700 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Padahal Sudah Punya Tiket Pesawat
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
- visibility 567
- print Cetak

Illusrasi jemaah umrah gagal berangkat
SURABAYA – Pengetatan visa oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memakan korban pertama sejak dimulainya musim umrah. Ratusan calon jemaah umrah asal Jawa Timur yang telah memegang tiket pesawat dan bersiap terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda, batal berangkat.
Jemaah umrah yang jumlahnya 700 orang itu batal berangkat lantaran visa umrah belum juga diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Perjalanan ke tanah suci itu sedianya difasilitasi oleh PT Bimantara Tour & Travel, biro perjalanan asal Kota Malang yang mengoordinasi keberangkatan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Total calon jemaah yang terdaftar mencapai sekitar 830 orang, namun sebagian kecil sudah lebih dulu diberangkatkan. Sisanya, yang belum kebagian visa, terpaksa tertahan dan gagal terbang.
Menurut Direktur PT Bimantara Tour & Travel, Purwandi, para jemaah telah dijadwalkan berangkat sejak awal Juli. Bahkan, mereka diminta berkumpul di Bandara Juanda karena tiket pesawat sudah dipesan dan dikonfirmasi.
Akan tetapi, visa yang seharusnya menjadi syarat utama penerbangan tak kunjung diterbitkan, meskipun proses pengajuan sudah dilakukan jauh-jauh hari.
“Rencananya pagi ini (Sabtu, 5 Juli), mereka berangkat. Tapi ternyata visanya belum keluar. Kami juga tidak tahu mengapa,” ujar Purwandi saat dikonfirmasi.
Sudah Tiba di Bandara, Akhirnya Diinapkan di Hotel
Karena sudah berada di area bandara dan belum bisa dipastikan kapan visa akan terbit, pihak Bimantara Tour berupaya menenangkan para calon jemaah dengan menginapkan mereka sementara di hotel sekitar Juanda. Beberapa jemaah diinapkan di Halogen Hotel dan hotel lainnya di kawasan Juanda, Sidoarjo.
Pada awalnya, para jemaah dijanjikan akan diberangkatkan pada 2 Juli, namun lagi-lagi estimasi itu meleset. Hingga hari Sabtu, 5 Juli 2025, visa umrah belum juga keluar, dan ketidakpastian pun terus menghantui para calon jemaah.
Ada yang Minta Dijadwal Ulang, Ada yang Minta Refund
Situasi ini memicu beragam reaksi. Beberapa calon jemaah memilih untuk menjadwal ulang keberangkatan, berharap visa segera diterbitkan dan bisa terbang dalam waktu dekat. Namun, tak sedikit yang mulai kehilangan kepercayaan dan meminta pengembalian dana secara penuh.
Terkait biaya, Purwandi membantah kabar yang menyebutkan bahwa paket umrah ini seharga Rp32 juta per orang. “Itu tidak benar. Ini adalah program umrah murah. Biayanya hanya Rp23,5 juta per orang,” tegasnya.
Purwandi mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama PT Bimantara Tour & Travel gagal memberangkatkan jemaah karena urusan visa. Ia pun menyebut pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar akibat masalah ini. Meski begitu, ia mengklaim jumlah jemaah yang gagal berangkat “hanya” sekitar 500 orang, berbeda dari angka 700 yang beredar.
Namun, dari sisi jemaah, kekecewaan sulit dihindari. Apalagi banyak dari mereka telah mempersiapkan ibadah umrah ini jauh-jauh hari, baik secara finansial maupun spiritual.
- Penulis: REDAKSI
