Konflik Israel-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman: Belum Ada yang Terdampak Penutupan Bandara Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 10
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengungkap, hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah, yang terdampak penutupan salah satu bandara di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik Israel dan Iran.
Meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus dipantau, pemerintah menegaskan jalur utama yang digunakan jemaah umrah Indonesia masih beroperasi normal karena bandara yang ditutup bukan berada di Jeddah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Gedung Parlemen, Kamis (16/7/2026).
“Bandara yang ditutup itu sebenarnya bukan bandara di Jeddah. Letaknya sekitar 600 kilometer dari Jeddah. KJRI telah menugaskan satu orang ke bandara itu untuk melihat apakah ada WNI atau kelompok WNI yang terdampak di situ,” kata Arrmanatha.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) langsung mengirimkan petugas ke bandara yang ditutup guna melakukan pemantauan dan pendataan apabila terdapat WNI yang mengalami kendala perjalanan.
Berdasarkan laporan sementara, pemerintah belum menemukan adanya jemaah umrah Indonesia yang terdampak akibat penutupan bandara tersebut.
Arrmanatha menjelaskan, penerbangan yang terdampak justru merupakan rute maskapai berbiaya rendah menuju Singapura, bukan jalur yang lazim digunakan jemaah umrah asal Indonesia.
“Pesawat yang keluar dari bandara itu adalah pesawat yang tujuannya ke Singapura, itu low cost carrier ke Singapura. Tetapi sampai saat ini laporan yang kita dapatkan bahwa bandara yang ditutup itu belum ada jemaah Indonesia yang terdampak di situ,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik Israel-Iran beserta dampaknya terhadap WNI di luar negeri, termasuk ribuan jemaah umrah yang sedang berada di Arab Saudi.
Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila situasi keamanan di kawasan berubah sewaktu-waktu, sekaligus memastikan keselamatan seluruh WNI tetap menjadi prioritas utama.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
