Kepulangan Jemaah Umrah Terganggu Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sebagian Masih Tertahan di Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 10
- print Cetak

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf
HAMRANEWS.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu penutupan delapan bandara di Indonesia turut mengacaukan jadwal kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi.
Sejumlah jemaah bahkan dilaporkan masih tertahan di Saudi karena penerbangan mereka terdampak penghentian sementara operasional bandara.
Persoalan lain muncul karena tidak semua jemaah memperoleh fasilitas penginapan atau kompensasi dari maskapai selama menunggu penerbangan lanjutan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, penanganan terhadap jemaah terdampak sejauh ini belum seragam. Ada maskapai yang memberikan kompensasi berupa hotel, namun ada pula yang belum menyediakan fasilitas tersebut.
“Ada beberapa maskapai yang memberikan kompensasi hotel penginapan. Ada juga beberapa yang tidak memberikan,” ujar Irfan saat dihubungi, Senin 7 September 2026.
Irfan meminta tim Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau kondisi jemaah yang masih berada di Arab Saudi.
Menurutnya, penutupan ruang udara secara mendadak membuat sejumlah maskapai kesulitan memenuhi kebutuhan akomodasi bagi jemaah yang penerbangannya tertunda.
Kemenhaj juga telah menurunkan tim untuk memantau kondisi jemaah di Arab Saudi sekaligus calon jemaah yang masih berada di Indonesia. Namun, Irfan menyebut pihaknya masih menunggu pendataan lebih lengkap mengenai jumlah jemaah yang benar-benar terdampak.
“Saya sudah minta tim kita untuk memantau, ada jemaah umrah kita yang tertunda kepulangannya ke Tanah Air. Angka-angkanya sedang saya minta untuk kepastian,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj mengimbau calon jemaah umrah di Indonesia menunda keberangkatan sampai kondisi penerbangan kembali dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Meski sejumlah bandara utama masih terdampak, sebagian jemaah tetap dapat dipulangkan melalui jalur alternatif. Salah satunya dengan mengalihkan penerbangan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
“Ada yang bisa pulang ke Tanah Air, tetapi dialihkan melalui Kertajati,” jelas Irfan.
Kemenhaj terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan jemaah yang terdampak tetap mendapatkan penanganan selama proses pemulangan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
