Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 424
  • print Cetak

HAMRANEWS — Risiko keterlambatan pembayaran layanan haji ke Arab Saudi kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengusulkan pembentukan tim khusus verifikasi demi mencegah terhambatnya proses Pengembalian Keuangan (PK) jemaah haji khusus yang berpotensi berdampak pada pembayaran kontrak layanan di Tanah Suci.

HNW menilai, lambatnya penyelesaian administrasi PK dapat berujung pada keterlambatan pelunasan kewajiban Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) kepada penyedia layanan di Arab Saudi.

Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, risiko gagal berangkat bagi sebagian jemaah haji khusus tidak bisa diabaikan.

“Timeline haji semakin pendek, sementara kewajiban pembayaran ke Arab Saudi memiliki tenggat yang ketat. Karena itu, perlu langkah ekstra, salah satunya dengan membentuk tim verifikasi administratif yang bekerja secara khusus dan intensif,” ujar HNW dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026).

Kendala Verifikasi Jadi Titik Rawan

Berdasarkan masukan dari asosiasi PIHK, HNW mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, pencairan dana PK jemaah haji khusus dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) belum sepenuhnya tuntas.

Salah satu kendala utama berada pada proses verifikasi dokumen di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji (Siskohat), termasuk integrasi data kesehatan jemaah melalui Siskohatkes.

Menurut HNW, tahun 2025–2026 menjadi fase transisi penting karena untuk pertama kalinya pengelolaan Siskohat berada di bawah Kementerian Haji, sekaligus pertama kali data kesehatan jemaah diintegrasikan penuh ke dalam sistem tersebut.

“Karena ini tahun pertama, wajar jika masih ditemukan persoalan teknis, baik di haji reguler maupun haji khusus. Tapi justru di sinilah pentingnya disiapkan langkah kontingensi, termasuk verifikasi manual jika diperlukan,” tegasnya.

Usulan Tim Pendamping Teknis hingga Program Magang

Untuk mempercepat proses, HNW mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak hanya membentuk tim verifikasi, tetapi juga tim pendampingan teknis administratif yang fokus membantu PIHK menyelesaikan kekurangan dokumen.

Ia bahkan mengusulkan agar Kemenhaj membuka peluang program magang bagi mahasiswa manajemen haji dan umrah, guna membantu proses verifikasi data apabila keterbatasan sumber daya menjadi kendala.

“Langkah ini bukan hanya mempercepat proses, tapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi calon SDM perhajian,” ujarnya.

Dana Ada, Administrasi Jadi Kunci

HNW menegaskan, BPKH telah memastikan bahwa dana PK haji khusus maupun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler tersedia dan siap dicairkan, sepanjang seluruh persyaratan administratif terpenuhi.

Ia juga mengapresiasi Kemenhaj yang tetap membuka layanan bagi jemaah haji reguler meski di hari libur, seraya berharap pola pelayanan dan pendampingan serupa diberikan kepada jemaah haji khusus melalui PIHK masing-masing.

“Dengan kepastian administrasi, jemaah akan merasa lebih tenang. Mereka punya waktu cukup untuk mempersiapkan manasik dan fokus pada kualitas ibadah, bukan diliputi kecemasan soal keberangkatan,” kata HNW.

Risiko ke Saudi Jadi Taruhan Waktu

Sebagai informasi, proses pencairan PK haji khusus berpengaruh langsung terhadap kemampuan PIHK membayar kontrak layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi jemaah di Arab Saudi. Dana PK harus ditransfer ke rekening PIHK di Saudi sebagai syarat utama penguncian layanan.

Tanpa pencairan tepat waktu, PIHK berisiko melewati batas pembayaran yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, yakni 4 Januari hingga 1 Februari 2026.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, menyatakan keterlambatan bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi penyesuaian sistem dan regulasi.

“Masih ada penyesuaian di sistem dan regulasi. Insyaallah, seluruhnya bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Ian.

Pemerintah, lanjut Ian, berkomitmen menuntaskan seluruh proses pelunasan dan PK sebelum tenggat Saudi, sembari terus berkoordinasi dengan PIHK agar percepatan berjalan optimal.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Petugas Haji 2027 Tanpa Wawancara, Nilai Administrasi Jadi Penentu Awal

    Seleksi Petugas Haji 2027 Tanpa Wawancara, Nilai Administrasi Jadi Penentu Awal

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 94
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk musim haji 1448 H/2027 M membawa sejumlah mekanisme baru. Salah satu yang paling mencolok, tidak ada lagi tahapan wawancara dalam proses seleksi petugas haji. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan seleksi dilakukan dalam satu rangkaian yang meliputi verifikasi administrasi, Computer Assisted Test (CAT), pemeriksaan kesehatan atau […]

    Bagikan Berita:
  • Menag Sebut Arab Saudi Gandeng Konsultan Amerika dan Makin Fokus Kejar Profit

    HIMPUH Ingatkan Hati-hati Ajakan Umrah Mandiri Padahal Calo

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 587
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejak diundangkan, aturan dalam undang-undang nomor 14 Tahun 2025 yang membolehkan umat Islam berangkat umrah melalui jalur mandiri diramaikan dengan euforia warga Indonesia. Langkah ini tujuannya baik, karena memberi peluang warga Indonesia menggunakan opsi lain untuk memenuhi panggilan ke Baitullah. Akan tetapi, Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Suwartini mengingatkan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 174
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Calon jemaah umrah yang berencana berangkat ke Tanah Suci pada musim Umrah 1448 H/2026 perlu mencermati perubahan penting terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan mekanisme pengurusan izin masuk Raudhah secara kolektif melalui sistem Tasreh oleh biro perjalanan umrah. Mulai musim ini, seluruh proses reservasi hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Dana Talangan Haji Harus Dihentikan Menurut Dahnil: Memanfaatkan Spiritualisme Umat untuk Raup Untung

    Dana Talangan Haji Harus Dihentikan Menurut Dahnil: Memanfaatkan Spiritualisme Umat untuk Raup Untung

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 94
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengambil sikap lebih tegas terhadap praktik dana talangan haji dan umrah yang masih ditawarkan sejumlah bank maupun lembaga keuangan. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai praktik penggunaan dana talangan, apalagi demi meraup untung, berpotensi menjadikan keinginan masyarakat menunaikan ibadah sebagai celah bisnis yang justru membebani calon jemaah. Dahnil bahkan […]

    Bagikan Berita:
  • Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 687
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan jumlah kuota haji reguler yang signifikan untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama DPR RI telah menetapkan kuota haji reguler untuk Provinsi Sulsel sebanyak 9.670 jemaah. H. Iqbal Ismail, yang merupakan Kabid Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Prov Sul-Sel mengungkapkan alasan kenaikan […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
expand_less