BPKH Apps Kini Bisa Jadi E-Wallet hingga Kirim Uang, Tak Sekadar Informasi Haji
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

Illustrasi AI: Pegawai BPKH menunjukkan aplikasi BPKH Apps.
HAMRANEWS.ID — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperluas fungsi BPKH Apps. Aplikasi yang sebelumnya lebih dikenal sebagai sarana informasi dan layanan keuangan haji kini dikembangkan menjadi ekosistem digital yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi finansial, mulai dari menggunakan e-Wallet hingga mengirim uang ke rekening bank.
Lima layanan baru diperkenalkan dalam soft launching BPKH Apps bertajuk “Experience The New BPKH Apps, Your Digital Hajj Lifestyle Companion” di BJ Habibie Room, Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Lima layanan tersebut yakni e-Wallet Haji, Transfer, Dompet Haji, Tanya Haji, dan Islamic Social Fund. Kehadirannya melengkapi sejumlah fitur yang sebelumnya tersedia, seperti setoran awal haji, pengecekan saldo dan nilai manfaat, estimasi keberangkatan, portofolio keuangan haji hingga informasi kegiatan BPKH.
Salah satu fitur yang menjadi pengembangan utama adalah e-Wallet Haji. Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan top up dan menggunakan saldo sebagai sumber dana untuk kebutuhan transaksi.
BPKH Apps juga menyediakan fitur Transfer yang memungkinkan pengguna mengirim dana ke rekening bank dalam negeri. Untuk setiap transaksi pengiriman uang tersebut, pengguna dikenakan biaya Rp1.500.
Selain itu, terdapat Dompet Haji yang terhubung dengan tabungan bank syariah dan dapat digunakan sebagai sumber dana dalam melakukan transaksi.
Dengan sejumlah fitur tersebut, BPKH Apps tidak lagi sekadar menjadi aplikasi untuk mengecek informasi keberangkatan atau kondisi keuangan haji. Aplikasi ini diarahkan menjadi pendamping digital yang menggabungkan kebutuhan finansial, informasi haji dan layanan sosial keagamaan dalam satu ekosistem.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan transformasi digital yang dilakukan BPKH tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menambah layanan dalam sebuah aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Fadlul.
Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan BPKH Apps dirancang agar masyarakat dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan dalam satu aplikasi.
“Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji, tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat. Mulai dari mengetahui estimasi keberangkatan, melihat informasi portofolio keuangan haji, memenuhi kebutuhan transaksi, hingga mendapatkan informasi seputar haji, semuanya kami upayakan semakin mudah diakses dalam satu ekosistem,” kata Harry.
Di luar layanan finansial, BPKH Apps juga menghadirkan Tanya Haji, layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan seputar haji sekaligus memperoleh respons beserta sumber informasi yang tersedia.
Ada pula Islamic Social Fund yang memudahkan masyarakat memilih dan melakukan transaksi wakaf melalui program Baitul Mal Muamalat dan Harika Foundation sebagai nazhir.
Sebelum diperkenalkan secara lebih luas, layanan baru tersebut telah melalui uji coba terbatas dengan melibatkan mitra BPS-BPIH, mitra strategis BPKH Apps serta calon jemaah haji. Masukan dari pengguna menjadi bahan penyempurnaan sebelum aplikasi diluncurkan lebih luas.
Dengan pengembangan ini, BPKH Apps diarahkan menjadi platform digital yang tidak hanya membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah, tetapi juga menyediakan kebutuhan transaksi dan layanan finansial dalam keseharian.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
