Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 76

HAMRANEWS – Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial jika ingin menerapkan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Menurut Mustolih, aspek paling mendasar yang harus dibenahi adalah kekuatan sistem teknologi informasi (IT). Ia mengingatkan, skema “war ticket” berpotensi memicu lonjakan akses secara masif dalam waktu bersamaan, sehingga sistem harus benar-benar siap menghadapi tekanan tinggi.

“Yang pertama adalah IT harus kuat. Kalau sistem IT-nya tidak kuat maka akan down dan ini tentu akan menjadi persoalan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Tantangan Akses dan Kesenjangan Digital

Selain kesiapan teknologi, Mustolih juga menyoroti persoalan kesenjangan akses internet di Indonesia. Tidak semua calon jemaah haji berasal dari wilayah dengan infrastruktur digital yang memadai.

Menurutnya, kondisi ini bisa menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat di daerah yang akses internetnya terbatas.

“Masih banyak wilayah yang tidak terjangkau internet dengan baik. Ini akan menyulitkan mereka mengakses sistem war ticket,” jelasnya.

Faktor Usia dan Literasi Digital

PR berikutnya adalah karakteristik calon jemaah haji Indonesia yang didominasi usia lanjut. Rendahnya literasi digital di kalangan lansia dinilai menjadi hambatan serius dalam penerapan sistem berbasis kecepatan akses seperti “war ticket”.

“Banyak jemaah kita sudah berusia lanjut, sehingga akan kesulitan mengikuti mekanisme seperti ini,” tambah Mustolih.

Masih Sekadar Wacana

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa skema “war ticket” hingga kini masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut muncul sebagai salah satu opsi jika terjadi lonjakan kuota haji dari Arab Saudi di masa depan.

Mengacu pada proyeksi Arab Saudi yang berpotensi menampung lebih dari 5 juta jemaah pada 2030, kuota Indonesia diperkirakan bisa meningkat signifikan—bahkan hingga sekitar 500.000 jemaah dari saat ini sekitar 221.000.

Namun, peningkatan kuota tersebut juga membawa konsekuensi besar terhadap pembiayaan. Dahnil menyebut, dengan jumlah jemaah saat ini saja, subsidi penyelenggaraan haji sudah mencapai Rp 18,2 triliun.

“Kalau naik jadi 500.000 jemaah itu bisa lebih dari Rp 40 triliun. Kemungkinan keuangan haji tidak bisa meng-cover,” ujarnya.

Alternatif Atasi Antrean Panjang

Gagasan “war ticket” sebelumnya juga sempat disinggung Menteri Haji, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, sebagai alternatif untuk mengatur keberangkatan tanpa antrean panjang.

Meski demikian, berbagai tantangan yang ada menunjukkan bahwa penerapan sistem ini tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, pemerataan akses, hingga literasi digital masyarakat sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Pada akhirnya, wacana “war ticket” bukan sekadar soal kecepatan mendapatkan kursi haji, tetapi juga menyangkut keadilan akses bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Wamen Haji dan Umrah Sebut Ada Broker yang Menitip Nama Syarikah Agar Diloloskan

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 270
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut adanya upaya lobi dan desakan untuk meloloskan syarikah tertentu saat pihaknya melakukan penentuan perusahaan yang akan melayani jemaah haji tahun 2026 mendatang. Seperti diketahui, sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah cuma menunjuk dua perusahaan penyedia layanan haji atau syarikah yang melayani jemaah dalam pelaksanaan […]

    Bagikan Berita:
  • Transaksi Pakai QRIS di Arab Saudi Sudah Bisa, Tapi Masih Lebih Mahal Dibanding Pakai Riyal

    Transaksi Pakai QRIS di Arab Saudi Sudah Bisa, Tapi Masih Lebih Mahal Dibanding Pakai Riyal

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 779
    • 0Komentar

    MADINAH – Meskipun belum resmi dibuka transaksi melalui QRIS antarnegara, atau QR Cross Border, namun sudah ada toko di Arab Saudi yang menggunakan barcode QRIS dari Bank Indonesia untuk transaksi. Toko apalagi kalau bukan Ali Murah, salah satu tempat perbelanjaan yang terkenal bagi jemaah Indonesia. Salah satu influencer Makassar, Iksan Bangsawan, membagikan pengalamannya mencoba berbelanja […]

    Bagikan Berita:
  • Fatwa Dewan Ulama Senior Arab Saudi: Berhaji dengan Visa Resmi Bagian dari Ketakwaan dan Membantu Maqasid Syariah

    Fatwa Dewan Ulama Senior Arab Saudi: Berhaji dengan Visa Resmi Bagian dari Ketakwaan dan Membantu Maqasid Syariah

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 340
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan kewajiban memiliki visa resmi haji bagi umat Islam yang ingin berangkat haji. Melalui keterangan resminya, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi bahkan menyampaikan fatwa Dewan Ulama Senior terkait kewajiban berhaji dengan visa resmi. Selain itu, Dewan Ulama Senior Arab Saudi juga menyampaikan, berangkat haji dengan mendapatkan visa […]

    Bagikan Berita:
  • Larangan untuk Jemaah Haji di Masjid Haramain: Live Streaming hingga Bawa Bendera

    Larangan untuk Jemaah Haji di Masjid Haramain: Live Streaming hingga Bawa Bendera

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 37
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan pelaksanaan ibadah haji 2026 dengan menerapkan sejumlah larangan baru yang wajib dipatuhi seluruh jemaah di Tanah Suci. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah, ketertiban, dan kenyamanan di kawasan suci, khususnya di Masjid Nabawi. Salah satu aturan yang paling disorot adalah larangan melakukan live streaming atau siaran langsung […]

    Bagikan Berita:
  • BSI Luncurkan Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah

    BSI Luncurkan Program Tabungan Haji Berhadiah Umrah

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 577
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong optimalisasi dana murah melalui Tabungan Haji. Hal ini diperkuat dengan posisi BSI sebagai bank syariah, serta tingginya potensi jemaah haji di Indonesia dengan masa tunggu yang relatif panjang. Setiap tahun, Indonesia mengirim sekitar 221 ribu jemaah haji atau sekitar seperseribu dari total populasi penduduk, sesuai kebijakan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Bisa Nyetir di Arab Saudi, Salah Satu Syaratnya SIM Internasional

    Jemaah Bisa Nyetir di Arab Saudi, Salah Satu Syaratnya SIM Internasional

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 476
    • 0Komentar

    SAUDI – Tidak selamanya kunjungan kunjungan wisata umrah di Tanah Suci harus dengan bus rombongan maupun akomodasi lain yang disiapkan oleh travel. Jemaah sebetulnya bisa menyewa sendiri kendaraan jika ingin mengunjungi tempat yang tidak terjadwal dalam agenda yang disiapkan oleh Agen Perjalanan. Nah, Pemerintah Arab Saudi baru baru ini mengeluarkan aturan baru yang wajib diperhatikan […]

    Bagikan Berita:
expand_less