Penerbangan Umrah Ikut Terdampak Recall 6.000 Pesawat A320 Airbus
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- visibility 38

HAMRANEWS – Penerbangan rute Arab Saudi ikut terdampak setelah Airbus mengeluarkan perintah penarikan (recall) darurat terhadap 6.000 pesawat keluarga A320 pada Jumat 28 November 2025.
Pihak Otoritas Penerbangan Saudi pun telah bergerak cepat pada akhir pekan lalu untuk mengatasi potensi gangguan itu. Penarikan pesawat tersebut cukup menghambat aktivitas penerbangan di berbagai maskapai dunia, termasuk maskapai Arab Saudi seperti Saudia, Flynas, dan Flyadeal.
Recall ini dilakukan menyusul insiden serius di Amerika Serikat pada 30 Oktober 2025, ketika sebuah pesawat JetBlue A320 dalam penerbangan dari Meksiko ke New Jersey mengalami gangguan mendadak pada sistem kendali penerbangan.
Kondisi tersebut memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Tampa dan mengakibatkan beberapa penumpang terluka.
Airbus diperkirakan akan mengeluarkan Emergency Airworthiness Directive sebagai langkah pengamanan lanjutan.
Dua Maskapai Saudi Selesaikan Pembaruan Teknis
Hingga Sabtu, dua maskapai Arab Saudi yang terkena dampak memastikan telah menyelesaikan pembaruan perangkat lunak dan teknis sesuai instruksi.
Flyadeal menjadi maskapai pertama yang mengumumkan kepatuhan penuh, menyebut semua perbaikan yang diwajibkan telah dilaksanakan dan para penumpang terdampak telah dihubungi untuk penjadwalan ulang serta layanan bantuan.
“Kami memperkirakan operasional penerbangan akan kembali normal pada tengah malam 29 November 2025,” kata pihak Flyadeal. Maskapai juga menambah frekuensi penerbangan pada rute-rute dengan permintaan tinggi. Flyadeal menyampaikan terima kasih kepada penumpang atas kesabaran mereka dan mengapresiasi staf yang bekerja sepanjang malam demi memastikan keselamatan dan kelancaran layanan.
Flynas juga melaporkan penyelesaian pembaruan pada 20 dari 68 pesawat terdampak “dalam waktu yang sangat cepat tanpa berdampak pada kinerja operasional.”
Maskapai menegaskan jadwal penerbangan tetap berjalan normal sepanjang proses pembaruan dengan “tanpa penundaan akibat pembaruan tersebut,” serta memuji tim teknis yang mampu menjaga efisiensi tinggi sambil tetap mengutamakan standar keselamatan dan keamanan.
Operasional Mulai Kembali Normal
Seiring regulator penerbangan internasional menyiapkan panduan lebih lanjut, maskapai Saudi tampaknya berhasil menahan dampak terburuk. Dengan pembaruan teknis yang kini telah rampung, Flynas dan Flyadeal menyatakan operasional reguler kembali berlangsung dan penumpang bisa segera menikmati layanan normal.
Analis penerbangan sekaligus mantan pilot, John Nance, mengatakan gejala yang dilaporkan dalam insiden JetBlue mengarah pada kemungkinan masalah autopilot.
“Ketika pesawat di ketinggian tiba-tiba berguncang dan kru melaporkan anomali pada kendali penerbangan, itu menunjukkan kemungkinan autopilot sudah mencapai batas dalam mempertahankan konfigurasi pesawat dan akhirnya terputus,” ujarnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



