Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 373
  • print Cetak

HAMRANEWS — Pemerintah mulai menapaki babak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan mendorong penggunaan pangan nasional bagi jemaah Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya untuk menghentikan ketergantungan pada beras impor dari Thailand dan Vietnam, sekaligus membuka peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi melalui Perum Bulog.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.

“Sudah saatnya konsumsi jemaah haji Indonesia tidak lagi bergantung pada beras negara lain. Ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani nasional,” ujar Jaenal dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Kebutuhan tersebut dihitung dari asumsi konsumsi 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj menyepakati komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga. Perum Bulog akan menghitung kebutuhan total sekaligus menyiapkan pasokan beras sesuai standar kualitas yang ditetapkan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen. Sementara Kementerian Pertanian memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras ke Arab Saudi.

Rapat koordinasi itu juga membahas aspek perizinan ekspor serta tantangan daya saing harga. Saat ini, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih berada di bawah harga beras Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai perlu adanya fasilitasi kebijakan agar produk nasional dapat bersaing dan diterima di pasar konsumsi haji di Arab Saudi.

Jaenal menilai kondisi swasembada beras yang tengah dicapai Indonesia menjadi momentum strategis. Selama ini, hambatan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun dengan penguatan ekosistem ekonomi haji dan dukungan kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis beras nasional mampu memiliki daya saing yang kuat.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya membangun legacy baru dalam penyelenggaraan haji. “Kami ingin perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di dalam negeri,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini sekaligus menjawab sorotan DPR RI. Sebelumnya, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR menemukan penggunaan bahan pangan impor, termasuk beras dari Thailand, saat melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia makanan jemaah di Arab Saudi.

Anggota Timwas Haji DPR, Luluk Nur Hamidah, menyayangkan masih minimnya keberpihakan terhadap petani dalam negeri. Ia menilai, dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang sangat besar, seharusnya kebutuhan pangan dapat dipasok langsung dari Tanah Air.

“Thailand dan Vietnam mendapatkan manfaat besar dari jemaah kita, padahal kontribusi mereka kecil. Mengapa kita tidak serius memperjuangkan agar pangan kita sendiri yang dikonsumsi jemaah?” ujarnya.

Selain soal impor, Timwas DPR juga menemukan persoalan lain, seperti porsi makanan yang dinilai kurang serta kandungan gizi yang belum memadai. DPR pun mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola konsumsi jemaah, termasuk dengan mempermudah ekspor bahan pangan Indonesia ke Saudi, bahkan jika diperlukan melalui dukungan subsidi.

Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini dan sinergi lintas sektor, Kemenhaj optimistis pada musim haji mendatang jemaah Indonesia dapat menikmati nasi dari beras hasil petani sendiri. Selain meningkatkan kenyamanan dan kualitas konsumsi jemaah, kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saudi Akan Melewati Gerhana Bulan pada 7 September, Ini Tata Cara dan Doanya

    Saudi Akan Melewati Gerhana Bulan pada 7 September, Ini Tata Cara dan Doanya

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 580
    • 0Komentar

    SAUDI – Gerhana bulan bakal terjadi, dan Arab Saudi termasuk negara yang mengalami fenomena tersebut, pada Minggu, 7 September 2025 atau 15 Rabiul Awwal 1447 H. Seperti diketahui, umat muslim punya ibadah khusus untuk menyambut peristiwa ini, yakni Salat Kusuf. Otoritas Saudi memastikan dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Persen Dana Haji Saja Rp200 Miliar, Menteri Gus Irfan Ingatkan Jajarannya Jaga Kebocoran

    Satu Persen Dana Haji Saja Rp200 Miliar, Menteri Gus Irfan Ingatkan Jajarannya Jaga Kebocoran

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 400
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan semua jajaran di kementeriannya untuk bersama-sama mencegah risiko kebocoran pada dana haji. “Saya sangat mewanti-mewanti tim yang ada di Kementerian Haji supaya jangan sampai ada kebocoran,” kata Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan saat ditemui usai prosesi wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Israel-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman: Belum Ada yang Terdampak Penutupan Bandara Saudi

    Konflik Israel-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman: Belum Ada yang Terdampak Penutupan Bandara Saudi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 139
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengungkap, hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah, yang terdampak penutupan salah satu bandara di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik Israel dan Iran. Meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus dipantau, pemerintah menegaskan jalur utama yang digunakan jemaah umrah Indonesia masih beroperasi normal karena bandara […]

    Bagikan Berita:
  • Wali Kota Makassar Ingatkan Jemaah, Haji Bukan Tamasya Tapi Perjalanan Suci

    Wali Kota Makassar Ingatkan Jemaah, Haji Bukan Tamasya Tapi Perjalanan Suci

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 257
    • 0Komentar

    HAMRANES – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan pesan penting kepada jemaah haji Kota Makassar musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pesan itu disampaikan saat prosesi pelepasan jemaah di Rumah Jabatan Wali Kota, Baruga Anging Mammiri, Rabu 29 April 2026. Dalam acara tersebut, Munafri didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Pelepasan ini menjadi momen perdana […]

    Bagikan Berita:
  • Grab Berangkatkan 105 Mitra Pengemudi Umrah, Ada dari Makassar dan Kendari

    Grab Berangkatkan 105 Mitra Pengemudi Umrah, Ada dari Makassar dan Kendari

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 59
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Grab Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada para mitra pengemudinya dengan memberangkatkan 105 orang untuk menunaikan ibadah umrah pada September 2026. Para mitra tersebut berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Makassar, Medan, Kendari, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Manado. Pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari Program BERKAH atau Berangkat Umrah yang digelar Grab. […]

    Bagikan Berita:
  • Gegara Jemaahnya Kabur saat Umrah, Travel Ini Siap-siap Bayar Denda Ratusan Juta Rupiah

    Gegara Jemaahnya Kabur saat Umrah, Travel Ini Siap-siap Bayar Denda Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    SAUDI – Perjalanan umrah yang legal adalah berangkat dengan menggunakan izin atau visa untuk umrah sesuai aturan yang berlaku. Izin umrah biasanya berlaku hingga tiga bulan. Namun, ada yang menyalahgunakan izin ini untuk kepentingan lain yang melanggar aturan. Hal ini dirasakan salah satu travel umrah, yang terancam membayar denda senilai ratusan juta rupiah, karena masalah […]

    Bagikan Berita:
expand_less