Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

Jemaah Haji Tidak Lagi Konsumsi Beras Thailand–Vietnam, Bulog Akan Ekspor Pangan ke Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 340
  • print Cetak

HAMRANEWS — Pemerintah mulai menapaki babak baru dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan mendorong penggunaan pangan nasional bagi jemaah Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya untuk menghentikan ketergantungan pada beras impor dari Thailand dan Vietnam, sekaligus membuka peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi melalui Perum Bulog.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.

“Sudah saatnya konsumsi jemaah haji Indonesia tidak lagi bergantung pada beras negara lain. Ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani nasional,” ujar Jaenal dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Kebutuhan tersebut dihitung dari asumsi konsumsi 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj menyepakati komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga. Perum Bulog akan menghitung kebutuhan total sekaligus menyiapkan pasokan beras sesuai standar kualitas yang ditetapkan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen. Sementara Kementerian Pertanian memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras ke Arab Saudi.

Rapat koordinasi itu juga membahas aspek perizinan ekspor serta tantangan daya saing harga. Saat ini, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih berada di bawah harga beras Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai perlu adanya fasilitasi kebijakan agar produk nasional dapat bersaing dan diterima di pasar konsumsi haji di Arab Saudi.

Jaenal menilai kondisi swasembada beras yang tengah dicapai Indonesia menjadi momentum strategis. Selama ini, hambatan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun dengan penguatan ekosistem ekonomi haji dan dukungan kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis beras nasional mampu memiliki daya saing yang kuat.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya membangun legacy baru dalam penyelenggaraan haji. “Kami ingin perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di dalam negeri,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini sekaligus menjawab sorotan DPR RI. Sebelumnya, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR menemukan penggunaan bahan pangan impor, termasuk beras dari Thailand, saat melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia makanan jemaah di Arab Saudi.

Anggota Timwas Haji DPR, Luluk Nur Hamidah, menyayangkan masih minimnya keberpihakan terhadap petani dalam negeri. Ia menilai, dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang sangat besar, seharusnya kebutuhan pangan dapat dipasok langsung dari Tanah Air.

“Thailand dan Vietnam mendapatkan manfaat besar dari jemaah kita, padahal kontribusi mereka kecil. Mengapa kita tidak serius memperjuangkan agar pangan kita sendiri yang dikonsumsi jemaah?” ujarnya.

Selain soal impor, Timwas DPR juga menemukan persoalan lain, seperti porsi makanan yang dinilai kurang serta kandungan gizi yang belum memadai. DPR pun mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola konsumsi jemaah, termasuk dengan mempermudah ekspor bahan pangan Indonesia ke Saudi, bahkan jika diperlukan melalui dukungan subsidi.

Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini dan sinergi lintas sektor, Kemenhaj optimistis pada musim haji mendatang jemaah Indonesia dapat menikmati nasi dari beras hasil petani sendiri. Selain meningkatkan kenyamanan dan kualitas konsumsi jemaah, kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    BP-Haji Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, untuk Pelayanan Jemaah Haji 2026

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 630
    • 0Komentar

    SAUDI – Setelah resmi mengambil alih pelaksanaan haji dari Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) akan membuka rekrutmen besar-besaran untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Menariknya, rekrutmen ini juga terbuka untuk pelamar nonmuslim. Langkah tersebut adalah bagian dari proses transisi kelembagaan BP Haji yang kini berdiri sebagai otoritas tunggal pengelolaan haji setelah mengambil […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Jawab Alasan Wacana ‘War Tiket Haji’, Semata-mata untuk Istitaah

    Dahnil Anzar Jawab Alasan Wacana ‘War Tiket Haji’, Semata-mata untuk Istitaah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 259
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak akhirnya menjelaskan secara langsung alasan di balik mencuatnya wacana ‘war tiket haji’ yang sebelumnya dilontarkan oleh Menteri Haji dan Umrah. Menurut Dahnil, wacana tersebut bukan sekadar ide kontroversial, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan prinsip istitaah (kemampuan) benar-benar menjadi dasar utama dalam pelaksanaan […]

    Bagikan Berita:
  • Jadwal Lebaran Haji Tahun 2026, Arab Saudi Mulai Terima Jemaah Pada 18 April

    Jadwal Lebaran Haji Tahun 2026, Arab Saudi Mulai Terima Jemaah Pada 18 April

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 1.919
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penyelenggaraan Idul Adha pada tahun 2026 mendatang akan jatuh pada bulan Mei, tepatnya pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026. Itu berarti, pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci bisa berlangsung mulai sekitar 35 hari sebelum hari tersebut. Jika melihat timeline penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 oleh Pemerintah Arab Saudi yang sudah dirilis sejak […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Angka Kematian Jemaah Haji RI Sangat Tinggi, Dahnil Gagas ‘Manasik Kesehatan’

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 466
    • 0Komentar

    JAKARTA – Manasik kesehatan digodok Badan Penyelenggara Haji untuk meminimalisir angka kematian jemaah haji saat selama perjalanan suci di Tanah Haram. Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, gagasan manasik kesehatan haji Indonesia itu sedang digodok. Menurut dia, manasik kesehatan bertujuan untuk menekan angka kematian jemaah asal RI selama rangkaian ibadah haji di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Momen Hangat Megawati Soekarnoputri di Depan Kabah Usai Terima Gelar Doktor HC PNU

    Momen Hangat Megawati Soekarnoputri di Depan Kabah Usai Terima Gelar Doktor HC PNU

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 352
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjalani momen spiritual penuh khidmat saat beribadah di depan Ka’bah, Masjidil Haram, usai menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi. Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna dari rangkaian kunjungan Megawati di Arab Saudi. Usai agenda resmi penganugerahan […]

    Bagikan Berita:
  • Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur, Kemenhaj Telusuri Pelimpahan Kursi ke Jemaah Lain

    Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur, Kemenhaj Telusuri Pelimpahan Kursi ke Jemaah Lain

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 5
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mendalami dugaan penyimpangan dalam pelimpahan nomor porsi haji reguler di Jawa Timur. Dari tujuh pelimpahan yang diperiksa, enam di antaranya ditemukan memiliki indikasi ketidaksesuaian data dan dokumen. Pendalaman dilakukan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah sebagai kelanjutan dari klarifikasi dan pemeriksaan yang berlangsung sejak Agustus 2026. […]

    Bagikan Berita:
expand_less