Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Menurun, Menteri Haji Takziah ke Keluarga Jemaah Asal Maros
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 7

HAMRANEWS.ID – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan bahwa angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terakhir kemarin masih di bawah 300. Kita belum tahu angka persisnya karena masih menunggu laporan terbaru, tetapi angkanya lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Gus Irfan di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Hingga pertengahan Juni, berdasarkan laporan sementara, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi tercatat mencapai 290 orang.
Menurut Gus Irfan, penurunan angka kematian ini menjadi indikator positif, namun pemerintah tidak akan lengah.
Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat pengawasan kesehatan jemaah, termasuk pada tahap istitaah sebelum keberangkatan.
Selain itu, seluruh petugas haji dan tenaga kesehatan diminta memperketat pemantauan kondisi jemaah, terutama di tengah cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai sekitar 45 derajat Celsius.
“Jemaah harus terus dipantau dan dijaga kesehatannya,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral negara, Gus Irfan juga mengunjungi keluarga almarhum H. Sangkala Manrulu Tonga, jemaah haji Embarkasi UPG 20 asal Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (14/6/2026).
Almarhum wafat di Tanah Suci pada Sabtu (6/6/2026) pukul 14.24 waktu Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan didampingi Bupati Maros, Chaidir Syam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin.
“Kami mewakili seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya jemaah haji Indonesia tahun ini di Tanah Suci. Semoga kemuliaan Tanah Suci membawa syafaat bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujar Gus Irfan.
Ia menegaskan, pemerintah telah menginstruksikan seluruh kepala kantor haji di daerah untuk menyampaikan takziah kepada keluarga jemaah yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengungkapkan bahwa almarhum Sangkala memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Menurutnya, kondisi kesehatan almarhum telah menjadi perhatian sejak awal keberangkatan. Dua hari sebelum wafat, almarhum juga mengalami penurunan nafsu makan.
“Beliau mengeluhkan berkurangnya nafsu makan. Kami terus memberikan semangat karena jadwal kepulangannya sudah dekat,” kata Ihyadin.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berlangsung. Hingga saat ini, hampir separuh jemaah telah kembali ke Indonesia, sementara sisanya akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



