Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Malaysia Sudah Pakai Dana Haji Investasi Hotel di Saudi, RI Masih Andalkan Surat Berharga

Malaysia Sudah Pakai Dana Haji Investasi Hotel di Saudi, RI Masih Andalkan Surat Berharga

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 69
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Besarnya dana haji yang dikelola Indonesia belum diikuti dengan penguasaan ekosistem ekonomi haji di Arab Saudi. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Pengamat menilai Indonesia masih berperan sebagai pembeli layanan, sementara Malaysia telah melangkah lebih jauh dengan memiliki investasi properti di Tanah Suci.

Pandangan tersebut disampaikan Dosen Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Dumyathi Bashori, dalam sebuah artikel opini. Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari model pengelolaan dana haji yang diterapkan Malaysia dan Turki.

Setiap tahun, lebih dari 221.000 jemaah haji dan hampir dua juta jemaah umrah Indonesia berangkat ke Arab Saudi dengan nilai belanja diperkirakan mencapai Rp50 triliun hingga Rp65 triliun. Namun, besarnya transaksi tersebut dinilai belum mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi Indonesia.

Malaysia Bangun Hotel dan Properti di Tanah Suci

Bashori mencontohkan keberhasilan Malaysia melalui Lembaga Tabung Haji (TH). Dana kelolaan Tabung Haji yang mencapai sekitar RM80–90 miliar atau setara Rp260–300 triliun tidak hanya ditempatkan pada instrumen keuangan, tetapi juga diinvestasikan pada aset riil.

Investasi tersebut mencakup hotel, properti, sektor agribisnis, hingga berbagai fasilitas strategis di Makkah dan Madinah. Dengan kepemilikan aset tersebut, Malaysia memiliki posisi tawar yang lebih kuat terhadap penyedia layanan di Arab Saudi sekaligus mampu memberikan subsidi biaya haji secara lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Turki menerapkan strategi berbeda. Melalui lembaga Diyanet, penyelenggaraan haji diintegrasikan dengan maskapai Turkish Airlines, jaringan hotel, katering, hingga berbagai produk industri dalam negeri sehingga manfaat ekonomi dinikmati oleh industri nasional.

Indonesia Masih Minim Investasi Langsung

Berbeda dengan Malaysia, investasi langsung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dinilai masih sangat terbatas. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2025, total aset BPKH dan entitas anak mencapai Rp238,81 triliun.

Namun, dari total investasi sebesar Rp159,96 triliun, mayoritas masih ditempatkan pada Surat Berharga senilai Rp130,46 triliun dan penempatan bank Rp29,01 triliun. Adapun investasi langsung baru mencapai Rp388,92 miliar.

Bashori juga menilai berbagai kerja sama internasional yang dijalin BPKH Limited belum berujung pada kepemilikan aset fisik di Arab Saudi.

Karena itu, ia mendorong Indonesia mulai mengubah strategi pengelolaan dana haji dengan berinvestasi langsung pada hotel, katering, logistik, dan layanan pendukung di Arab Saudi. Menurutnya, dengan dana kelolaan dan jumlah jemaah terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal besar untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih mandiri dan berdaulat, sebagaimana telah dilakukan Malaysia.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Sarankan Jemaah Indonesia Sering-sering Pakai Sarung, Batik Hingga Peci Ketika di Makkah

    Dahnil Sarankan Jemaah Indonesia Sering-sering Pakai Sarung, Batik Hingga Peci Ketika di Makkah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 310
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan sejumlah pesan kepada para calon jemaah haji yang mengikuti bimbimban manasik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu 7 Februari 2026. Kepada jemaah, Dahnil mengingatkan agar para jemaah sering-sering mamakai sarung, peci, hingga baju batik ketika berada di Tanah Suci. Itu perlu, agar […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Ilegal yang Meninggal di Gurun Rupanya Bayar Rp105 Juta ke Travel

    Jemaah Haji Ilegal yang Meninggal di Gurun Rupanya Bayar Rp105 Juta ke Travel

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 403
    • 0Komentar

    SAUDI – Seorang warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berinisial SM, dilaporkan meninggal dunia saat mencoba menunaikan ibadah haji secara ilegal di Makkah, Arab Saudi. SM meninggal akibat dehidrasi setelah memaksa masuk ke wilayah Makkah melalui jalur tidak resmi di gurun pasir. Menurut keterangan Junaidi, kerabat korban yang juga warga Blumbungan, […]

    Bagikan Berita:
  • Aksi Hero Rayan bin Saeed, Petugas Keamanan Masjidilharam yang Menyelamatkan Nyawa Seorang Pria

    Aksi Hero Rayan bin Saeed, Petugas Keamanan Masjidilharam yang Menyelamatkan Nyawa Seorang Pria

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 366
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Aksi seorang jemaah yang nekat melompat dari ketinggian di Kawasan Masjidilharam, menjadi ramai di media sosial. Namun, di balik insiden itu, seorang petugas keamanan, Rayan bin Saeed bin Yahya Al-Ahmad, menjadi buah bibir karena aksi penyelamatan yang dia lakukan. Rayan bin Saeed, dengan gagah mempertaruhkan nyawanya demi menghalangi kepala seorang pria terbentur ke […]

    Bagikan Berita:
  • Distribusi Kartu Nusuk Harus di Embarkasih Bukan di Tanah Suci, Ini 14 Poin Desakan Komisi VIII ke Kemenhaj

    Distribusi Kartu Nusuk Harus di Embarkasih Bukan di Tanah Suci, Ini 14 Poin Desakan Komisi VIII ke Kemenhaj

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 342
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Haji dan Umrah RI untuk segera menindaklanjuti berbagai arahan strategis guna memastikan pelayanan haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lebih baik, transparan, dan mengutamakan kepentingan jemaah. Desakan ini muncul setelah Komisi VIII menerima sejumlah masukan terkait peningkatan kualitas layanan, efisiensi anggaran, serta perlindungan jemaah di Tanah Suci. […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 214
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jemaah haji 2026 diimbau untuk memperhatikan aturan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi terkait pembawaan uang tunai dan barang berharga ke Tanah Suci. Otoritas Zakat, Pajak, dan Bea Cukai Saudi mewajibkan siapa pun yang membawa lebih dari SAR 60.000 (sekitar Rp250 juta) atau setara dalam bentuk lain untuk mendeklarasikan kepemilikan tersebut saat tiba atau […]

    Bagikan Berita:
  • Pelunasan Haji Sulsel Tembus 116 Persen, Capaian Tertinggi secara Nasional

    Pelunasan Haji Sulsel Tembus 116 Persen, Capaian Tertinggi secara Nasional

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 389
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam proses pelunasan biaya haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga pelunasan tahap pertama dan kedua berakhir, tingkat pelunasan jemaah haji di Sulsel menembus 116 persen, melampaui target kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut diungkapkan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, […]

    Bagikan Berita:
expand_less