Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • visibility 94

HAMRANEWS – Bagi jamaah yang berada di Masjidil Haram, momen salat jenazah adalah salah satu pengalaman spiritual yang penting.

Tidak sedikit jamaah yang awalnya kebingungan mengenali tanda-tanda dimulainya salat ini, karena berbeda dengan salat fardhu pada umumnya.

Panggilan Khas Tanpa Adzan dan Iqamah

Berbeda dari salat wajib, salat jenazah di Masjidil Haram tidak diawali dengan adzan atau iqamah. Sebagai gantinya, muazin akan mengumumkan dengan kalimat:

“Ash-shalatu ‘alal amwati yarhamukumullah”
(Dirikanlah shalat mayit –untuk banyak jenazah, semoga Allah Swt merahmati kalian )

Panggilan ini biasanya terdengar tepat setelah salat fardhu selesai, dan menjadi tanda bahwa salat jenazah akan segera dilaksanakan.

Mengenali Jenis Panggilan Berdasarkan Jenazah

Muazin juga terkadang menyebutkan jenis jenazah yang akan disalatkan. Berikut beberapa variasinya:

“Ash-sholatu ‘alal mayyiti…” → untuk jenazah laki-laki

“Ash-sholatu ‘alal mayyitati…” → untuk jenazah perempuan

“Ash-sholatu ‘alat thifli…” → untuk jenazah anak-anak

“Ash-sholatu ‘alal amwat…” → untuk banyak jenazah sekaligus (perempuan dan laki laki)

“Ash-sholatu ‘alal amwat, watthifli (untuk banyak jenazah dan anak anak).

Menariknya, di Masjidil Haram sering kali terdapat lebih dari satu jenazah dalam satu pelaksanaan salat.

Tata Cara Singkat Salat Jenazah

Salat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dibandingkan salat biasa. Pelaksanaannya dilakukan dengan berdiri tanpa ruku’ dan sujud, serta terdiri dari empat kali takbir:

Takbir pertama: membaca Al-Fatihah

Takbir kedua: membaca shalawat kepada Nabi

Takbir ketiga: membaca doa untuk jenazah

Contoh: Allahummaghfirlahu warhamhu…

Takbir keempat: doa penutup, kemudian salam

Keutamaan Mengikuti Salat Jenazah

Mengikuti salat jenazah di Masjidil Haram memiliki keutamaan besar. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama Muslim, ibadah ini juga diyakini mendatangkan pahala yang sangat besar bagi jamaah yang ikut mensalatkan.

Memahami panggilan ini penting bagi jamaah, terutama yang baru pertama kali berkunjung ke Masjidil Haram. Dengan mengenal ciri-cirinya, jamaah tidak akan lagi kebingungan dan bisa langsung ikut serta dalam salah satu ibadah penuh keutamaan ini.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batas Usia Minimal Calon Haji Turun Jadi 13 Tahun, Ini Poin Penting yang Diatur Dalam UU Haji-Umrah

    Batas Usia Minimal Calon Haji Turun Jadi 13 Tahun, Ini Poin Penting yang Diatur Dalam UU Haji-Umrah

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 453
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI telah mengesahkan Undang-undang (UU) baru terkait aturan penyelenggaran ibadah haji dan umrah di Indonesia. UU Haji dan Umrah baru atau perubahan ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah itu disahkan pada Selasa 2 Agustus 2025 lalu. Aturan ini pun resmi berlaku […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 381
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi Badan Pengelola (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, tingginya mobilitas umat Islam Indonesia ke Tanah Suci, baik untuk haji maupun umrah, menuntut kelembagaan yang lebih kuat. […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Ilegal Masih Muncul Jelang Puncak Haji 2026, Dudung: Mencoreng Nama Baik RI

    Jemaah Ilegal Masih Muncul Jelang Puncak Haji 2026, Dudung: Mencoreng Nama Baik RI

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 309
    • 0Komentar

    SAUDI – Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengingatkan dengan keras agar warga negara Indonesia (WNI) tidak memaksakan diri masuk ke Makkah secara ilegal. Dia menyampaikan, bahwa praktik seperti itu bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional. “Saya sampaikan kepada jemaah haji yang […]

    Bagikan Berita:
  • Kereta Gantung ke Gua Hira Ditargetkan Beroperasi Akhir 2025

    Kereta Gantung ke Gua Hira Ditargetkan Beroperasi Akhir 2025

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 373
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Arab Saudi bersiap meluncurkan kereta gantung pertama yang menuju Gua Hira, menjadikan perjalanan ke Jabal Nur jauh lebih mudah dan cepat. Jika sebelumnya pengunjung harus mendaki lebih dari dua jam dan menapaki sekitar 1.700 anak tangga, kini perjalanan itu akan ditempuh kurang dari 10 menit melalui proyek ambisius Hira Cultural District. Proyek raksasa […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua Timwas Haji DPR Kritik Minimnya Petugas di Area Jamarat, Jemaah Indonesia Kesasar

    Ketua Timwas Haji DPR Kritik Minimnya Petugas di Area Jamarat, Jemaah Indonesia Kesasar

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 312
    • 0Komentar

    MINA – Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Syamsul Rijal, menyoroti minimnya kehadiran petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di titik-titik krusial, khususnya di area Jamarat –lokasi pelaksanaan lempar jumrah. Kondisi tersebut dinilai membuat banyak jemaah haji Indonesia tersasar dan kebingungan dan tak tahu jalur perjalanan. “Banyak jemaah yang tidak tahu arah jalur. […]

    Bagikan Berita:
  • DPR Usul 50 Persen Petugas Haji dari Unsur TNI–Polri, Supaya Tak Ada Jatah yang Dipolitisasi

    DPR Usul 50 Persen Petugas Haji dari Unsur TNI–Polri, Supaya Tak Ada Jatah yang Dipolitisasi

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 185
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, melempar usulan mengejutkan terkait penyelenggaraan haji di tahun 2026. Saleh meminta setengah dari kuota petugas haji diisi oleh personel TNI dan Polri, agar penempatan petugas terbebas dari kesan praktik “jatah politik”. Jika TNI atau Polri yang mengisi, menurut dia, sudah pasti […]

    Bagikan Berita:
expand_less