Acara Barazanji Warnai Peresmian Gedung KUA dan Manasik Haji Makassar
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 9

HAMRANEWS.ID – Tradisi mabarazanji khas Bugis-Makassar mewarnai peresmian penggunaan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Makassar di Jalan Pelanduk, Kota Makassar, Selasa 5 mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Makassar H. Muhammad didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Ambo Sakka, Kepala KUA Kecamatan Makassar Nurdin beserta jajaran, Ketua MUI Kecamatan Makassar, serta para kepala KUA se-Kota Makassar.
Peresmian berlangsung khidmat dengan nuansa budaya dan religius yang kental melalui pembacaan Barazanji sebagai bentuk doa, rasa syukur, dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Tradisi mabbarazanji sendiri bukan sekadar seremoni adat, tetapi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Bugis-Makassar yang sarat makna spiritual.
Pembacaan syair Barazanji berisi sirah nabawiyah dan pujian kepada Rasulullah SAW yang diyakini membawa keberkahan, keselamatan, serta kebaikan dalam berbagai momentum kehidupan masyarakat.
Sebelum prosesi pengguntingan pita oleh Kakankemenag Kota Makassar, kegiatan diawali dengan ritual adzan secara serentak di seluruh sudut gedung mulai dari lantai satu hingga lantai dua sebagai simbol doa dan pengharapan agar gedung tersebut membawa manfaat bagi masyarakat.
Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad menyampaikan bahwa tradisi Barazanji memiliki nilai religius dan budaya yang penting untuk terus dilestarikan“Barazanji mengandung sirah nabawiyah dan sejarah perjuangan Rasulullah SAW.
Dengan membacanya, kita akan terus mengingat dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salawat akan mendatangkan banyak kebaikan, dan kita berharap gedung baru ini membawa keberkahan serta manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tradisi mabbarazanji merupakan bagian dari akulturasi budaya Bugis-Makassar dengan nilai-nilai Islam yang harus terus dijaga“Mabbarazanji dalam memasuki rumah atau gedung baru merupakan tradisi masyarakat Bugis-Makassar yang penuh makna.
Ini menunjukkan bagaimana budaya dan nilai Islam dapat berjalan harmonis dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Setelah pembacaan Barazanji, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama berbagai kue tradisional khas syukuran rumah baru seperti onde-onde dan sajian lainnya.
Tradisi makan bersama tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang diberikan.
Peresmian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam layanan pernikahan, pembinaan keluarga sakinah, dan manasik haji di Kecamatan Makassar.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



