Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pelunasan Haji Sulsel Tembus 116 Persen, Capaian Tertinggi secara Nasional

Pelunasan Haji Sulsel Tembus 116 Persen, Capaian Tertinggi secara Nasional

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 483
  • print Cetak

HAMRANEWS – Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam proses pelunasan biaya haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga pelunasan tahap pertama dan kedua berakhir, tingkat pelunasan jemaah haji di Sulsel menembus 116 persen, melampaui target kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Capaian tersebut diungkapkan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, dalam podcast Tazkiyah Tour beberapa waktu lalu. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingginya kesiapan jemaah sekaligus efektivitas sistem penyelenggaraan haji di Sulsel.

“Pelunasan di Sulawesi Selatan sudah selesai dan capaiannya 116 persen. Ini tertinggi di Indonesia,” ujar Ikbal.

Dia menjelaskan, kelebihan pelunasan tersebut terjadi karena tingginya antusiasme jemaah serta kesiapan administrasi sejak awal, termasuk dokumen dan pembiayaan. Kondisi ini membuat Sulsel berada dalam posisi aman dan siap memasuki tahapan teknis penyelenggaraan haji berikutnya.

Haji Khusus Nyaris Penuh Kuota

Selain haji reguler, pelunasan haji khusus di Sulsel juga menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat 16.873 jemaah telah melunasi biaya haji khusus. Jumlah tersebut nyaris menyentuh total kuota nasional haji khusus tahun 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 17 ribu jemaah termasuk petugas.

Ikbal menegaskan, tingginya angka pelunasan menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap layanan haji, baik reguler maupun khusus, terus meningkat.

Didukung Sistem Baru Kementerian Haji

Capaian pelunasan yang tinggi ini tidak terlepas dari transformasi kelembagaan penyelenggaraan haji. Pada era pemerintahan Prabowo–Gibran, pemerintah membentuk Kementerian Haji dan Umrah yang berdiri sendiri, terpisah dari Kementerian Agama setelah hampir 80 tahun.

Kementerian ini bertanggung jawab penuh atas pengelolaan haji, mulai dari dokumen jemaah, visa, pelunasan, hingga layanan di Arab Saudi seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

“Dengan kementerian yang fokus, koordinasi menjadi lebih cepat dan pelayanan lebih terukur,” kata Ikbal.

Kuota Berbasis Daftar Tunggu

Tahun 2026 juga menjadi titik awal penerapan pembagian kuota haji berbasis daftar tunggu, bukan lagi jumlah penduduk muslim. Kebijakan ini bertujuan menghapus ketimpangan ekstrem masa tunggu antarprovinsi.

Menurut Ikbal, sistem baru tersebut ikut mendorong kepastian bagi jemaah yang sudah lama menunggu, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem haji nasional.

Batas Waktu Krusial

Ikbal mengingatkan sejumlah tenggat waktu penting dalam penyelenggaraan haji 2026, antara lain:

1 Februari 2026 sebagai batas akhir kontrak akomodasi dan transportasi darat.

8 Februari 2026 sebagai batas akhir entri data jemaah ke dalam sistem.

Ia menekankan bahwa ketepatan waktu dalam memenuhi tahapan ini sangat menentukan kelancaran operasional di Tanah Suci.

Haji Ramah Wanita dan Kepatuhan Regulasi

Selain aspek administratif, penyelenggaraan haji 2026 juga mengusung konsep “Haji Ramah Wanita”, mengingat sekitar 70 persen jemaah Indonesia adalah perempuan. Sekitar 33 persen petugas haji direkrut dari kalangan perempuan untuk memberikan layanan yang lebih nyaman dan humanis.

Di sisi lain, jemaah juga diingatkan untuk mematuhi aturan ketat Pemerintah Arab Saudi, khususnya larangan berfoto di area tawaf, mengganggu kekhusyukan ibadah, serta memotret aparat dan fasilitas keamanan.

Imbauan Waspada Visa Ilegal

Menutup keterangannya, Ikbal mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan visa haji resmi pemerintah. Ia mengingatkan maraknya penawaran visa di luar jalur resmi yang berpotensi membuat jemaah gagal berangkat atau bahkan gagal masuk ke Arafah.

“Masyarakat harus berhati-hati. Pastikan semua proses melalui jalur resmi,” tegasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Tahun Baru Hijriah, Tazkiyah Group Beri Kejutan Haji Khusus Gratis ke Jemaah

    Rayakan Tahun Baru Hijriah, Tazkiyah Group Beri Kejutan Haji Khusus Gratis ke Jemaah

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 167
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Tazkiyah Group menggelar perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan mengusung tema ‘Semangat Hijrah Menggapai Baitullah’ di Hotel Myko Makassar, Sabtu 20 Juni 2026. Ratusan alumni haji khusus dan umrah Tazkiyah, serta serta pendaftar umrah-haji khusus yang menjadi bagian dari keluarga besar Tazkiyah Group memeriahkan perayaan menyambut Tahun Hijriah itu. Menariknya, dalam perayaan […]

    Bagikan Berita:
  • Cuaca Buruk Bikin Emirates Batalkan Sejumlah Penerbangan dari Dubai

    Cuaca Buruk Bikin Emirates Batalkan Sejumlah Penerbangan dari Dubai

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 436
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Maskapai penerbangan Emirates membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai sedalah kawasan di Uni Emirat Arab itu dilanda cuaca buruk. Maskapai Emirates membatalkan sejumlah penerbangan yang dijadwalkan beroperasi pada Jumat, 19 Desember, menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Mengutip laporan Gulf News, dalam pembaruan resmi yang dirilis pada 18 Desember malam waktu setempat, Emirates […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Bisa Nyetir di Arab Saudi, Salah Satu Syaratnya SIM Internasional

    Jemaah Bisa Nyetir di Arab Saudi, Salah Satu Syaratnya SIM Internasional

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 683
    • 0Komentar

    SAUDI – Tidak selamanya kunjungan kunjungan wisata umrah di Tanah Suci harus dengan bus rombongan maupun akomodasi lain yang disiapkan oleh travel. Jemaah sebetulnya bisa menyewa sendiri kendaraan jika ingin mengunjungi tempat yang tidak terjadwal dalam agenda yang disiapkan oleh Agen Perjalanan. Nah, Pemerintah Arab Saudi baru baru ini mengeluarkan aturan baru yang wajib diperhatikan […]

    Bagikan Berita:
  • Dokter pembimbing haji khusus Tazkiyah Tour, dr. A. Besse Hanan Marfu’ah

    Cuaca di Madinah Cukup Terik, Dokter Pembimbing Haji Tazkiyah Tour Ingatkan Jemaah Rajin Minum dan Jaga Kelembapan Bibir

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 249
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Cuaca panas dan udara kering di Kota Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji. Karena itu, Tim Dokter Pembimbing Haji Khusus Tazkiyah Tour mengingatkan kepada para jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, termasuk mencegah bibir kering dan pecah-pecah yang bisa dialami saat menjalankan ibadah haji. Dokter pembimbing haji khusus Tazkiyah Tour, dr. A. Besse […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Jemaah Haji Asal Sinjai Meninggal karena Serangan Jantung di Makkah

    Satu Jemaah Haji Asal Sinjai Meninggal karena Serangan Jantung di Makkah

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 720
    • 0Komentar

    MAKKAH – Satu orang jemaah haji (JH) kloter 3 embarkasi UPG Makassar asal kabupaten Sinjai, meninggal di Rumah Sakit Saudi National Hospital Makkah pada pukul 21.00 WAS, Jumat 16 Mei 2025. Ketua Sektor III Makkah, H. Ikbal Ismail mengabarkan, jemaah tersebut bernama Ambo Bennu Petta Nini asal kabupaten Sinjai. “Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Turunkan Batas Wajib Lapor Uang Tunai-Emas Jadi Rp173 Juta untuk Jemaah Haji-Umrah

    Arab Saudi Turunkan Batas Wajib Lapor Uang Tunai-Emas Jadi Rp173 Juta untuk Jemaah Haji-Umrah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 168
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan kepabeanan dengan menurunkan batas nilai harta yang wajib dilaporkan saat masuk atau keluar negara tersebut. Jika sebelumnya orang yang datang Arab Saudi hanya diwajibkan melapor ketika membawa uang tunai, emas, atau barang berharga senilai SAR 60.000, kini ambang batasnya diturunkan menjadi SAR 40.000 atau sekitar Rp173 juta (kurs […]

    Bagikan Berita:
expand_less