Berangkatkan CJH di Tengah Risiko Perang, Tazkiyah Tour Selalu Membangun Komunikasi dengan Jemaah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 3

HAMRANEWS – Bisnis perjalanan umrah dan haji adalah aktivitas yang berisiko tinggi. Karena itu, perusahaan biro perjalanan harus selalu punya rencana yang matang, untuk mengantisipasi risiko-risiko yang muncul bahkan di luar perkiraan.
CEO Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin mengungkapkan, risiko pada perjalanan ibadah haji dan umrah, karena perusahaan travel menggunakan berbagai jasa dari bisnis lain.
“Kita menggunakan jasa (atau fasilitas) milik pihak lain. Pesawat, hotel, bus, kita bergantung ke mereka. Karena itu risiko selalu muncul,” ungkap Ahmad Yani saat Rilis Produk Haji Khusus Tazkiyah Tour di Kantor Biro Travel tersebut di Jalan AP Pettarani, Senin 27 April 2026 lalu.
Ahmad Yani menjelaskan, sebagai perusahaan travel yang sudah berpengalaman 25 tahun memberangkatkan jemaah haji khusus, Tazkiyah Tour selalu menekankan prinsip ‘Perjalananmu Terencana dan Terlindungi’.
“Kadang-kadang ketika perjalanan jemaah terhambat, atau gagal berangkat, perusahaan travel biasanya memberi kalimat pemungkas: sabar, kita sedang diuji. Kami tidak begitu,” ungkap Ahmad Yani lagi.
Tazkiyah menurut dia menekankan bahwa pihaknya akan selalu menjelaskan ke jemaah kondisi yang sedang dihadapi.
“Misalnya kemarin, kita rencanakan berangkatkan jemaah (Haji Khusus) tanggal 4 Mei, tiba-tiba cancel karena pesawat Scoot yang akan menerbangkan jemaah membatalkan, imbas perang. Ini kita komunikasikan ke jemaah, kita tenangkan jemaah dan kami sampaikan kita mencari alternatif,” ungkapnya.
Akhirnya, dalam 2 kali 24 jam, Tazkiyah bisa mengalihkan penerbangan ke Garuda Indonesia dan Suaudi Airlines. Jemaah Tazkiyah pun dijadwalkan akan berangkat mulai 3 Mei 2026 nanti dengan dua pesawat tersebut, serta 3 kali penerbangan.
“Tentu itu karena yang pertama itu semua atas pertolongan dan perlindungan Allah Swt, dan kedua adalah bagian dari kesiapan-kesiapan kita dalam menghadapi risiko yang bisa merugikan jemaah,” ungkapnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



