Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Usulan HIMPUH Terkait Opsi Pembatalan Dalam Skenario Haji 2026

Usulan HIMPUH Terkait Opsi Pembatalan Dalam Skenario Haji 2026

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 311
  • print Cetak

HANRANEWS – Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat bergantung pada perkembangan eskalasi konflik antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas penerbangan internasional dan keamanan perjalanan jemaah.

Dalam pernyataan tertulisnya pada Senin 16 Maret 2026, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menilai setidaknya ada tiga kemungkinan skenario yang dapat terjadi.

Pertama, skenario dengan kemungkinan terbesar adalah ibadah haji tetap diselenggarakan, namun dengan penerapan protokol keamanan yang jauh lebih ketat.

Kedua, pemerintah Indonesia dapat mengambil keputusan untuk membatalkan keberangkatan haji secara sepihak dengan pertimbangan keselamatan warganya.

Ketiga, pembatalan dapat dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji dari seluruh dunia.

Apabila skenario pertama yang terjadi—yakni haji tetap diselenggarakan—maka terdapat sejumlah kemungkinan situasi yang perlu diantisipasi sejak awal. Setidaknya ada empat kondisi yang berpotensi dialami jemaah:

Jemaah tertahan keberangkatannya saat masih berada di Indonesia.

Jemaah tertahan di negara transit dalam perjalanan menuju Arab Saudi.

Jemaah tertahan di Arab Saudi saat hendak kembali ke Indonesia.

Jemaah tertahan di negara transit ketika perjalanan pulang menuju Indonesia.

HIMPUH berharap pemerintah telah mengantisipasi seluruh kemungkinan tersebut sejak dini. Sebab selain menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan beban biaya tambahan yang dalam banyak kasus dapat berujung pada tanggungan jemaah.

Langkah diplomasi juga dinilai penting untuk segera dilakukan kepada pemerintah Arab Saudi. Diplomasi tersebut dapat berupa permintaan kebijakan khusus apabila ibadah haji harus ditunda atau jika pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan secara sepihak.

Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia dapat meminta jaminan pengembalian dana secara penuh atau skema pengalihan dana menjadi deposit untuk penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Di sisi lain, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pemerintah juga diharapkan dapat mendorong maskapai penerbangan agar tetap mengedepankan hak-hak penumpang apabila terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan terkait situasi ini.

Edukasi kepada masyarakat juga perlu segera dimulai. Pemerintah dan penyelenggara haji perlu memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan jemaah dalam menghadapi situasi darurat.

HIMPUH juga menilai pemerintah dapat mengusulkan penggunaan bandara alternatif di Arab Saudi sebagai basis operasional sementara penerbangan haji. Bandara Taif International Airport serta bandara lama King Abdulaziz International Airport Old Terminal dapat dipertimbangkan menjadi homebase sementara bagi pesawat haji yang biasanya transit di sejumlah negara Teluk seperti maskapai Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: HANRANEWS - Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat bergantung pada perkembangan eskalasi konflik antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas penerbangan internasional dan keamanan perjalanan jemaah. Dalam pernyataan tertulisnya pada Senin 16 Maret 2026, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menilai setidaknya ada tiga kemungkinan skenario yang dapat terjadi. Pertama, skenario dengan kemungkinan terbesar adalah ibadah haji tetap diselenggarakan, namun dengan penerapan protokol keamanan yang jauh lebih ketat. Kedua, pemerintah Indonesia dapat mengambil keputusan untuk membatalkan keberangkatan haji secara sepihak dengan pertimbangan keselamatan warganya. Ketiga, pembatalan dapat dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji dari seluruh dunia. Apabila skenario pertama yang terjadi—yakni haji tetap diselenggarakan—maka terdapat sejumlah kemungkinan situasi yang perlu diantisipasi sejak awal. Setidaknya ada empat kondisi yang berpotensi dialami jemaah: Jemaah tertahan keberangkatannya saat masih berada di Indonesia. Jemaah tertahan di negara transit dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Jemaah tertahan di Arab Saudi saat hendak kembali ke Indonesia. Jemaah tertahan di negara transit ketika perjalanan pulang menuju Indonesia. HIMPUH berharap pemerintah telah mengantisipasi seluruh kemungkinan tersebut sejak dini. Sebab selain menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan beban biaya tambahan yang dalam banyak kasus dapat berujung pada tanggungan jemaah. Langkah diplomasi juga dinilai penting untuk segera dilakukan kepada pemerintah Arab Saudi. Diplomasi tersebut dapat berupa permintaan kebijakan khusus apabila ibadah haji harus ditunda atau jika pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan secara sepihak. Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia dapat meminta jaminan pengembalian dana secara penuh atau skema pengalihan dana menjadi deposit untuk penyelenggaraan haji di masa mendatang. Di sisi lain, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pemerintah juga diharapkan dapat mendorong maskapai penerbangan agar tetap mengedepankan hak-hak penumpang apabila terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan terkait situasi ini. Edukasi kepada masyarakat juga perlu segera dimulai. Pemerintah dan penyelenggara haji perlu memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan jemaah dalam menghadapi situasi darurat. HIMPUH juga menilai pemerintah dapat mengusulkan penggunaan bandara alternatif di Arab Saudi sebagai basis operasional sementara penerbangan haji. Bandara Taif International Airport serta bandara lama King Abdulaziz International Airport Old Terminal dapat dipertimbangkan menjadi homebase sementara bagi pesawat haji yang biasanya transit di sejumlah negara Teluk seperti maskapai Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji 2026, Hampir 6.000 Jemaah Indonesia Sudah Tiba di Madinah

    Haji 2026, Hampir 6.000 Jemaah Indonesia Sudah Tiba di Madinah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 229
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang sudah tiba Madinah, Arab Saudi, hampir 6.000 orang setelah dimulainya misi haji 1447 Hijriah pada 22 April 2026. Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary meminta jamaah yang telah tiba untuk membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas luar ruangan […]

    Bagikan Berita:
  • Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 293
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan dari dan ke Arab Saudi memaksa sejumlah penyelenggara perjalanan umrah mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah. Salah satunya dilakukan SINT Travel, perusahaan travel umrah asal Makassar. Sejumlah jemaah SINT Travel yang dijadwalkan kembali ke Indonesia awal Maret 2026 terpaksa […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Timur Tengah Ganggu Kepulangan Jemaah Haji Indonesia: Dua Kloter Tertahan di Jeddah

    Konflik Timur Tengah Ganggu Kepulangan Jemaah Haji Indonesia: Dua Kloter Tertahan di Jeddah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 427
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konflik memanas di kawasan Timur Tengah kembali berdampak pada jemaah haji Indonesia. Dua kloter jemaah haji asal Jawa Timur, masing-masing dari Banyuwangi dan Pamekasan, dilaporkan mengalami penundaan kepulangan akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Ratusan jemaah dari kloter 43 dan 44 Debarkasi Surabaya seharusnya dijadwalkan tiba di […]

    Bagikan Berita:
  • NEOM Sky Stadium, Lapangan Bola di Ketinggian 350 Meter di Saudi Akan Dibangun

    NEOM Sky Stadium, Lapangan Bola di Ketinggian 350 Meter di Saudi Akan Dibangun

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 570
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi kembali membuat gebrakan. Setelah resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034, kerajaan itu kini tengah menyiapkan proyek stadion paling ambisius di dunia: NEOM Sky Stadium, sebuah arena sepak bola yang akan dibangun 350 meter di atas gurun pasir dalam kawasan futuristik The Line. Stadion berkapasitas 46.000 kursi ini dijuluki sebagai […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Beri Nilai Manfaat Tabungan Haji Hingga Belasan Juta Rupiah ke Jemaah

    Tazkiyah Tour Beri Nilai Manfaat Tabungan Haji Hingga Belasan Juta Rupiah ke Jemaah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 197
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pelepasan para jemaah haji khusus Tazkiyah Tour di Hotel Dalton, Makassar, Selasa 5 Mei 2026, tidak hanya diwarnai suasana haru, tetapi juga menghadirkan terobosan baru dalam layanan haji yang memberi nilai tambah langsung kepada jemaah. Sebanyak 93 jemaah yang tergabung dalam gelombang ketiga dilepas secara resmi untuk berangkat menuju Jeddah pada Rabu 6 […]

    Bagikan Berita:
  • Lebaran Haji 2026 Tersisa Berapa Bulan Lagi? Ini Jadwal Idul Fitri dan Idul Adha Tahun Depan

    Lebaran Haji 2026 Tersisa Berapa Bulan Lagi? Ini Jadwal Idul Fitri dan Idul Adha Tahun Depan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 2.350
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lebaran haji 2026 atau Idul Adha pada tahun depan akan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Artinya, dengan menghitung dari sejak artikel ini diterbitkan, berarti lebaran haji 2026 tersisa 7 bulan 17 hari lagi. Adapun pemberangkatan jemaah haji, bisa berlangsung mulai sekitar 35 hari sebelum hari tersebut. Jika melihat timeline Ibadah Haji tahun […]

    Bagikan Berita:
expand_less