Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 629
  • print Cetak

HAMRANEWS – Setelah kebijakan pemerataan jatah kuota jemaah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah, sejumlah daerah kini mengalami penambahan kuota dan ada juga yang mengalami pengurangan kuota pada pemberangkatan haji 2026 mendatang.

Saat ini, pemerintah telah menetapkan alokasi kuota haji reguler untuk musim 1447 H/2026 M. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terlihat perbedaan signifikan jumlah kuota antara tahun 2025 dengan tahun 2026 di beberapa kabupaten dan kota.

Beberapa kabupaten di Sulsel mengalami lonjakan kuota yang sangat besar pada tahun 2026, di antaranya:

Wajo naik drastis, dari 384 jemaah pada 2025 menjadi 1.902 jemaah pada 2026.

Bone juga mengalami peningkatan besar, dari 709 menjadi 1.868 jemaah.

Gowa mendapat tambahan cukup besar, dari 570 menjadi 1.410 jemaah.

Soppeng naik dari 237 menjadi 906 jemaah.

Sidrap meningkat dari 239 menjadi 736 jemaah.

Lonjakan ini umumnya terjadi pada daerah yang selama ini memiliki antrean haji yang panjang, sehingga sesuai formula pembagian baru, kuota mereka dinaikkan untuk menyeimbangkan waktu tunggu.

Di sisi lain, sejumlah kabupaten/kota justru mengalami penurunan kuota yang cukup mencolok, seperti:

Makassar, yang pada 2025 menjadi daerah dengan kuota jemaah tertinggi di Sulsel, yakni 1.076, turun menjadi 464 jemaah.

Jeneponto, dari 325 menjadi 51 jemaah.

Bulukumba, dari 385 menjadi 133 jemaah.

Sinjai, dari 221 menjadi 48 jemaah.

Takalar, dari 249 menjadi 63 jemaah.

Sejumlah daerah dengan porsi lebih besar tahun sebelumnya mengalami koreksi karena antrean haji yang tidak sepanjang kabupaten lain.

Daerah dengan Kuota Sangat Kecil

Beberapa kabupaten mendapat alokasi kuota yang sangat kecil pada 2026, seperti:

Toraja Utara hanya 2 jemaah.

Kepulauan Selayar hanya 6 jemaah.

Tana Toraja mendapat 8 jemaah.

Jumlah kecil ini biasanya berkaitan langsung dengan jumlah pendaftar haji yang tidak sebanyak daerah-daerah lain.

Sebelumnya, Ketua Tim Bina Petugas dan Haji Reguler Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Asa Afif kepada wartawan, menjelaskan perbedaan kuota yang signifikan ini muncul karena sistem baru menempatkan semua calon jemaah dalam daftar tunggu tingkat provinsi, bukan lagi per kabupaten/kota.

Sistem distribusi kuota haji baru ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Dasar perhitungan berubah dari proporsi jumlah penduduk muslim per kabupaten/kota menjadi daftar tunggu faktual tingkat provinsi.

Tujuannya adalah menyamaratakan distribusi kuota di seluruh Indonesia dan mengurangi waktu tunggu calon jemaah yang selama ini bisa mencapai puluhan tahun di beberapa daerah. Di sisi lain, pendaftaran jemaah tetap berlangsung seperti biasa.

“Pertimbangan yang utamakan untuk menyamaratakan waiting list di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada lagi nanti itu jemaah menunggu sampai 50 tahun seperti di Bantaeng,” kata Afif.

Selengkapnya, berikut daftar haji per kabupaten kota Se-Sulawesi Selatan:

Kabupaten/Kota Kuota 2025 Kuota 2026 (Total) Selisih
Kab. Bantaeng 174 329 +155
Kab. Barru 162 142 -20
Kab. Bone 709 1.868 +1.159
Kab. Bulukumba 385 133 -252
Kab. Enrekang 177 28 -149
Kab. Gowa 570 1.410 +840
Kab. Jeneponto 325 51 -274
Kab. Luwu 259 41 -218
Kab. Luwu Timur 148 37 -111
Kab. Luwu Utara 217 61 -156
Kab. Maros 295 600 +305
Kota Palopo 102 22 -80
Kab. Pangkep 288 147 -141
Kab. Pinrang 340 488 +148
Kab. Selayar 108 6 -102
Kab. Sidrap 239 736 +497
Kab. Sinjai 221 48 -173
Kab. Soppeng 237 906 +669
Kab. Takalar 249 63 -186
Kab. Tana Toraja 33 8 -25
Kab. Toraja Utara 19 2 -17
Kab. Wajo 384 1.902 +1.518
Kota Makassar 1.076 464 -612
Kota Parepare 115 102 -13
Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah 89 Orang Calon Jemaah Haji Ilegal Digagalkan Imigrasi Sejak Musim Haji 2026

    Sudah 89 Orang Calon Jemaah Haji Ilegal Digagalkan Imigrasi Sejak Musim Haji 2026

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 140
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sebanyak 89 calon haji nonprosedural ditunda keberangkatannya oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta sejak awal musim keberangkatan haji 2026 pada 22 April lalu. Pengetatan dilakukan untuk mencegah praktik haji ilegal dengan penggunaan visa yang tidak sesuai peruntukan. Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana mengatakan penundaan terbaru […]

    Bagikan Berita:
  • Haji Tahun 2026 Akan Berlangsung di Musim Semi dan Tahun Berikutnya di Musim Dingin 16 Tahun

    Haji Tahun 2026 Akan Berlangsung di Musim Semi dan Tahun Berikutnya di Musim Dingin 16 Tahun

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 741
    • 0Komentar

    SAUDI – Puncak ibadah haji tahun 2025 diketahui telah berakhir seiring berakhirnya prosesi lontar jumrah nafar tsani. Ternyata, puncak haji tahun ini menjadi tahun terakhir yang berlangsung di musim panas. Mulai tahun depan, puncak haji diprediksi akan berlangsung selama musim semi. Mengutip Saudi Gazette, Selasa (10/6/2025), juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), Hussein […]

    Bagikan Berita:
  • Haji untuk Disabilitas, Begini Prinsip Penting ‘Fikih Rukhshah’ agar Ibadah Haji Tetap Mabrur

    Haji untuk Disabilitas, Begini Prinsip Penting ‘Fikih Rukhshah’ agar Ibadah Haji Tetap Mabrur

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 160
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Di antara jutaan tamu Allah yang datang ke Tanah Suci, ada para jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga mereka yang hidup dengan keterbatasan kesehatan tertentu. Dalam konteks inilah, Islam menunjukkan wajahnya yang penuh kasih dan kemudahan. Pemerintah Indonesia dalam dua tahun terakhir secara khusus menghadirkan panduan bagi jemaah haji lansia dan penyandang disabilitas. […]

    Bagikan Berita:
  • Viral di Medsos, Ustaz Ini Mengklaim Rukun Haji Sudah Terpenuhi Walau Tidak ke Arafah

    Viral di Medsos, Ustaz Ini Mengklaim Rukun Haji Sudah Terpenuhi Walau Tidak ke Arafah

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 364
    • 0Komentar

    SAUDI – Ada-ada saja klaim yang dilontarkan seorang ustaz, diduga untuk menenangkan hati jemaah yang tertahan di Madinah, atau gagal berangkat ke kawasan Armuzna (Arafah Mina Muzdalifah dan Mina) untuk menunaikan ritual utama ibadah haji. Ustaz yang diketahui bernama KH Kholil Yasin tersebut, dalam video beredar menyampaikan bahwa dirinya dan sejumlah jemaah tengah berada di […]

    Bagikan Berita:
  • Kloter 21 Tutup Pemberangkatan Haji Embarkasi Makassar Jumat 16 Mei

    Kloter 21 Tutup Pemberangkatan Haji Embarkasi Makassar Jumat 16 Mei

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 598
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Fase pemberangkatan gelombang pertama jemaah haji (JH) berangkat dari Embarkasi Makassar menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah akan berakhir besok, Jumat 16 Mei 2025, setelah pemberangkatan kloter terakhir, yakni 21. Sebelumnya, kloter Ke-20 telah diberangkatkan pada Kamis dini hari (15/5) dini hari, dengan jumlah jemaah sebanyak 393 orang asal […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Hampir Rp20 Juta, DPR RI: Tidak Perlu Lagi Disubsidi APBN

    Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Hampir Rp20 Juta, DPR RI: Tidak Perlu Lagi Disubsidi APBN

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 40
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Biaya haji 2027 diusulkan naik hampir Rp20 juta, lalu muncul isu penggunaan APBN untuk menomboki biaya haji para jemaah. Isu ini pun menulai penolakan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, berpendapat, penggunaan APBN untuk membantu biaya haji bisa menimbulkan persoalan, baik dari sisi syariat maupun prioritas anggaran negara. “Ya itulah repotnya. […]

    Bagikan Berita:
expand_less