Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Perusahaan Travel Bisa Didenda Setengah Miliar Rupiah Jika Tidak Melaporkan Jemaah yang Overstay

Perusahaan Travel Bisa Didenda Setengah Miliar Rupiah Jika Tidak Melaporkan Jemaah yang Overstay

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pemerintah Arab Saudi kembali memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Kali ini, perusahaan travel atau penyedia layanan haji dan umrah diancam denda hingga 100.000 riyal Saudi (sekitar Rp482 juta) apabila tidak melaporkan jemaah yang masih berada di Arab Saudi setelah masa izin tinggal (overstay) berakhir.

Peringatan tersebut disampaikan Keamanan Publik Arab Saudi (Saudi Public Security) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan terhadap aturan keimigrasian sekaligus menekan pelanggaran izin tinggal oleh jemaah haji maupun umrah.

Dalam keterangannya, otoritas Saudi menegaskan bahwa setiap perusahaan penyelenggara haji dan umrah wajib segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat jemaah yang tidak meninggalkan Arab Saudi setelah masa izin tinggalnya habis.

Jika kewajiban tersebut diabaikan atau pelaporan dilakukan terlambat, perusahaan dapat dikenai sanksi administratif berupa denda hingga SR100.000 atau sekitar Rp482 juta.

Tak hanya itu, besaran sanksi dapat meningkat sesuai jumlah jemaah yang melakukan pelanggaran. Artinya, semakin banyak jemaah yang overstay dan tidak dilaporkan, semakin besar pula denda yang harus ditanggung perusahaan penyelenggara.

Kebijakan ini mempertegas tanggung jawab perusahaan travel untuk memastikan seluruh jemaah yang berada di bawah pendampingannya mematuhi ketentuan izin tinggal selama berada di Arab Saudi.

Selain menyasar perusahaan haji dan umrah, Keamanan Publik Arab Saudi juga mengajak masyarakat berpartisipasi melaporkan pelanggaran terkait izin tinggal, ketenagakerjaan, maupun keamanan perbatasan.

Untuk wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur, laporan dapat disampaikan melalui nomor 911. Sementara di wilayah Arab Saudi lainnya, masyarakat dapat menghubungi 999.

Otoritas Saudi memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan dan tidak akan dikenakan tanggung jawab hukum atas laporan yang disampaikan.

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Arab Saudi dalam memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, sekaligus memastikan seluruh jemaah mematuhi aturan keimigrasian yang berlaku selama berada di Kerajaan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
  • Kereta Gantung ke Gua Hira Ditargetkan Beroperasi Akhir 2025

    Kereta Gantung ke Gua Hira Ditargetkan Beroperasi Akhir 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 650
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Arab Saudi bersiap meluncurkan kereta gantung pertama yang menuju Gua Hira, menjadikan perjalanan ke Jabal Nur jauh lebih mudah dan cepat. Jika sebelumnya pengunjung harus mendaki lebih dari dua jam dan menapaki sekitar 1.700 anak tangga, kini perjalanan itu akan ditempuh kurang dari 10 menit melalui proyek ambisius Hira Cultural District. Proyek raksasa […]

    Bagikan Berita:
  • Asosiasi Himpuh Ogah Beri Beri Bantuan Hukum untuk Travel yang Terlibat Korupsi Kuota Haji

    Asosiasi Himpuh Ogah Beri Beri Bantuan Hukum untuk Travel yang Terlibat Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 564
    • 0Komentar

    JAKARTA — Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh) menegaskan tidak bakal memberikan bantuan hukum bagi agen travel haji maupun umroh yang terlibat dalam dugaan korupsi kuota haji. Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua Umum Himpuh, Muhammad Firman Taufik, menanggapi kabar bahwa lebih dari 100 agen travel haji tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Firman menyampaikan, pihaknya […]

    Bagikan Berita:
  • Warga Ilegal di Arab Saudi Bakal Bisa Urus Sendiri Proses Deportasi

    Warga Ilegal di Arab Saudi Bakal Bisa Urus Sendiri Proses Deportasi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 487
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Pemerintah Arab Saudi, mengumumkan akan segera meluncurkan “Self-Deportation Platform”, sebuah sistem daring yang memungkinkan penduduk ilegal mengurus sendiri proses kepulangannya tanpa melalui metode manual seperti sebelumnya. “Ini akan memungkinkan direktorat untuk beralih dari metode tradisional yang sebelumnya digunakan untuk mendeportasi pelanggar peraturan residensi, tenaga kerja, dan keamanan perbatasan. Peluncurannya […]

    Bagikan Berita:
  • Pengusutan Kasus Haji, KPK Duga Kuota Petugas Haji Juga DIsalahgunakan

    Pengusutan Kasus Haji, KPK Duga Kuota Petugas Haji Juga DIsalahgunakan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 537
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan berbagai dugaan modus korupsi terkait pembagian kuota haji tambahan 2024. Sebelumnya, KPK telah memeriksa beberapa ketua asosiasi dan biro travel haji di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 1 Oktober 2025 lalu. Selain kuota haji tambahan, penyidik menemukan adanya indikasi penyalahgunaan kuota petugas haji. “Dalam pemeriksaan ini, KPK juga […]

    Bagikan Berita:
  • Akibat Kenaikan Harga Avtur, Pemerintah RI ‘Nombok’ Rp1,7 Triliun untuk Biaya Haji 2026

    Akibat Kenaikan Harga Avtur, Pemerintah RI ‘Nombok’ Rp1,7 Triliun untuk Biaya Haji 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 279
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah harus nombok hingga Rp1,7 triliun untuk biaya haji 2026, khususnya untuk tambahan biaya pesawat yang mengalami kenaikan fantastis akibat harga avur yang makin mahal. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,77 triliun untuk biaya penerbangan haji 2026. Usulan itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, […]

    Bagikan Berita:
expand_less