Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah »

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 0
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Ratusan calon jemaah umrah menjadi korban dugaan penggelapan dana oleh biro perjalanan Gema Talbia di Jambi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turun langsung ke Jambi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah jemaah Gema Talbia mengalami penelantaran. Sebagian jemaah bahkan disebut terlantar di Tanah Suci, sementara calon jemaah lainnya tertahan di Bandara Soekarno-Hatta karena visa belum terbit.

Di sisi lain, sejumlah calon jemaah yang belum berangkat kini menuntut pengembalian uang kepada pihak travel.

Kemenhaj kemudian meminta keterangan dari para korban, termasuk calon jemaah yang gagal berangkat maupun yang mengalami penelantaran. Pemeriksaan berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (19/8/2026).

Salah satu calon jemaah yang belum diberangkatkan adalah Robby Ariny. Ia mengaku tertarik mendaftar karena Gema Talbia menawarkan paket umrah promo seharga Rp20 juta dalam rangka perayaan milad biro travel.

Saat mendaftar, Ariny dan calon jemaah lainnya mendapat janji keberangkatan pada 22 Juli 2026.

“Awalnya kita tertarik dengan promo milad, hanya Rp20 juta. Terus dijanjikan berangkat pada 22 Juli 2026,” kata Ariny, Kamis (20/8/2026).

Namun, jadwal tersebut batal. Pihak travel kemudian menjanjikan keberangkatan pada 30 Juli 2026. Lagi-lagi, rombongan Ariny tidak kunjung diberangkatkan.

Penundaan kembali terjadi. Para calon jemaah kemudian dijanjikan berangkat pada 3 atau 4 Agustus 2026. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

“Kemudian ada alasan diundur 30 Juli dan sampai hari ini juga tidak ada berangkat. Dijanjikan tanggal 3 atau 4 Agustus 2026, tapi kami ini rombongan yang tidak berangkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Ariny dan calon jemaah lainnya memilih meminta uang mereka dikembalikan. Apalagi, kabar mengenai jemaah Gema Talbia yang diduga terlantar di Tanah Suci semakin membuat mereka khawatir.

“Kami hanya minta hak kami, kembalikan uang kami, sudah selesai,” tegasnya.

Menurut Ariny, total dana calon jemaah yang belum berangkat diperkirakan mencapai hampir Rp2 miliar. Ia berharap pemilik travel bertanggung jawab agar para jemaah dapat kembali mendaftar umrah melalui biro perjalanan lain.

“Kami minta owner Gema Talbia mengembalikan uang jamaah karena kita mau daftar ke travel lain. Kalau kerugian semua jamaah hampir Rp2 miliar,” ungkapnya.

Kemenhaj Temukan Dugaan Dana Dipakai untuk Kepentingan Lain

Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Nano Sugianto, mengatakan pihaknya datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan pemilik travel.

“Kita datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan juga pemilik travel. Kita juga mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait dengan dugaan pelanggarannya,” kata Nano.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, dugaan penyalahgunaan dana tersebut berkaitan dengan sekitar 100 nasabah. Total dana yang dihimpun dari para jemaah diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Kemenhaj juga menemukan dugaan dana jemaah digunakan untuk kepentingan lain, salah satunya untuk pelunasan ruko yang berkaitan dengan usaha travel.

“Kalau ditotal dari 100 nasabah, itu mencapai Rp2 miliar, di BAP tadi salah satunya uang dipakai untuk pelunasan ruko,” ujar Sugianto.

Meski demikian, Kemenhaj masih mendalami seluruh temuan tersebut. Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

“Jika menemukan pelanggaran administrasi, maka ditindaklanjuti dengan sanksi administrasi. Apabila ditemukan tindak pidana, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian,” tegasnya.

Dari pemeriksaan sementara, Kemenhaj juga menemukan persoalan penelantaran jemaah serta kegagalan keberangkatan sejumlah calon jemaah Gema Talbia.

Kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman untuk memastikan bentuk pelanggaran, aliran dana, serta tanggung jawab pihak biro travel terhadap para jemaah yang telah membayar biaya perjalanan umrah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

    Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 374
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah berupaya memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Salah satunya dengan mendorong produk-produk pertanian dan peternakan nasional menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah di Tanah Suci. Langkah ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, usai menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 91
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Calon jemaah umrah yang berencana berangkat ke Tanah Suci pada musim Umrah 1448 H/2026 perlu mencermati perubahan penting terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan mekanisme pengurusan izin masuk Raudhah secara kolektif melalui sistem Tasreh oleh biro perjalanan umrah. Mulai musim ini, seluruh proses reservasi hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Kemendag Kerja Smaa BPKH Perluas Produk Indonesia untuk Kebutuhan Jamaah Haji

    Kemendag Kerja Smaa BPKH Perluas Produk Indonesia untuk Kebutuhan Jamaah Haji

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 362
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam memperluas ekspor produk Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan jamaah haji dan umrah di Arab Saudi. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ekspor nasional sekaligus memperluas pasar produk Indonesia di sektor layanan haji dan umrah. […]

    Bagikan Berita:
  • HIMPUH Kritik Penggunaan Istilah ‘Kartel Haji’: Jangan Sampai Industri Haji-Umrah Diberi Stigma Negatif

    HIMPUH Kritik Penggunaan Istilah ‘Kartel Haji’: Jangan Sampai Industri Haji-Umrah Diberi Stigma Negatif

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 103
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengingatkan agar penggunaan istilah ‘kartel haji’ tidak dilakukan secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Kritik tersebut muncul setelah Menteri Haji dan Umrah RI serta Wakil Menteri Haji dan Umrah beberapa kali menggunakan frasa “kartel haji” saat menyinggung praktik-praktik ilegal yang merugikan jemaah. […]

    Bagikan Berita:
  • Perubahan BP Haji Jadi Kementerian Haji dan Umrah Mulai Dibahas di DPR

    Perubahan BP Haji Jadi Kementerian Haji dan Umrah Mulai Dibahas di DPR

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 490
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai mematangkan proses perubahan lembaga Badan Pelaksana Haji atau BPH menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Prosesnya dibahas di DPR RI. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi kementerian dibahas dalam revisi Undang-Undang (RUU) Haji yang tengah digodok di DPR. Ia menuturkan DPR saat ini sedang mematangkan persiapan […]

    Bagikan Berita:
  • Kepolisian Arab Saudi Tangkap 3 WNI karena Menawarkan Ilegal di Makkah

    Kepolisian Arab Saudi Tangkap 3 WNI karena Menawarkan Ilegal di Makkah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 163
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kepolisian Arab Saudi baru-baru ini menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) di Makkah atas dugaan penipuan jasa ibadah haji fiktif melalui media sosial. Uang rupiah dan kartu haji palsu turut disita dalam penggerebekan tersebut. Mengutip dari saudigazette, Kamis 30 April 2026, tiga orang WNI yang ditangkap tersebut bermula saat diketahui memasang konten di […]

    Bagikan Berita:
expand_less