Berangkat Tanpa Visa Haji Pasti Tidak Tenang
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Rab, 14 Mei 2025
- visibility 433

Suasana terkini pelataran Ka'bah di Masjidilharam, Makkah, Rabu, 14 Mei 2025 waktu setempat. (FOTO: HARAMAIN)
MAKASSAR — Kerajaan Arab Saudi makin ketat soal legalitas jemaah haji. Petugas memeriksa di perbatasan, menyisir lorong-lorong kota, bahkan memasuki kamar-kamar hotel untuk memastikan ada tidaknya visa haji pada seseorang.
Namun, tetap saja ada yang nekat. Tetap berupaya masuk Madinah atau Makkah dengan visa selain visa haji. Ada yang visa ziarah, visa kerja, dan jenis lainnya.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafied menegaskan, situasi seperti itu pasti menimbulkan ketidaknyamanannya dalam beribadah. Tak ada ketenangan di hati walau niatnya baik untuk berhaji. Sebab, caranya yang salah.
“Itulah mengapa saya salut kepada jemaah yang hanya mempercayakan keberangkatannya kepada pemerintah melalui haji reguler dan travel tepercaya untuk haji khusus,” tutur Ali saat melepas keberangkatan jemaah haji khusus Tazkiyah Tour di Hotel Dalton, Makassar, Rabu malam, 14 Mei 2025.
Dia menambahkan, rangkaian ibadah haji cukup panjang. Durasi tinggal juga relatif lama. Dibutuhkan ketenangan untuk melewatinya.
Berangkat dengan visa haji yang jelas-jelas resmi adalah satu-satunya jalan yang lurus.
Tidak akan ada sweeping, tidak akan ada penahanan, tidak akan ada pengusiran. Sedangkan berangkat selain dengan visa jenis lainnya, siap-siaplah untuk dilanda cemas setiap saat.
Terbaru, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menemukan sebanyak 30 warga negara Indonesia (WNI) yang disinyalir akan berhaji tanpa menggunakan visa haji resmi. Mereka ditemukan Tim Pelindungan Jamaah (Linjam) KJRI saat tiba di Bandara Jeddah, Arab Saudi.
“Dari penampilan disinyalir mereka adalah calon jamaah haji,” ujar Yusron Ambary, Konsul Jenderal RI.
Saat dimintai keterangan, mereka merupakan rombongan asal Madura dan masuk ke Arab Saudi menggunakan visa ziarah. Mereka berniat untuk berhaji.
Polisi juga sebelumnya mengamankan 71 orang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang bakal terbang dengan visa ziarah.
Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i memperingatkan warga jangan tergiur dengan tawaran haji menggunakan visa ziarah, karena termasuk kategori haji ilegal.
Syafi’i menambahkan pemeriksaan di Arab Saudi sangat ketat. Bagi WNI yang ditangkap akan ditahan dan dideportasi. (fix)
- Penulis: REDAKSI


