Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

HAMRANEWS — Pemerintah mulai menapaki babak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan mendorong penggunaan pangan nasional bagi jemaah Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya untuk menghentikan ketergantungan pada beras impor dari Thailand dan Vietnam, sekaligus membuka peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi melalui Perum Bulog.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.

“Sudah saatnya konsumsi jemaah haji Indonesia tidak lagi bergantung pada beras negara lain. Ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani nasional,” ujar Jaenal dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Kebutuhan tersebut dihitung dari asumsi konsumsi 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj menyepakati komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga. Perum Bulog akan menghitung kebutuhan total sekaligus menyiapkan pasokan beras sesuai standar kualitas yang ditetapkan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen. Sementara Kementerian Pertanian memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras ke Arab Saudi.

Rapat koordinasi itu juga membahas aspek perizinan ekspor serta tantangan daya saing harga. Saat ini, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih berada di bawah harga beras Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai perlu adanya fasilitasi kebijakan agar produk nasional dapat bersaing dan diterima di pasar konsumsi haji di Arab Saudi.

Jaenal menilai kondisi swasembada beras yang tengah dicapai Indonesia menjadi momentum strategis. Selama ini, hambatan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun dengan penguatan ekosistem ekonomi haji dan dukungan kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis beras nasional mampu memiliki daya saing yang kuat.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya membangun legacy baru dalam penyelenggaraan haji. “Kami ingin perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di dalam negeri,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini sekaligus menjawab sorotan DPR RI. Sebelumnya, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR menemukan penggunaan bahan pangan impor, termasuk beras dari Thailand, saat melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia makanan jemaah di Arab Saudi.

Anggota Timwas Haji DPR, Luluk Nur Hamidah, menyayangkan masih minimnya keberpihakan terhadap petani dalam negeri. Ia menilai, dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang sangat besar, seharusnya kebutuhan pangan dapat dipasok langsung dari Tanah Air.

“Thailand dan Vietnam mendapatkan manfaat besar dari jemaah kita, padahal kontribusi mereka kecil. Mengapa kita tidak serius memperjuangkan agar pangan kita sendiri yang dikonsumsi jemaah?” ujarnya.

Selain soal impor, Timwas DPR juga menemukan persoalan lain, seperti porsi makanan yang dinilai kurang serta kandungan gizi yang belum memadai. DPR pun mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola konsumsi jemaah, termasuk dengan mempermudah ekspor bahan pangan Indonesia ke Saudi, bahkan jika diperlukan melalui dukungan subsidi.

Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini dan sinergi lintas sektor, Kemenhaj optimistis pada musim haji mendatang jemaah Indonesia dapat menikmati nasi dari beras hasil petani sendiri. Selain meningkatkan kenyamanan dan kualitas konsumsi jemaah, kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jarang yang Tahu, Para Imam Masjidilharam Lebih Memilih Ambil Gaji dari Pekerjaan Lain

    Jarang yang Tahu, Para Imam Masjidilharam Lebih Memilih Ambil Gaji dari Pekerjaan Lain

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 634
    • 0Komentar

    MAKKAH – Masih jarang yang tahu, menjadi imam di Masjidil Haram sebenarnya punya upah yang lumayan besar dari negara. Mereka bahkan biasa mendapat cek kosong, yang dipersilahkan untuk diisi sendiri. Tapi mereka menolak mengisi, dan memilih mengambil gaji dari pekerjaan lain di luar imam. Dikenal sebagai pribadi-pribadi yang bersahaja dan memiliki keteguhan hati, imam di […]

    Bagikan Berita:
  • Illustrasi suasana di Masjid Nabawi

    Hari Keempat di Madinah, Jemaah Haji Tazkiyah Teladani Kesederhanaan Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 147
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Memasuki hari keempat berada di Kota Madinah, jemaah haji khusus Tazkiyah Tour mendapatkan pembekalan spiritual tentang keteladanan hidup sederhana Nabi Muhammad SAW. Pesan itu disampaikan Pembimbing Haji Khusus Tazkiyah Tour, Dr. Baso Pallagawau, Lc., M.A., sebagai bagian dari penguatan nilai ibadah selama berada di Tanah Suci. Dalam tausiyahnya kepada para jemaah, Ustaz Baso […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji 2026 Turun Lagi? Kementerian Haji-Umrah Sedang Mengkaji Peluangnya

    Biaya Haji 2026 Turun Lagi? Kementerian Haji-Umrah Sedang Mengkaji Peluangnya

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 362
    • 0Komentar

    SAUDI – Kementerian Haji dan Umrah saat ini sedang mengkaji terkait dengan soal penurunan biaya haji, sesuai dengan yang diperintah oleh Presiden Prabowo Subianto. Seperti diketahui, pada 2025 lalu, biaya haji mengalami penurunan. “Kami sedang berusaha keras, sesuai perintah presiden berusaha mengurangi biaya haji,” kata Menteri Haji dan Umrah Indonesia Mochamad Irfan Yusuf saat di […]

    Bagikan Berita:
  • Calon Jemaah Haji 2026 Wajib Vaksin Meningitis dan Influenza

    Calon Jemaah Haji 2026 Wajib Vaksin Meningitis dan Influenza

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 316
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini wajib menjalani vaksinasi meningitis dan influenza. Pemerintah Arab Saudi sendiri menyiapkan 80 pusat vaksinasi di seluruh negeri sebagai bagian dari inisiatif resmi pemerintah, demikian pernyataan otoritas terkait pada Minggu kemarin. Kementerian Urusan Agama menyampaikan telah mempublikasikan daftar 80 pusat vaksinasi yang akan melayani calon jamaah haji. Seluruh jamaah […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Tambah Dua Embarkasi untuk Pelaksanaan Haji 2026

    Kemenhaj Tambah Dua Embarkasi untuk Pelaksanaan Haji 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 301
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan dilengkapi dengan penambahan titik keberangkatan baru. Pemerintah menyiapkan dua embarkasi tambahan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah menetapkan Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai embarkasi baru pada musim haji tahun depan. Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto […]

    Bagikan Berita:
  • Jangan Transaksi Dulu dengan Pesawat Flyadeal, Sedang Ada Sengketa Perwakilan di RI

    Jangan Transaksi Dulu dengan Pesawat Flyadeal, Sedang Ada Sengketa Perwakilan di RI

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 60
    • 0Komentar

    HIMPUHNEWS – Perusahaan penyelenggara ibadah umrah diminta untuk tidak melakukan transaksi dahulu dengan Flyadeal jika hendak memberangkatkan jemaah menggunakan maskapai tersebut. PT Surya Semesta Aviasi (SSA), salah satu pemegang perwakilan Flyadeal di Indonesia, mengimbau seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Indonesia untuk tidak melakukan promosi maupun transaksi yang mengatasnamakan Flyadeal Airlines. Imbauan itu berlaku […]

    Bagikan Berita:
expand_less