Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Menhaj RI Sebut Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

Menhaj RI Sebut Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6

HAMRANEWS.ID — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan haji dari hulu hingga hilir dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Hal tersebut diungkapkan Gus Irfan, sapaan Moch Irfan Yusuf saat menghadiri Evaluasi Layanan Embarkasi dan Debarkasi Ujung Pandang (UPG) serta Pembinaan ASN Kementerian Haji dan Umrah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Menhaj, Asrama Haji Makassar memiliki peran strategis sebagai gerbang layanan haji bagi kawasan Indonesia Timur. Karena itu, seluruh proses layanan harus dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

“Asrama Haji Makassar harus menjadi model layanan haji Indonesia Timur. Semua proses harus tertata sejak jemaah masuk asrama, berangkat ke bandara, terbang ke Tanah Suci, hingga kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman, dan bermartabat,” tegas Menhaj pada hari Ahad 14 Juni 2026.

Menhaj menekankan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus menyentuh langsung pengalaman layanan yang dirasakan jemaah.

Mulai dari layanan di Asrama Haji Sudiang, pemeriksaan dokumen, kesehatan, konsumsi, pengelolaan bagasi, transportasi, layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga proses pemulangan jemaah ke daerah asal.

“Ukuran keberhasilan layanan itu sederhana. Jemaah merasa aman, terlayani dengan baik, dan tidak mengalami kebingungan pada setiap tahapan perjalanan hajinya,” ujar Menhaj.

Menhaj juga meminta agar sistem pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dibangun secara terintegrasi. Materi pelatihan harus mencakup alur layanan, penanganan krisis kesehatan, perlindungan jemaah, komunikasi publik, layanan lansia, koordinasi bandara, CIQ, Makkah Route, penggunaan Nusuk, hingga sistem pelaporan digital.

Selain itu, Menhaj menegaskan pentingnya reformasi tata kelola rekrutmen petugas haji. Menurutnya, ke depan proses seleksi PPIH Kloter maupun Petugas Haji Daerah (PHD) harus berbasis kompetensi, integritas, kesehatan, pengalaman pelayanan, dan kemampuan bekerja dalam situasi tekanan tinggi.

“Petugas haji bukan ruang titipan. Petugas haji adalah amanah pelayanan yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kemenhaj terus memperkuat peran Petugas Haji Daerah (PHD) sebagai pendamping utama jemaah dari daerah masing-masing. PHD diharapkan memahami kondisi dan kebutuhan jemaah yang didampingi, khususnya lansia dan kelompok rentan, serta menjadi penghubung yang efektif antara jemaah, kloter, dan pemerintah daerah.

Pada saat yang sama, Kemenhaj menekankan pentingnya penguatan fungsi PPIH Kloter sebagai garda terdepan pelayanan. Ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan PHD harus bekerja dalam satu sistem komando pelayanan guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan yang optimal selama menjalankan ibadah.

Di bidang kesehatan, Kemenhaj terus memperkuat implementasi prinsip istithaah kesehatan sebagai bagian dari perlindungan jemaah. Kesiapan kesehatan jemaah harus dipastikan sejak sebelum memasuki asrama haji, termasuk melalui pemantauan terhadap jemaah risiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan penyakit kronis.

Kemenhaj menegaskan bahwa istithaah kesehatan tidak hanya merupakan persyaratan administratif, tetapi instrumen penting untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan selamat.

Selain itu, Kemenhaj berkomitmen memperkuat integritas layanan dan menutup ruang bagi berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan haji, termasuk praktik badal haji dan dam yang tidak sesuai ketentuan, pungutan tidak resmi, manipulasi data, maupun praktik perantara yang merugikan jemaah.

Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengawasan yang lebih efektif, Kemenhaj terus berupaya menghadirkan layanan haji yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan serta kepuasan jemaah Indonesia.

Evaluasi layanan dan pembinaan ASN di Sulawesi Selatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Kemenhaj dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji yang semakin modern, terintegrasi, dan terpercaya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Larangan untuk Jemaah Haji di Masjid Haramain: Live Streaming hingga Bawa Bendera

    Larangan untuk Jemaah Haji di Masjid Haramain: Live Streaming hingga Bawa Bendera

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 71
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan pelaksanaan ibadah haji 2026 dengan menerapkan sejumlah larangan baru yang wajib dipatuhi seluruh jemaah di Tanah Suci. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah, ketertiban, dan kenyamanan di kawasan suci, khususnya di Masjid Nabawi. Salah satu aturan yang paling disorot adalah larangan melakukan live streaming atau siaran langsung […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Ungkap Alasan Istithaah Kesehatan Indonesia Jadi Atensi Pemerintah Arab Saudi

    Kemenhaj Ungkap Alasan Istithaah Kesehatan Indonesia Jadi Atensi Pemerintah Arab Saudi

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 230
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jelang pemberangkatan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah RI memperketat penetapan istithaah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Istithaan Kesehatan jemaah asal Indonesia menjadi atensi pemerintah Arab Saudi mengingat tingginya jemaah lansia. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan jemaah sekaligus menekan angka kematian selama pelaksanaan ibadah haji di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Ada Aturan Memberi Makan Merpati di Makkah, Melangga Bisa Kena Denda Jutaan Rupiah

    Ada Aturan Memberi Makan Merpati di Makkah, Melangga Bisa Kena Denda Jutaan Rupiah

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 585
    • 0Komentar

    SAUDI – Burung merpati bisa dibilang sudah menjadi salah satu penghuni Kota Makkah. Namun, pemberian makan burung-burung merpati oleh para jemaah bukan pada tempatnya bisa mengganggu kenyamanan umum. Kotoran merpati, misalnya bisa bertebaran di mana-mana. Pemerintah kota setempat menegaskan, aksi yang kerap dianggap sepele, yakni memberi makan merpati di Trotoar, dan di fasilitas umum lainnya, […]

    Bagikan Berita:
  • Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa proses pencarian tiga jemaah haji asal Indonesia yang masih hilang di Tanah Suci kini memasuki tahap baru. Setelah lebih dari dua bulan dilakukan pencarian secara manual, pola pencarian diubah menjadi metode ante mortem dan post mortem dengan pencocokan DNA. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Timur Tengah Ganggu Kepulangan Jemaah Haji Indonesia: Dua Kloter Tertahan di Jeddah

    Konflik Timur Tengah Ganggu Kepulangan Jemaah Haji Indonesia: Dua Kloter Tertahan di Jeddah

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konflik memanas di kawasan Timur Tengah kembali berdampak pada jemaah haji Indonesia. Dua kloter jemaah haji asal Jawa Timur, masing-masing dari Banyuwangi dan Pamekasan, dilaporkan mengalami penundaan kepulangan akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Ratusan jemaah dari kloter 43 dan 44 Debarkasi Surabaya seharusnya dijadwalkan tiba di […]

    Bagikan Berita:
  • Waktu Persiapan Haji 2026 Makin Mepet, Visa Ditutup 20 Maret 2026

    Waktu Persiapan Haji 2026 Makin Mepet, Visa Ditutup 20 Maret 2026

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 262
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah menetapkan jadwal pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M. Jadwal ini lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Waktu persiapan haji pun makin mepet, mengingat batas akhir penerbitan visa haji yakni 20 Maret 2026 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1447 H. Dengan kalender yang terus bergerak maju, seluruh tahapan penyelenggaraan haji, mulai […]

    Bagikan Berita:
expand_less