Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Konflik Saudi–Houthi Memanas, Seberapa Besar Dampaknya bagi Jemaah Umrah?

Konflik Saudi–Houthi Memanas, Seberapa Besar Dampaknya bagi Jemaah Umrah?

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Memanasnya konflik Arab Saudi dengan kelompok Houthi di Yaman mulai menimbulkan kekhawatiran bagi jemaah umrah. Namun, situasi keamanan yang berkembang saat ini perlu dibaca secara proporsional: ancamannya nyata dan kewaspadaan perlu ditingkatkan, tetapi belum berarti aktivitas umrah di Makkah dan Madinah otomatis terganggu.

Pada 16 September 2026, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara dalam 24 jam ke wilayah Taiz, Marib dan Hodeidah di Yaman. Klaim tersebut muncul ketika pertempuran antara pasukan yang didukung Saudi dan Houthi kembali meningkat.

Di sisi lain, ancaman sudah merambah wilayah Saudi. Pada 14 September, serangan rudal dan drone yang dikaitkan Saudi dengan Houthi menyebabkan 13 orang terluka di Khamis Mushait, Abha dan Taif. Otoritas Saudi juga melaporkan kerusakan pada sejumlah rumah dan kendaraan.

Yang paling relevan bagi jemaah umrah adalah perkembangan pada 15–16 September. Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Jeddah dan Taif. Peringatan tersebut disampaikan melalui National Early Warning Platform dan masyarakat diminta masuk ke tempat aman serta menjauhi jendela dan ruang terbuka. Peringatan kemudian dicabut setelah otoritas menyatakan ancaman telah berlalu.

Makkah masuk radar keamanan, tetapi aktivitas umrah belum berhenti

Perkembangan terbaru memang berbeda dari sekadar konflik yang terjadi jauh di Yaman.

Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone sebelum memasuki wilayah udara Makkah. Houthi membantah bahwa mereka menargetkan kota suci tersebut. Artinya, terdapat perbedaan klaim mengenai asal dan sasaran drone yang harus tetap dibaca secara hati-hati.

Karena itu, jemaah tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa Makkah sedang menjadi medan perang. Tidak ada informasi dalam laporan yang diperiksa bahwa Masjidil Haram ditutup atau rangkaian ibadah umrah dihentikan. Justru sistem peringatan dini digunakan untuk memberikan instruksi apabila terdapat potensi bahaya.

Ini penting karena peringatan keamanan dan gangguan operasional adalah dua hal berbeda.

Sebuah wilayah bisa berada dalam status waspada tanpa bandara ditutup, hotel dikosongkan, jalan utama dihentikan, atau Masjidil Haram ditutup.

Seberapa besar pengaruhnya terhadap umrah?

Untuk saat ini, dampaknya lebih tepat disebut risiko keamanan yang meningkat, bukan penghentian aktivitas umrah.

Jalur utama jemaah umrah—Jeddah, Makkah dan Madinah—memang berada jauh dari garis pertempuran utama di Yaman. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa konflik memiliki kemampuan menjangkau wilayah Saudi melalui rudal dan drone.

Karena itu, jarak geografis saja tidak cukup untuk menjadi alasan mengabaikan risiko.

Bahkan Makkah sudah masuk dalam peringatan keamanan pada 15 September. Ini menjadi sinyal bahwa jemaah tidak boleh hanya berpatokan pada informasi bahwa “perang terjadi di Yaman”.

Namun, pada saat yang sama, tidak tepat pula menganggap setiap kabar serangan sebagai tanda bahwa ibadah umrah sudah tidak aman.

Jemaah harus seberapa waspada?

Level kewaspadaan yang masuk akal adalah waspada tinggi, tetapi tidak panik.

Jemaah yang sedang berada di Saudi sebaiknya:

  • mengikuti notifikasi Saudi Civil Defence dan otoritas setempat;
  • tidak mengabaikan emergency alert meski peringatan sebelumnya cepat dicabut;
  • menghindari lokasi yang dinyatakan sebagai area berisiko;
  • tidak keluar hotel hanya untuk melihat atau merekam situasi ketika ada peringatan;
  • mengikuti instruksi travel atau penyelenggara umrah;
  • memastikan paspor, dokumen perjalanan, obat-obatan dan kontak darurat selalu tersedia;
  • tidak menjadikan video media sosial sebagai satu-satunya sumber informasi.

Bagi calon jemaah yang belum berangkat, perkembangan ini belum dengan sendirinya berarti perjalanan umrah harus dibatalkan. Tetapi keputusan perjalanan sebaiknya mempertimbangkan perkembangan keamanan terbaru, status penerbangan dan arahan pemerintah Indonesia serta otoritas Saudi.

Situasi ini juga masih sangat dinamis. Pertempuran Saudi-Houthi terus berkembang, bahkan laporan terbaru menyebut Saudi meminta dukungan pertahanan rudal dari sejumlah negara karena kebutuhan sistem pencegat meningkat.

Kesimpulannya, konflik Saudi-Houthi saat ini memang relevan bagi jemaah umrah karena ancamannya sudah menghasilkan peringatan keamanan di Makkah dan beberapa kota Saudi. Tetapi sampai perkembangan yang dilaporkan 17 September 2026, belum ada dasar untuk menyatakan aktivitas umrah secara umum lumpuh.

Sikap paling rasional bagi jemaah adalah tidak meremehkan ancaman, tetapi juga tidak membesar-besarkan informasi yang belum terverifikasi. Ukuran utamanya bukan seberapa mengerikan berita tentang perang di Yaman, melainkan apakah otoritas Saudi mengeluarkan peringatan, menutup fasilitas, membatasi penerbangan, atau mengubah akses menuju Makkah dan Madinah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Travel Umrah di Sidoarjo Diserbu Calon Jemaah yang Gagal Berangkat, Owner Ngaku Rugi Rp 2 Miliar

    Travel Umrah di Sidoarjo Diserbu Calon Jemaah yang Gagal Berangkat, Owner Ngaku Rugi Rp 2 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 66
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID, SIDOARJO – Puluhan calon jemaah umrah mendatangi kantor sekaligus rumah pemilik Kiswah Haramain Travelindo di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 5 September 2026. Kedatangan calon jemaah tersebut dipicu kekecewaan setelah keberangkatan mereka ke Tanah Suci berulang kali ditunda tanpa kepastian. Para calon jemaah mengaku sudah membayar paket umrah dengan nilai […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Sulut Apresiasi Tazkiyah Tour: Kantornya Jelas dan Memperhatikan Kemabruran

    Kemenhaj Sulut Apresiasi Tazkiyah Tour: Kantornya Jelas dan Memperhatikan Kemabruran

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 90
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Utara mengapresiasi keberadaan Tazkiyah Tour yang sejak awal berdiri telah memiliki kantor cabang resmi di Kota Manado. Keberadaan kantor cabang tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat yang hendak menggunakan jasa perjalanan ibadah umrah maupun haji khusus. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Utara, […]

    Bagikan Berita:
  • Sulsel Daerah Terbanyak Masyarakat Berangkat Umrah, Ribuan Jemaah Per Bulan

    Sulsel Daerah Terbanyak Masyarakat Berangkat Umrah, Ribuan Jemaah Per Bulan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 581
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Kantor Imigrasi mencatat, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan yang terbanyak masyarakatnya berangkat umrah pada periode 1 Januari hingga 20 Oktober 2025 ini. Ada ribuan jemaah asal Sulsel terbang dari Sulsel ke Arab Saudi setiap bulannya. Tingginya angka jemaah tersebut membuat Sulsel selalu menjadi daerah terbanyak yang mengirim jemaah umrah hampir tiap tahun. Kepala […]

    Bagikan Berita:
  • Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 317
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kenaikan harga minyak dunia hingga sempat menyentuh angka USD100 per barel, ikut memicu kenaikan biaya logistik. Termasuk di antaranya aktivitas perjalanan jemaah haji 2026. Risiko ini dibahas dalam pertemuan bilateral di Madinah, Minggu 29 Maret 2026, antara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wamenhaj Saudi. Dahnil sendiri menegaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jika melihat struktur kerja Kementerian yang baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah RI, maka diperkirakan lembaga yang mengelola penyelenggaraan haji dan umrah ini akan mulai optimal berjalan pada Desember 2025. Pemerintah sebelumnya menargetkan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Kementerian Haji dan Umrah akan rampung pada Oktober–November 2025. Dengan demikian, sebelum musim haji […]

    Bagikan Berita:
  • BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 480
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Cuaca ekstrem kembali membayangi Arab Saudi. Badan Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) memperingatkan bahwa badai petir disertai hujan lebat dan angin kencang diprediksi mengguyur sejumlah wilayah utama, termasuk Makkah dan Madinah. Ancaman banjir bandang pun ditekankan sebagai risiko terbesar dalam beberapa hari ke depan. Menurut prakiraan terbaru NCM sebagaimana dilaporkan gulfnews, hujan […]

    Bagikan Berita:
expand_less