Harga Tiket Umrah Melonjak, Garuda dan Asosiasi Haji-Umrah Cari Jalan Keluar
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 5

HAMRANEWS.ID – Kenaikan harga tiket umrah kini menjadi perhatian serius dunia penerbangan dan industri perjalanan haji dan umrah.
Melonjaknya biaya penerbangan tidak hanya berdampak pada maskapai, tetapi juga berimbas langsung kepada calon jemaah yang harus menanggung biaya perjalanan lebih tinggi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Garuda Indonesia dan 13 asosiasi haji-umrah yang berlangsung di Graha HIMPUH pada 19 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, berbagai pihak membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menekan kenaikan biaya tiket umrah yang terus terjadi.
Berdasarkan notulensi rapat, Garuda mengusulkan pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Komisi VIII DPR RI, Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Perhubungan, operator bandara, hingga penyedia bahan bakar penerbangan.
Tujuannya adalah mencari kemungkinan relaksasi terhadap sejumlah komponen biaya yang dinilai menjadi penyebab utama mahalnya tiket umrah saat ini.
Dalam forum tersebut, Garuda menjelaskan bahwa lonjakan harga tiket terutama dipicu oleh naiknya harga avtur dan tingginya biaya operasional penerbangan. Kondisi semakin rumit karena tidak adanya kontrak harga bahan bakar jangka panjang yang dapat menjamin kestabilan biaya. Harga avtur dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar, sehingga maskapai kerap harus melakukan penyesuaian tarif demi menjaga keberlangsungan operasional.
Maskapai juga menegaskan bahwa mereka tidak leluasa mengubah rute atau menambah transit di negara tertentu hanya untuk mendapatkan harga bahan bakar yang lebih murah. Jalur penerbangan dan izin operasional telah diatur melalui regulasi yang harus dipatuhi.
Dalam pembahasan tersebut, Garuda menggambarkan kondisi industri penerbangan umrah yang tengah menghadapi tekanan berat. Maskapai dituntut tetap melayani kebutuhan jemaah, namun di saat yang sama harus menghadapi biaya operasional yang terus meningkat.
Menurut pihak maskapai, pilihan yang tersedia sama-sama sulit: tetap terbang dengan risiko merugi atau menghentikan layanan seperti yang telah dilakukan sejumlah maskapai asing.
Karena itu, Garuda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari solusi jangka panjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan layanan penerbangan umrah Indonesia sekaligus melindungi kepentingan jemaah dan pelaku usaha travel yang selama ini bergantung pada stabilitas harga tiket.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



