Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Gagal Berangkat Haji 2025, Warga Jeneponto Tuntut Uangnya Dikembalikan

Gagal Berangkat Haji 2025, Warga Jeneponto Tuntut Uangnya Dikembalikan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 473
  • print Cetak

JENEPONTO – Seorang jemaah calon haji khusus yang gagal berangkat saat mendaftar haji furoda menuntut uangnya dikembalikan. Jemaah tersebut, Abd Daud yang akrab disapa Daeng Ngondang pun menuntut NABA Tour & Travel dan agen travelnya, yakni H Rahim untuk mengembalikan duitnya yang disetor pada 2025.

Abd Daud (65), Warga Ulugalung, Togo-togo, Kecamatan Batang, Jeneponto, awalnya mengaku mendaftar di NABA Tour & Travel, yang memberikan promo kuota haji khusus Kementerian Agama (Kemenag).

Mengutip dari sindomakassar, haji Khusus merupakan program haji yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah pengawasan Kemenag.

Berbeda dengan haji reguler yang dikelola langsung oleh pemerintah, haji khusus dijalankan oleh travel atau agen perjalanan haji yang memiliki izin resmi dari Kemenag.

Jika bercermin ke haji khusus 2025, kuota khusus ini terdiri dari jemaah haji khusus lunas tunda, jemaah haji khusus berdasarkan nomor urut porsi berikutnya, jemaah haji khusus prioritas lansia (1 persen), serta petugas haji (penanggung jawab PIHK, pembimbing, petugas kesehatan).

Abd Daud mengungkapkan, alasan travel gagal memberangkatkan dirinya dalah karena terkendala usia. Usianya dianggap tidak sesuai regulasi paket Haji Plus.

“Iya pak (betul), penyebabnya masalah umur, batas 59 tahun kalau Haji Plus, kalau pindah ke Haji Furoda itu dengan Haji reguler sampai umur 100 tahun bisa,” ujarnya Abd Daud.

Padahal berdasarkan peraturan Dirjen PHU Kemenag, untuk musim haji 2025 tidak ada pembatasan usia, dan bahwa pihaknya berharap di 2026 pun pembatasan usia tidak diberlakukan asalkan calon jamaah sehat.

Abd Daud mengaku mendaftar sejak November 2024 lalu dengan janji berangkat melalui paket Haji Plus. Ia telah menyetor Rp290 juta melalui seorang perantara bernama H. Rahim yang diduga salah satu agen travel.

Awalnya Ia menyetor uang Rp225 juta untuk Haji Plus, sementara Rp290 juta untuk Haji Furoda. “Makanya saya tambah Rp65 juta,” ungkapnya.

Perlengkapan haji seperti koper sudah ia terima pada Maret 2025. Namun, keberangkatannya gagal dua kali, baik melalui Haji Plus maupun Haji Furoda.

Karena gagal berangkat, Abd Daud pun menuntut pengembalian dananya tampa ada pemotongan lantaran tidak ada tanda tanda mau diberangkatkan.

“Saya minta dikembalikan itu uang karena kalau begini tidak ada tanda-tanda pemberangkatan,” tegasnya.

Daeng Ngondang sapaan akrabnya merasa kecewa karena jadwal keberangkatannya tiba-tiba berubah ke tahun 2026. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan uang setoran belum masuk ke manajemen travel.

Ia juga menolak saran mengubah data umur di KTP karena khawatir bermasalah saat pengurusan visa.

Abd Daud bahkan menyebut pihak travel berencana memotong dana 35 persen saat pengembalian, padahal ia merasa tidak pernah ikut manasik maupun vaksinasi.

Jika uangnya tidak dikembalikan, maka Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum.

Sementara itu, H Rahim yang disebut sebagai agen travel penampung dana mengaku hanya perantara. Ia membantu komunikasi antara Abd Daud dan pihak NABA Tour.

“Kalau tanya ke saya jelas tidak tahu kenapa Haji Furoda batal berangkat,” tuturnya.

Ia menegaskan sudah menyerahkan tanda bukti setoran kepada Abd Daud.

Hingga berita ini tayang, SINDO Makassar masih berusaha untuk melakukan konformasi ke pihak NABA Tour & Travel soal permintaan dari Abd Daud.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Banten Dapat Hotel 13,5 Kilometer dari Masjidilharam, Anggota DPR RI Protes

    Jemaah Haji Banten Dapat Hotel 13,5 Kilometer dari Masjidilharam, Anggota DPR RI Protes

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 317
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jelang keberangkatan jemaah haji 2026, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Banten III (Tangerang Raya), Wahidin Halim, memprotes penempatan jemaah haji asal Banten yang dinilai terlalu jauh dari pusat aktivitas ibadah di Makkah, Arab Saudi. “Kenapa Banten diperlakukan tidak adil? Kenapa Banten justru ditempatkan pada posisi yang terlalu jauh?” tegas Wahidin dalam […]

    Bagikan Berita:
  • Imbas Perang, Tazkiyah Gercep Alihkan Penerbangan Haji Khusus ke Garuda dan Saudia Airlines

    Imbas Perang, Tazkiyah Gercep Alihkan Penerbangan Haji Khusus ke Garuda dan Saudia Airlines

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 305
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eskalasi konflik di Timur Tengah ikut berdampak pada penerbangan haji khusus rute Singapura. Salah satunya adalah pesawat yang digunakan Tazkiyah Tour, yakni Scoot Airlines. Meski begitu, Biro Perjalanan Umrah dan Haji Khusus ini bisa gerak cepat mengalihkan penerbangan ke Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Perusahaan yang berpusat di Makassar ini akan memberangkatkan 217 […]

    Bagikan Berita:
  • Pengusaha Dorong Peran Swasta Lebih Besar dalam Penyelenggaraan Haji 2026

    Pengusaha Dorong Peran Swasta Lebih Besar dalam Penyelenggaraan Haji 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 483
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Di tengah peralihan penyelenggara haji dari Kementerian Agama ke Badan Penyelenggara (BP) Haji, Para pengusaha travel haji dan umrah mendorong agar peran swasta diperbesar lagi. Menurut Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Gazali, swasta terbukti memiliki rekam jejak yang lebih tertib dan […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua Timwas Haji DPR Kritik Minimnya Petugas di Area Jamarat, Jemaah Indonesia Kesasar

    Ketua Timwas Haji DPR Kritik Minimnya Petugas di Area Jamarat, Jemaah Indonesia Kesasar

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 507
    • 0Komentar

    MINA – Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Syamsul Rijal, menyoroti minimnya kehadiran petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di titik-titik krusial, khususnya di area Jamarat –lokasi pelaksanaan lempar jumrah. Kondisi tersebut dinilai membuat banyak jemaah haji Indonesia tersasar dan kebingungan dan tak tahu jalur perjalanan. “Banyak jemaah yang tidak tahu arah jalur. […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Umrah Jadi Satu Bulan Saja

    Pemerintah Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Umrah Jadi Satu Bulan Saja

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 511
    • 0Komentar

    SAUDI – Visa umrah yang diterbitkan untuk jemaah yang melaksanakan ibadah sunnah itu di Tanah Suci, sebelumnya berlaku hingga tiga bulan. Kini, Pemerintah Arab Saudi memangkas masa berlaku visa itu menjadi satu bulan sejak tanggal penerbitan. Mengutip Saudigazette, kebijakan baru ini diberlakukan di tengah lonjakan luar biasa jumlah jemaah umrah asing. Sejak dimulainya musim umrah […]

    Bagikan Berita:
  • Testimoni Calon Jemaah Haji Khusus yang Memilih Tazkiyah Tour demi Kesehatan dan Kenyamanan

    Testimoni Calon Jemaah Haji Khusus yang Memilih Tazkiyah Tour demi Kesehatan dan Kenyamanan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 288
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejumlah calon jemaah haji khusus asal Sulawesi Selatan membagikan alasan mereka memilih Tazkiyah Tour sebagai mitra perjalanan menuju Tanah Suci. Faktor kesehatan, kenyamanan, serta pengalaman panjang penyelenggara menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan penting ini. Bu Yenni Amir, asal Makassar, misalnya, memantapkan diri mendaftar haji khusus bersama saudaranya setelah beberapa kali menunaikan umrah. […]

    Bagikan Berita:
expand_less