Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 258

HAMRANEWS – Pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul menjelang keberangkatan umrah adalah: lebih baik ke Mekkah dulu atau Madinah dulu? Tidak sedikit calon jemaah yang kebingungan menentukan pilihan, apalagi masing-masing travel menawarkan skema perjalanan berbeda.

Influencer dan pemerhati perjalanan umrah, Ahmad Alimuddin, membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman pribadi yang baru saja ia rasakan. Menurutnya, urutan perjalanan umrah bukan sekadar soal teknis, tetapi sangat berkaitan dengan manajemen tenaga, fokus ibadah, dan kesiapan fisik.

Madinah: Tenang, Damai, tapi Menguras Energi Tanpa Disadari

Ahmad mengawali pengalamannya dengan meluruskan persepsi umum tentang Madinah. Kota Nabi ini dikenal sebagai tempat yang tenang, damai, dan penuh kerinduan kepada Rasulullah SAW. Shalat di Masjid Nabawi, ziarah Raudhah, memperbanyak zikir, hingga duduk lama untuk berdoa, semuanya merupakan ibadah bernilai tinggi.

Namun, justru karena suasananya yang nyaman, banyak jemaah—tanpa sadar—menguras tenaga secara perlahan. Aktivitas ibadah yang tampak ringan ternyata berdampak besar pada fisik dan emosi.

“Saya ngalamin sendiri, tanpa sadar tenaga saya terkuras di Madinah. Padahal ibadah puncak itu ada di Mekkah,” ujar Ahmad.

Ibadah di Mekkah Lebih Berat Secara Fisik dan Mental

Berbeda dengan Madinah, ibadah di Mekkah menuntut kesiapan fisik dan mental yang jauh lebih besar. Tawaf, sa’i, berjalan kaki jarak jauh, berdesakan di area Masjidil Haram, panas terik, hingga menjaga fokus saat beribadah di tengah keramaian, semuanya membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Tak jarang, jemaah yang datang ke Mekkah setelah beberapa hari di Madinah justru jatuh sakit. Menurut Ahmad, hal ini bukan karena Mekkahnya, melainkan karena tenaga sudah terkuras lebih dulu.

Pandangan ini juga sejalan dengan banyak pembimbing ibadah umrah yang menekankan bahwa rukun umrah—tawaf, sa’i, dan tahalul—adalah inti ibadah yang tidak boleh terganggu oleh kondisi fisik yang drop.

Prioritas Tujuan Umrah: Fokus pada Rukun

Secara syariat, tujuan utama umrah adalah pelaksanaan rukun-rukun di Mekkah. Jika kondisi fisik tidak optimal, maka kualitas ibadah pun berpotensi menurun. Karena itu, Ahmad menilai lebih rasional untuk menyelesaikan ibadah paling berat terlebih dahulu saat tenaga masih penuh.

Setelah rangkaian umrah selesai, barulah Madinah menjadi tempat yang ideal untuk menenangkan diri, memperdalam zikir, memperbanyak shalawat, dan refleksi spiritual tanpa tekanan ibadah fisik yang berat.

Madinah sebagai Penutup yang Menenangkan

Menurut Ahmad, Madinah sangat cocok dijadikan penutup perjalanan umrah. Datang ke Masjid Nabawi dengan hati yang lebih lapang, tanpa target ibadah berat, justru membuat pengalaman spiritual terasa lebih dalam dan khusyuk.

Pendekatan ini juga banyak digunakan dalam manasik umrah modern, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Beberapa biro perjalanan bahkan merekomendasikan skema Mekkah dulu demi menjaga stamina jemaah.

Bukan Soal Benar atau Salah

Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa pilihan Mekkah dulu atau Madinah dulu bukan soal benar atau salah. Setiap jemaah memiliki kondisi fisik, usia, dan preferensi yang berbeda. Ada pula faktor teknis penerbangan dan kebijakan imigrasi yang memengaruhi rute perjalanan.

Namun, dari pengalamannya, ia menyimpulkan bahwa Mekkah dulu lebih rasional karena:

Tenaga masih kuat saat menjalani rukun umrah

Fokus ibadah utama lebih terjaga

Madinah menjadi tempat pemulihan dan ketenangan, bukan kelelahan

Pada akhirnya, keputusan kembali kepada jemaah masing-masing. Yang terpenting adalah memahami prioritas ibadah dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar umrah dapat dijalani dengan sehat, khusyuk, dan bermakna.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Tunggu Haji di Semua Daerah Kini Seragam 26,4 Tahun, Kemenhaj Jelaskan Formula Penghitungannya

    Masa Tunggu Haji di Semua Daerah Kini Seragam 26,4 Tahun, Kemenhaj Jelaskan Formula Penghitungannya

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 234
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah menetapkan formula baru pembagian kuota haji 2026 yang membuat masa tunggu calon jamaah haji di seluruh Indonesia menjadi sama, yakni sekitar 26,4 tahun. Aturan ini sekaligus menghapus kesenjangan panjangnya antrean antardaerah yang selama bertahun-tahun dianggap tidak adil. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kepala Biro Humas Hasan Afandi […]

    Bagikan Berita:
  • Memahami Pemakaman Jenazah dengan Sistem ‘Tumpuk’ di Makkah dan Madinah

    Memahami Pemakaman Jenazah dengan Sistem ‘Tumpuk’ di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 485
    • 0Komentar

    MAKKAH – Sistem pemakaman jenazah di Arab Saudi sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Negara ini sudah lama menerapkan sistem makam vertikal atau “makam tumpuk”, terutama untuk jenazah jemaah haji dan umrah yang wafat di Tanah Suci. Di Arab Saudi, anda tidak akan menemukan kuburan warga yang dibangun dengan semen, menggunakan tehel atau marmer. Kuburan di […]

    Bagikan Berita:
  • Mesir Hentikan Program Haji Gratis Mulai 2026, Jemaah yang Terpilih Berangkat Kini Wajib Bayar

    Mesir Hentikan Program Haji Gratis Mulai 2026, Jemaah yang Terpilih Berangkat Kini Wajib Bayar

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 268
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Mesir membuat keputusan besar menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Untuk pertama kalinya, Mesir secara resmi menghentikan program haji gratis yang dibiayai negara dan menggantinya dengan sistem undian elektronik (lottery) serta paket haji berbayar melalui operator resmi. Kebijakan tersebut diumumkan pemerintah Mesir sebagai bagian dari reformasi belanja publik dan penataan ulang tata […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 394
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi Badan Pengelola (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, tingginya mobilitas umat Islam Indonesia ke Tanah Suci, baik untuk haji maupun umrah, menuntut kelembagaan yang lebih kuat. […]

    Bagikan Berita:
  • Travel Umrah Diduga Terlibat Korupsi Kuota Haji, KPK Geledah Satu Kantor Biro Perjalanan

    Travel Umrah Diduga Terlibat Korupsi Kuota Haji, KPK Geledah Satu Kantor Biro Perjalanan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 323
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji periode 2023–2024 terus merembet. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyasar pihak swasta, salah satunya sebuah biro perjalanan umrah dan haji yang diduga ikut terlibat. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik melakukan penggeledahan di kantor agen perjalanan tersebut pada Kamis, 14 Agustus 2025. […]

    Bagikan Berita:
  • Menag Klaim Arab Saudi Penuhi Permohonan Prabowo untuk Kampung Haji

    Menag Klaim Arab Saudi Penuhi Permohonan Prabowo untuk Kampung Haji

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 663
    • 0Komentar

    SAUDI – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kampung haji –yang di dalamnya juga termasuk perumahan haji disambut baik Perdana Mengeri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS). Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bahkan mengklaim Arab Saudi memenuhi permohonan presiden terkait perumahan haji tersebut. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melakukan […]

    Bagikan Berita:
expand_less