tidak optimal, maka kualitas ibadah pun berpotensi menurun. Karena itu, Ahmad menilai lebih rasional untuk menyelesaikan ibadah paling berat terlebih dahulu saat tenaga masih penuh.

Setelah rangkaian umrah selesai, barulah Madinah menjadi tempat yang ideal untuk menenangkan diri, memperdalam zikir, memperbanyak shalawat, dan refleksi spiritual tanpa tekanan ibadah fisik yang berat.

Madinah sebagai Penutup yang Menenangkan

Menurut Ahmad, Madinah sangat cocok dijadikan penutup perjalanan umrah. Datang ke Masjid Nabawi dengan hati yang lebih lapang, tanpa target ibadah berat, justru membuat pengalaman spiritual terasa lebih dalam dan khusyuk.

Pendekatan ini juga banyak digunakan dalam manasik umrah modern, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Beberapa biro perjalanan bahkan merekomendasikan skema Mekkah dulu demi menjaga stamina jemaah.

Bukan Soal Benar atau Salah

Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa pilihan Mekkah dulu atau Madinah dulu bukan soal benar atau salah. Setiap jemaah memiliki kondisi fisik, usia, dan preferensi yang berbeda. Ada pula faktor teknis penerbangan dan kebijakan imigrasi yang memengaruhi rute perjalanan.

Namun, dari pengalamannya, ia menyimpulkan bahwa Mekkah dulu lebih rasional karena:

Tenaga masih kuat saat menjalani rukun umrah

Fokus ibadah utama lebih terjaga

Madinah menjadi tempat pemulihan dan ketenangan, bukan kelelahan

Pada akhirnya, keputusan kembali kepada jemaah masing-masing. Yang terpenting adalah memahami prioritas ibadah dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar umrah dapat dijalani dengan sehat, khusyuk, dan bermakna.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Pastikan Nilai Manfaat Area Komersial Hotel Haji Dipakai untuk Kurangi BPIH 2027

    Kemenhaj Pastikan Nilai Manfaat Area Komersial Hotel Haji Dipakai untuk Kurangi BPIH 2027

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 37
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi haji mulai menunjukkan hasil. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan nilai manfaat yang diperoleh dari optimalisasi area komersial hotel jemaah haji di Arab Saudi akan dimanfaatkan untuk membantu menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada musim haji 1448 H/2027 M. Nilai manfaat tersebut berasal dari kerja […]

    Bagikan Berita:
  • Perubahan Besar Aturan Haji 2027, Layanan untuk Lansia Akan Dipenuhi Secara Menyeluruh Sebelum Keberangkatan

    Perubahan Besar Aturan Haji 2027, Layanan untuk Lansia Akan Dipenuhi Secara Menyeluruh Sebelum Keberangkatan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 11
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan perubahan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji 2027. Pelayanan bagi jemaah penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi akan diterapkan secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan hingga proses evaluasi usai haji. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Haji 2026

    Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Haji 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 182
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pemerintah terus memperkuat skema layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M, seiring dengan kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan. Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan bahwa satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 jemaah haji. Dengan kebijakan ini, di Makkah akan […]

    Bagikan Berita:
  • Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025. Hasilnya mencapai 88,46 dan masuk dalam kategori sangat memuaskan. Angka ini sedikit lebih baik dari tahun lalu, atau meningkat 0,26 poin. “Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2025 mencapai 88,46. Secara umum, jemaah haji Indonesia telah menerima semua […]

    Bagikan Berita:
  • Asosiasi Himpuh Ogah Beri Beri Bantuan Hukum untuk Travel yang Terlibat Korupsi Kuota Haji

    Asosiasi Himpuh Ogah Beri Beri Bantuan Hukum untuk Travel yang Terlibat Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 457
    • 0Komentar

    JAKARTA — Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh) menegaskan tidak bakal memberikan bantuan hukum bagi agen travel haji maupun umroh yang terlibat dalam dugaan korupsi kuota haji. Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua Umum Himpuh, Muhammad Firman Taufik, menanggapi kabar bahwa lebih dari 100 agen travel haji tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Firman menyampaikan, pihaknya […]

    Bagikan Berita:
  • Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

    Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 364
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Ketika anda bersiap untuk berangkat umrah, banyak barang-barang yang terkadang dianggap sepele padahal justru bikin panik karena ketinggalan saat sudah berada di Tanah Suci. Terkadang jemaah terlalu fokus pada barang-barang besar seperti gamis, sajadah, tas atau dokumen penting. Padahal, justru barang-barang kecil yang sering dianggap sepele bisa sangat membantu kelancaran ibadah di Tanah […]

    Bagikan Berita:
expand_less