Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Harga Hotel di Mekkah Naik 300 Persen saat Ramadan, Tazkiyah Tour Upayakan Jemaah Selalu Menginap Dekat Masjidilharam

Harga Hotel di Mekkah Naik 300 Persen saat Ramadan, Tazkiyah Tour Upayakan Jemaah Selalu Menginap Dekat Masjidilharam

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 385
  • print Cetak

HAMRANEWS – Jemaah umrah selalu membludak saat memasuki Bulan Ramadan. Jumlahnya bahkan mencapai rekor tertinggi, terutama pada 10 hari terakhir, ketika umat Muslim dari seluruh dunia berlomba-lomba mengejar keutamaan ibadah di bulan suci.
Kondisi ini membuat Masjidil Haram tak pernah lowong. Bahkan saf salat kerap meluas hingga ke jalan-jalan dan pelataran pertokoan di sekitarnya.

Dalam talkshow Tazkiyah Tour yang dipandu Erick Alamsyah, Presiden Direktur PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin, mengungkapkan tantangan besar penyelenggaraan umrah Ramadan, khususnya terkait lonjakan biaya akomodasi dan transportasi yang sangat signifikan.

Menurut Ahmad Yani, umrah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan bulan-bulan lainnya. Selain dilaksanakan di Tanah Suci, ibadah ini dilakukan pada waktu yang sangat dimuliakan Allah SWT.

“Umrah Ramadan itu ibadah di tempat yang suci dan di waktu yang suci. Allah melipatgandakan pahala seluruh amal ibadah di bulan ini. Karena itu, umrah Ramadan sering disetarakan dengan haji bersama Rasulullah SAW,” ujarnya.

Tak hanya umrah, jemaah juga menjalani rangkaian ibadah lain seperti salat tarawih, tahajud, iktikaf, hingga khataman Al-Qur’an. Seluruh aktivitas tersebut, menurut dia, memiliki nilai spiritual yang jauh lebih kuat ketika dilakukan di Mekkah dan Madinah.

Tingginya minat umrah Ramadan berdampak langsung pada biaya. Ahmad Yani menyebutkan, harga hotel dan tiket pesawat bisa melonjak 200 hingga 300 persen dibandingkan bulan biasa.

“Permintaan datang dari seluruh dunia, sementara waktunya sangat terbatas, hanya satu bulan dalam setahun. Apalagi di 10 hari terakhir Ramadan, itu puncaknya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pada Ramadan tahun lalu, kepadatan jemaah membuat saf salat di Masjidil Haram mencapai jarak hingga tiga kilometer dari area masjid. Kondisi ini turut memicu lonjakan harga hotel, terutama yang berada di radius dekat masjid.

Hotel Dekat Masjid Jadi Prioritas Utama

Di tengah lonjakan biaya tersebut, Tazkiyah Tour memilih untuk tetap mengutamakan hotel yang jaraknya dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Keputusan ini diambil demi efektivitas dan kenyamanan ibadah jemaah.

“Kalau hotel jauh dan harus naik shuttle bus, justru tidak efektif. Dari hotel ke masjid bisa 15 menit, tapi dari masjid kembali ke hotel bisa sampai 3-5 jam karena macet dan padatnya jemaah,” ujar Ahmad Yani.

Menurutnya, waktu jemaah akan banyak terbuang di perjalanan jika hotel terlalu jauh. Padahal, selama Ramadan –terutama 10 malam terakhir, waktu hampir 24 jam dimanfaatkan untuk ibadah, mulai dari sahur, salat Subuh, tarawih, tahajud, hingga iktikaf.

“Kalau hotel dekat, jemaah bisa cepat istirahat, fisik terjaga, dan ibadah lebih maksimal,” tambahnya.

Disiapkan Jauh Hari, Bukan Program Dadakan

Ahmad Yani menegaskan, seluruh program umrah Ramadan Tazkiyah Tour dipersiapkan sejak 10 hingga 11 bulan sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi overkapasitas hotel, keterbatasan penerbangan, hingga potensi kendala visa.

“Kami tidak pernah membuat program dadakan. Semua sudah dikontrak jauh hari, termasuk hotel dan maskapai, agar jemaah mendapat kepastian,” tegasnya.

Untuk Ramadan mendatang, Tazkiyah Tour telah menyiapkan beberapa pilihan program, mulai dari Sambut Ramadan, Awal Ramadan, hingga Akhir Ramadan yang memungkinkan jemaah fokus beribadah di 10 hari terakhir, bahkan sebagian melanjutkan puasa Syawal di Tanah Suci.

Musim Dingin, Ibadah Lebih Khusyuk

Menariknya, Ramadan dalam beberapa tahun ke depan bertepatan dengan musim dingin di Arab Saudi. Kondisi ini dinilai menjadi keuntungan tersendiri bagi jemaah.

“Cuaca lebih sejuk, waktu puasa lebih pendek, dan malam lebih panjang. Ini sangat mendukung ibadah malam seperti tahajud, tarawih, dan khataman Al-Qur’an,” jelas Ahmad Yani.

Konsistensi Hotel dan Pembimbing Berstandar

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Tazkiyah Tour juga menjaga konsistensi kerja sama dengan hotel-hotel yang sama selama bertahun-tahun. Langkah ini diambil untuk menjamin kualitas dan kepastian layanan bagi jemaah.

“Kami tidak pindah-pindah hotel. Standarnya sudah kami anggap baik dari sisi kualitas, jarak, dan kenyamanan. Yang terpenting, jemaah merasa tenang,” ujarnya.

Selain itu, pembimbing dan tour leader Tazkiyah Tour juga terus di-upgrade baik dari sisi kompetensi maupun kedekatan emosional dengan jemaah.

Fokus Ibadah, Bukan Sekadar Perjalanan

Ahmad Yani menutup dengan menegaskan bahwa umrah Ramadan bukan sekadar perjalanan religi, melainkan momentum total untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Di bulan Ramadan, orang tidak lagi memikirkan belanja. Fokusnya hanya ibadah, doa, dan spiritualitas. Karena itu, semua aspek perjalanan harus mendukung ketenangan dan kekhusyukan ibadah,” pungkasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKH Limited Beri Ganti Rugi ke Jemaah Haji Gara-gara Konsumsi Terlambat

    BPKH Limited Beri Ganti Rugi ke Jemaah Haji Gara-gara Konsumsi Terlambat

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 425
    • 0Komentar

    MAKKAH – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas ketidaksempurnaan layanan konsumsi pasca-puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), khususnya pada 14 Zulhijah 1446 H. Sebagai bentuk tanggung jawab, BPKH Limited memutuskan memberikan kompensasi uang kepada jemaah yang terdampak. Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, menjelaskan bahwa gangguan […]

    Bagikan Berita:
  • Lebaran Haji 2026, Berikut Jadwal Seleksi Petugas dan Pemberangkatan Haji

    Lebaran Haji 2026, Berikut Jadwal Seleksi Petugas dan Pemberangkatan Haji

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 532
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Mengutip dari akun Instagram Kemenhaj RI (@kemenhaj.ri), Kemeneterian Haji dan Umran Indonesia rencananya akan membuka rekrutmen petugas haji 1447 H/2026 M. Berikut jadwalnya: November 2025: Seleksi Petugas PPIH Arab Saudi dan Kloter tingkat daerah. Desember 2025: Seleksi Petugas PPIH tingkat pusat. *Kementerian Haji dan Umrah menegaskan, Seleksi PPIH berprinsip terbuka, transparan dan akuntabel. […]

    Bagikan Berita:
  • Layanan Bus Shalawat Disetop demi ‘Mendesak’ Jemaah untuk Istirahat: Jangan Sampai Kejar Sunnah Tapi Gagal Dapat yang Wajib

    Layanan Bus Shalawat Disetop demi ‘Mendesak’ Jemaah untuk Istirahat: Jangan Sampai Kejar Sunnah Tapi Gagal Dapat yang Wajib

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Makkah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama meminta seluruh jemaah haji asal Indonesia untuk mulai mengurangi aktivitas fisik yang berat dan fokus mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan menyusul pengumuman penghentian sementara layanan Bus Shalawat, yang biasanya mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. […]

    Bagikan Berita:
  • Setop Sementara Penerbitan Izin PIHK, Kemenhaj Lagi Evaluasi Ribuan Travel

    Setop Sementara Penerbitan Izin PIHK, Kemenhaj Lagi Evaluasi Ribuan Travel

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 34
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI belum membuka penerbitan izin baru bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Pemerintah memilih menghentikan sementara proses perizinan sembari melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap ribuan travel yang saat ini beroperasi. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut terdapat sekitar 3.900 travel umrah yang perlu diverifikasi secara menyeluruh. […]

    Bagikan Berita:
  • Tiga WNI yang Ditangkap di Saudi Rupanya Petugas Haji Tenaga Pendukung yang Direkrut di Jeddah

    Tiga WNI yang Ditangkap di Saudi Rupanya Petugas Haji Tenaga Pendukung yang Direkrut di Jeddah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 199
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Makkah bukan merupakan petugas haji yang direkrut dari Indonesia. Ketiganya diketahui berstatus sebagai tenaga pendukung yang direkrut Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah. Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al-Rasyid mengungkapkan, ketiga WNI […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Jemaah Umrah RI Tiba-tiba Tumbang saat Transit di Oman, Dapat Perhatian Penuh Kemenag

    Satu Jemaah Umrah RI Tiba-tiba Tumbang saat Transit di Oman, Dapat Perhatian Penuh Kemenag

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 316
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Satu orang jemaah umrah yang pulang dari ibadah di Tanah Suci, dilaporkan tiba-tiba lemas dan tumbang saat transit di Bandara Internasional Muscat, Oman, pada 5 Februari 2026 Kasubdit Pengawasan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menyampaikan pihaknya langsung memberikan penanganan optimal. Dia menyebutkan, pelindungan terhadap jemaah haji reguler, haji khusus, […]

    Bagikan Berita:
expand_less