Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 289
  • print Cetak

HAMRANEWS – Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial jika ingin menerapkan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Menurut Mustolih, aspek paling mendasar yang harus dibenahi adalah kekuatan sistem teknologi informasi (IT). Ia mengingatkan, skema “war ticket” berpotensi memicu lonjakan akses secara masif dalam waktu bersamaan, sehingga sistem harus benar-benar siap menghadapi tekanan tinggi.

“Yang pertama adalah IT harus kuat. Kalau sistem IT-nya tidak kuat maka akan down dan ini tentu akan menjadi persoalan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Tantangan Akses dan Kesenjangan Digital

Selain kesiapan teknologi, Mustolih juga menyoroti persoalan kesenjangan akses internet di Indonesia. Tidak semua calon jemaah haji berasal dari wilayah dengan infrastruktur digital yang memadai.

Menurutnya, kondisi ini bisa menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat di daerah yang akses internetnya terbatas.

“Masih banyak wilayah yang tidak terjangkau internet dengan baik. Ini akan menyulitkan mereka mengakses sistem war ticket,” jelasnya.

Faktor Usia dan Literasi Digital

PR berikutnya adalah karakteristik calon jemaah haji Indonesia yang didominasi usia lanjut. Rendahnya literasi digital di kalangan lansia dinilai menjadi hambatan serius dalam penerapan sistem berbasis kecepatan akses seperti “war ticket”.

“Banyak jemaah kita sudah berusia lanjut, sehingga akan kesulitan mengikuti mekanisme seperti ini,” tambah Mustolih.

Masih Sekadar Wacana

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa skema “war ticket” hingga kini masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut muncul sebagai salah satu opsi jika terjadi lonjakan kuota haji dari Arab Saudi di masa depan.

Mengacu pada proyeksi Arab Saudi yang berpotensi menampung lebih dari 5 juta jemaah pada 2030, kuota Indonesia diperkirakan bisa meningkat signifikan—bahkan hingga sekitar 500.000 jemaah dari saat ini sekitar 221.000.

Namun, peningkatan kuota tersebut juga membawa konsekuensi besar terhadap pembiayaan. Dahnil menyebut, dengan jumlah jemaah saat ini saja, subsidi penyelenggaraan haji sudah mencapai Rp 18,2 triliun.

“Kalau naik jadi 500.000 jemaah itu bisa lebih dari Rp 40 triliun. Kemungkinan keuangan haji tidak bisa meng-cover,” ujarnya.

Alternatif Atasi Antrean Panjang

Gagasan “war ticket” sebelumnya juga sempat disinggung Menteri Haji, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, sebagai alternatif untuk mengatur keberangkatan tanpa antrean panjang.

Meski demikian, berbagai tantangan yang ada menunjukkan bahwa penerapan sistem ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, pemerataan akses, hingga literasi digital masyarakat sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Pada akhirnya, wacana “war ticket” bukan sekadar soal kecepatan mendapatkan kursi haji, tetapi juga menyangkut keadilan akses bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Petugas Badal Haji Siap Wakilkan JCH Jika Wafat Sebelum Wukuf

    Ratusan Petugas Badal Haji Siap Wakilkan JCH Jika Wafat Sebelum Wukuf

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 637
    • 0Komentar

    SAUDI – Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Kementerian Agama RI memfasilitasi badal haji bagi jamaah yang wafat sebelum sempat melaksanakan wukuf di Arafah atau sebelum pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Bidang Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia punya kewajiban membadalkan haji jamaah yang wafat. […]

    Bagikan Berita:
  • KJRI Imbau WNI di Saudi Tidak Asal Sebar Berita dan Video yang Tidak Terverifikasi

    KJRI Imbau WNI di Saudi Tidak Asal Sebar Berita dan Video yang Tidak Terverifikasi

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 333
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Imbauan tersebut disampaikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menyusul maraknya penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya di berbagai platform digital. Peringatan ini merujuk pada imbauan dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang […]

    Bagikan Berita:
  • Skrining Kesehatan Harus Lebih Awal, Supaya Penyakit Kronis Cepat Terdeteksi dan Dikendalikan

    Skrining Kesehatan Harus Lebih Awal, Supaya Penyakit Kronis Cepat Terdeteksi dan Dikendalikan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 716
    • 0Komentar

    SURABAYA – Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya skrining kesehatan sejak dini bagi calon jemaah haji khusus. Pemeriksaan kesehatan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi langkah strategis untuk menyiapkan jemaah berangkat dalam kondisi optimal dan siap menghadapi tantangan fisik di Tanah Suci. Penegasan ini disampaikan oleh Muhammad Imran Saleh Hamdani, Kepala Bidang Tim Kesehatan Haji Indonesia, dalam acara […]

    Bagikan Berita:
  • 80,43 Persen Jemaah Haji 2025 Punya Penyakit Komorbid, Tantangan Berat Petugas Kesehatan Tahun Depan

    80,43 Persen Jemaah Haji 2025 Punya Penyakit Komorbid, Tantangan Berat Petugas Kesehatan Tahun Depan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    BEKASI – Penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M dinilai berjalan lancar dan aman, namun di balik itu ada tantangan besar di bidang kesehatan. Data Kementerian Kesehatan mencatat, 80,43 persen atau lebih dari 153 ribu jemaah haji Indonesia tahun ini memiliki penyakit penyerta alias komorbid, mulai dari hipertensi hingga penyakit paru. “Alhamdulillah, ibadah haji tahun ini […]

    Bagikan Berita:
  • Petugas Haji Evakuasi 69 Jemaah ke Madinah karena Kondisi Kesehatan Memburuk

    Petugas Haji Evakuasi 69 Jemaah ke Madinah karena Kondisi Kesehatan Memburuk

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 485
    • 0Komentar

    SAUDI – Petugas haji Kementerian Agama RI, mengevakuasi sebanyak 69 jemaah haji Indonesia dari Mekah ke Madinah selama rentang 23 hingga 30 Juni 2025. Evakuasi tersebut dilakukan oleh Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah akibat kondisi kesehatan para jemaah tersebut memburuk menjelang kepulangan ke Tanah Air. Para jemaah ini merupakan bagian dari […]

    Bagikan Berita:
  • Rangkaian Perjalanan Haji 2026 Mulai 21 April, Wukuf Arafah 26 Mei 2026

    Rangkaian Perjalanan Haji 2026 Mulai 21 April, Wukuf Arafah 26 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 327
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah telah merilis jadwal resmi pelaksanaan haji 2026. Mulai tanggal 21 April nanti, jemaah akan mulai memasuki asrama Haji. Selain itu, jadwal wukuf di Arafah, yang merupakan proses paling penting dalam pelaksanaan Ibadah Haji, dimulai pada 26 Mei 2026. Pemerintah menetapkan rangkaian perjalanan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah dimulai pada 21 April […]

    Bagikan Berita:
expand_less