Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 459
  • print Cetak

JAKARTA – Pemerintah berupaya memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Salah satunya dengan mendorong produk-produk pertanian dan peternakan nasional menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah di Tanah Suci.

Langkah ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, usai menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

“Ekosistem ekonomi haji bukan hanya kita mengirim jamaah, tapi juga menimbulkan hentakan ekonomi yang baik untuk petani-petani, peternak-peternak kita di Indonesia dengan kegiatan haji dan umroh,” kata Sudaryono.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) lintas kementerian. Tujuannya adalah merancang langkah konkret agar sektor pertanian dan peternakan bisa terlibat aktif dalam ekosistem ekonomi haji — mulai dari penyediaan bahan baku makanan hingga ekspor produk unggulan ke Arab Saudi.

“Kita bersepakat, setelah ini kita ada semacam Pokja, bagaimana potensi ekonomi ini bisa dikelola dengan baik,” ujar Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar.

Ia menjelaskan, Pokja tersebut nantinya akan merumuskan strategi untuk memastikan rantai pasok pangan jamaah haji dan umrah bisa diisi oleh produk dalam negeri.

“Kita mengkolaborasikan rekomendasi terkait bagaimana pengelolaan dan kita support bahan baku makanan untuk kegiatan haji dan umroh kita. Ini tidak hanya melibatkan kita tim di pemerintahan dalam negeri, tapi juga harus ada negosiasi dengan pemerintahan Arab Saudi,” jelasnya.

Potensi Ekonomi Besar: Dari Domba hingga Sayur-mayur

Dengan jumlah jamaah haji Indonesia sekitar 200 ribu orang per tahun dan jamaah umrah mencapai 2,5 juta orang, peluang pasar bagi produk lokal sangat besar. Sudaryono menilai, sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi petani dan peternak Indonesia.

Mas Dar menegaskan bahwa ekosistem ekonomi haji perlu dipahami secara luas, bukan hanya sebatas pengiriman jamaah. “Penting untuk melihat ekosistem ekonomi haji dari perspektif yang lebih luas, bukan hanya soal pengiriman jamaah, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dan peternakan dapat memberikan nilai tambah yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi ekosistem ekonomi haji Indonesia.

“Salah satu ekosistem ekonomi haji misalnya peternakan kambing, domba, di bawah kendali Kementerian Pertanian, dan berharap petani-petani kita, peternak-peternak kita bisa memasarkan komoditi produk mereka,” kata Dahnil.

Selain daging hewan kurban, sayur-mayur dan produk hortikultura Indonesia juga punya peluang besar untuk masuk pasar Arab Saudi.

“Terutama sayur-mayur itu bisa ke Tanah Suci. Karena pangsa pasarnya luas sekali,” tambah Dahnil.

Sinergi Nasional untuk Pasar Global

Dahnil mengungkapkan, Pokja yang akan dibentuk tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Haji dan Umrah, tapi juga Kementerian Investasi serta Kemenko Bidang Pangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat kebijakan integrasi ekonomi haji dan membuka jalur ekspor baru ke Timur Tengah.

“Mudah-mudahan kita bisa mengakselerasi perintah Presiden terkait dengan ekosistem ekonomi haji,” ujarnya.

Kerja sama lintas kementerian ini diharapkan bukan hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tapi juga memberikan nilai tambah ekonomi nyata bagi petani dan peternak dalam negeri.

“Serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani dan peternak di dalam negeri,” tutup Dahnil.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 146
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Aturan terkait kuota haji khusus sedang melewati proses permohonan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Ketentuan yang menetapkan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari total kuota haji Indonesia dinilai merampas hak pengguna haji reguler. Namun, muncul pandangan berbeda yang menyebut angka 8 persen justru terlalu kecil. Bahkan angka 8 persen itu belum memiliki […]

    Bagikan Berita:
  • Kisah Membahagiakan Mba Odah, ART yang Mengabdi 26 Tahun Diberangkatkan Umrah

    Kisah Membahagiakan Mba Odah, ART yang Mengabdi 26 Tahun Diberangkatkan Umrah

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 98
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kisah mengharukan dibagikan seorang pemilik akun media sosial @divisinongkrong yang memberangkatkan asisten rumah tangga (ART) yang sudah bekerja mengabdi selama lebih dari 26 tahun di keluarganya untuk menunaikan ibadah umrah. Pemilik akun tersebut membagikan kisahnya melalui media sosial. Ia menyebut ART bernama Mba Odah telah menjadi bagian dari keluarganya selama puluhan tahun dan […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Isra Miraj 1447 H, Indonesia Tegaskan Komitmen untuk Dukungan untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 413
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel malam pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam 16 Januari 2026. Momentum pembekalan yang diikuti lebih dari 1.600 […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Ilegal Masih Muncul Jelang Puncak Haji 2026, Dudung: Mencoreng Nama Baik RI

    Jemaah Ilegal Masih Muncul Jelang Puncak Haji 2026, Dudung: Mencoreng Nama Baik RI

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 483
    • 0Komentar

    SAUDI – Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengingatkan dengan keras agar warga negara Indonesia (WNI) tidak memaksakan diri masuk ke Makkah secara ilegal. Dia menyampaikan, bahwa praktik seperti itu bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional. “Saya sampaikan kepada jemaah haji yang […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Upayakan Beban Jemaah Haji 2027 Lebih Ringan, Skema Pembayaran Diusul Tetap 40 Persen

    Pemerintah Upayakan Beban Jemaah Haji 2027 Lebih Ringan, Skema Pembayaran Diusul Tetap 40 Persen

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 152
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengusulkan agar skema pembiayaan haji 2027 tetap menggunakan komposisi 60:40, yakni 60 persen berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sementara 40 persen dibayar langsung oleh jemaah melalui Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Usulan tersebut telah disampaikan kepada DPR RI sebagai bagian dari pembahasan Biaya Penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Video: Suasana Meriah Halal Bihalal Tazkiyah Group Bersama Dia Ekawati Play Button

    Video: Suasana Meriah Halal Bihalal Tazkiyah Group Bersama Dia Ekawati

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Penyanyi legendaris Makassar, Dian Ekawati tampil sebagai host sekaligus penyanyi yang menghibur para jemaah dan keluarga Tazkiyah Tour, saat travel umrah pemegang ISO 9001:2015 itu menggelar Halal Bihalal di Hote MYKO Makassar, Minggu 4 Mei 2025 lalu. Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
expand_less