Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • visibility 26

HAMRANEWS — Risiko keterlambatan pembayaran layanan haji ke Arab Saudi kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengusulkan pembentukan tim khusus verifikasi demi mencegah terhambatnya proses Pengembalian Keuangan (PK) jemaah haji khusus yang berpotensi berdampak pada pembayaran kontrak layanan di Tanah Suci.

HNW menilai, lambatnya penyelesaian administrasi PK dapat berujung pada keterlambatan pelunasan kewajiban Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) kepada penyedia layanan di Arab Saudi.

Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, risiko gagal berangkat bagi sebagian jemaah haji khusus tidak bisa diabaikan.

“Timeline haji semakin pendek, sementara kewajiban pembayaran ke Arab Saudi memiliki tenggat yang ketat. Karena itu, perlu langkah ekstra, salah satunya dengan membentuk tim verifikasi administratif yang bekerja secara khusus dan intensif,” ujar HNW dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026).

Kendala Verifikasi Jadi Titik Rawan

Berdasarkan masukan dari asosiasi PIHK, HNW mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, pencairan dana PK jemaah haji khusus dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) belum sepenuhnya tuntas.

Salah satu kendala utama berada pada proses verifikasi dokumen di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji (Siskohat), termasuk integrasi data kesehatan jemaah melalui Siskohatkes.

Menurut HNW, tahun 2025–2026 menjadi fase transisi penting karena untuk pertama kalinya pengelolaan Siskohat berada di bawah Kementerian Haji, sekaligus pertama kali data kesehatan jemaah diintegrasikan penuh ke dalam sistem tersebut.

“Karena ini tahun pertama, wajar jika masih ditemukan persoalan teknis, baik di haji reguler maupun haji khusus. Tapi justru di sinilah pentingnya disiapkan langkah kontingensi, termasuk verifikasi manual jika diperlukan,” tegasnya.

Usulan Tim Pendamping Teknis hingga Program Magang

Untuk mempercepat proses, HNW mendorong Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak hanya membentuk tim verifikasi, tetapi juga tim pendampingan teknis administratif yang fokus membantu PIHK menyelesaikan kekurangan dokumen.

Ia bahkan mengusulkan agar Kemenhaj membuka peluang program magang bagi mahasiswa manajemen haji dan umrah, guna membantu proses verifikasi data apabila keterbatasan sumber daya menjadi kendala.

“Langkah ini bukan hanya mempercepat proses, tapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi calon SDM perhajian,” ujarnya.

Dana Ada, Administrasi Jadi Kunci

HNW menegaskan, BPKH telah memastikan bahwa dana PK haji khusus maupun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler tersedia dan siap dicairkan, sepanjang seluruh persyaratan administratif terpenuhi.

Ia juga mengapresiasi Kemenhaj yang tetap membuka layanan bagi jemaah haji reguler meski di hari libur, seraya berharap pola pelayanan dan pendampingan serupa diberikan kepada jemaah haji khusus melalui PIHK masing-masing.

“Dengan kepastian administrasi, jemaah akan merasa lebih tenang. Mereka punya waktu cukup untuk mempersiapkan manasik dan fokus pada kualitas ibadah, bukan diliputi kecemasan soal keberangkatan,” kata HNW.

Risiko ke Saudi Jadi Taruhan Waktu

Sebagai informasi, proses pencairan PK haji khusus berpengaruh langsung terhadap kemampuan PIHK membayar kontrak layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi jemaah di Arab Saudi. Dana PK harus ditransfer ke rekening PIHK di Saudi sebagai syarat utama penguncian layanan.

Tanpa pencairan tepat waktu, PIHK berisiko melewati batas pembayaran yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, yakni 4 Januari hingga 1 Februari 2026.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, menyatakan keterlambatan bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi penyesuaian sistem dan regulasi.

“Masih ada penyesuaian di sistem dan regulasi. Insyaallah, seluruhnya bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Ian.

Pemerintah, lanjut Ian, berkomitmen menuntaskan seluruh proses pelunasan dan PK sebelum tenggat Saudi, sembari terus berkoordinasi dengan PIHK agar percepatan berjalan optimal.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SAUDI – Kisah inspiratif itu datang dari sosok Fatahula La Aba, jemaah haji asal Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Di usianya yang sudah 104 tahun, Fatahula berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2025 tanpa kendala berarti—bahkan tanpa bantuan kursi roda. Kakek 12 anak ini kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya dengan kondisi sehat […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Persen Dana Haji Saja Rp200 Miliar, Menteri Gus Irfan Ingatkan Jajarannya Jaga Kebocoran

    Satu Persen Dana Haji Saja Rp200 Miliar, Menteri Gus Irfan Ingatkan Jajarannya Jaga Kebocoran

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan semua jajaran di kementeriannya untuk bersama-sama mencegah risiko kebocoran pada dana haji. “Saya sangat mewanti-mewanti tim yang ada di Kementerian Haji supaya jangan sampai ada kebocoran,” kata Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan saat ditemui usai prosesi wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) […]

    Bagikan Berita:
  • Travel Umrah Diduga Terlibat Korupsi Kuota Haji, KPK Geledah Satu Kantor Biro Perjalanan

    Travel Umrah Diduga Terlibat Korupsi Kuota Haji, KPK Geledah Satu Kantor Biro Perjalanan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji periode 2023–2024 terus merembet. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyasar pihak swasta, salah satunya sebuah biro perjalanan umrah dan haji yang diduga ikut terlibat. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik melakukan penggeledahan di kantor agen perjalanan tersebut pada Kamis, 14 Agustus 2025. […]

    Bagikan Berita:
  • Kasus 35 Orang di Makassar Gagal Umrah, Perhatikan Ini Setelah Melakukan Pembayaran ke Travel

    Kasus 35 Orang di Makassar Gagal Umrah, Perhatikan Ini Setelah Melakukan Pembayaran ke Travel

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Kasus 35 calon jemaah umrah asal Makassar yang gagal berangkat umrah, baru-baru ini menjadi contoh kasus yang bisa jadi pelajaran untuk para calon jemaah lain. Dalam kasus yang dialami puluhan calon jemaah umrah tersebut, diketahui mereka sudah membayar sejumlah uang untuk berangkat umrah. Tapi visanya tidak terbit-terbit, sementara pesawatnya sudah terbang ke Tanah […]

    Bagikan Berita:
  • Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Daftar Petugas Haji 2026

    Syarat dan Dokumen yang Diperlukan untuk Daftar Petugas Haji 2026

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 113
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejumlah syarat termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendaftar petugas haji 2026 diumumkan Kementerian Haji dan Umrah. Kemenhaj memastikan, seleksi petugas ini akan dilaksanakan secara ketat, transparan, dan terjadwal. Seleksi petugas haji pusat dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025, menyusul seleksi daerah yang digelar lebih awal. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, […]

    Bagikan Berita:
  • BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 74
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Cuaca ekstrem kembali membayangi Arab Saudi. Badan Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) memperingatkan bahwa badai petir disertai hujan lebat dan angin kencang diprediksi mengguyur sejumlah wilayah utama, termasuk Makkah dan Madinah. Ancaman banjir bandang pun ditekankan sebagai risiko terbesar dalam beberapa hari ke depan. Menurut prakiraan terbaru NCM sebagaimana dilaporkan gulfnews, hujan […]

    Bagikan Berita:
expand_less