Pesan Spiritual untuk Jemaah Haji saat di Kota Nabi: Tiga Cara Menjaga Kualitas Ibadah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6

Illustrasi suasana di Masjid Nabawi
HAMRANEWS – Madinah bukan sekadar kota persinggahan dalam perjalanan haji atau umrah, tetapi merupakan tempat penuh keberkahan yang menyimpan jejak perjuangan Rasulullah SAW.
Di kota ini, setiap langkah seorang jamaah seharusnya bernilai ibadah, bukan sekadar rutinitas perjalanan. Oleh karena itu, menjaga kualitas ibadah selama berada di Madinah menjadi hal yang sangat penting.
Dalam tausiahnya kepada para jemaah Tazkiyah Tour, 21 Dzulqaiddah 1447H (08 Mei 2026 M), di Madinah, Pembimbing Haji Khusus Tazkiyah Dr H Abdul Wahid Haddade Lc MA menyampaikan, setidaknya ada tiga hal yang mesti dijadikan sebagai fokus utama bagi jemaah ketika berada di Kota Nabi, yaitu:
Pertama, luruskan niat bahwa setiap aktivitas dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar, sehingga hendaknya dimanfaatkan dengan memperbanyak shalat berjamaah dan ibadah sunnah. Jangan sampai waktu dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti berlebihan dalam berbelanja atau sekadar bersantai tanpa tujuan ibadah.
Kedua, perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Madinah adalah kota yang dipenuhi ketenangan spiritual, sehingga sangat tepat untuk memperkuat hubungan batin dengan Allah. Menghidupkan waktu dengan ibadah ringan namun ketika dilakukan dengan istiqamah dan konsisten, maka akan menjaga kualitas spiritual jamaah.
Ketiga, jaga adab dan akhlak. Bersikap sabar, tidak mudah marah dan ‘baperan’, serta menghormati sesama jamaah merupakan bagian dari ibadah itu sendiri. Rasulullah SAW. mencontohkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, dan Madinah adalah tempat terbaik untuk meneladani hal tersebut.
Akhirnya, manfaatkan waktu yang singkat di Madinah dengan sebaik-baiknya. Fokuslah pada peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas aktivitas. Dengan hati yang khusyuk dan niat yang tulus, insya Allah setiap detik di Madinah akan menjadi bekal berharga untuk kehidupan dunia dan akhirat.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



