Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 36
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Ratusan calon jemaah umrah menjadi korban dugaan penggelapan dana oleh biro perjalanan Gema Talbia di Jambi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turun langsung ke Jambi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah jemaah Gema Talbia mengalami penelantaran. Sebagian jemaah bahkan disebut terlantar di Tanah Suci, sementara calon jemaah lainnya tertahan di Bandara Soekarno-Hatta karena visa belum terbit.

Di sisi lain, sejumlah calon jemaah yang belum berangkat kini menuntut pengembalian uang kepada pihak travel.

Kemenhaj kemudian meminta keterangan dari para korban, termasuk calon jemaah yang gagal berangkat maupun yang mengalami penelantaran. Pemeriksaan berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (19/8/2026).

Salah satu calon jemaah yang belum diberangkatkan adalah Robby Ariny. Ia mengaku tertarik mendaftar karena Gema Talbia menawarkan paket umrah promo seharga Rp20 juta dalam rangka perayaan milad biro travel.

Saat mendaftar, Ariny dan calon jemaah lainnya mendapat janji keberangkatan pada 22 Juli 2026.

“Awalnya kita tertarik dengan promo milad, hanya Rp20 juta. Terus dijanjikan berangkat pada 22 Juli 2026,” kata Ariny, Kamis (20/8/2026).

Namun, jadwal tersebut batal. Pihak travel kemudian menjanjikan keberangkatan pada 30 Juli 2026. Lagi-lagi, rombongan Ariny tidak kunjung diberangkatkan.

Penundaan kembali terjadi. Para calon jemaah kemudian dijanjikan berangkat pada 3 atau 4 Agustus 2026. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

“Kemudian ada alasan diundur 30 Juli dan sampai hari ini juga tidak ada berangkat. Dijanjikan tanggal 3 atau 4 Agustus 2026, tapi kami ini rombongan yang tidak berangkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Ariny dan calon jemaah lainnya memilih meminta uang mereka dikembalikan. Apalagi, kabar mengenai jemaah Gema Talbia yang diduga terlantar di Tanah Suci semakin membuat mereka khawatir.

“Kami hanya minta hak kami, kembalikan uang kami, sudah selesai,” tegasnya.

Menurut Ariny, total dana calon jemaah yang belum berangkat diperkirakan mencapai hampir Rp2 miliar. Ia berharap pemilik travel bertanggung jawab agar para jemaah dapat kembali mendaftar umrah melalui biro perjalanan lain.

“Kami minta owner Gema Talbia mengembalikan uang jamaah karena kita mau daftar ke travel lain. Kalau kerugian semua jamaah hampir Rp2 miliar,” ungkapnya.

Kemenhaj Temukan Dugaan Dana Dipakai untuk Kepentingan Lain

Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Nano Sugianto, mengatakan pihaknya datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan pemilik travel.

“Kita datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan juga pemilik travel. Kita juga mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait dengan dugaan pelanggarannya,” kata Nano.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, dugaan penyalahgunaan dana tersebut berkaitan dengan sekitar 100 nasabah. Total dana yang dihimpun dari para jemaah diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Kemenhaj juga menemukan dugaan dana jemaah digunakan untuk kepentingan lain, salah satunya untuk pelunasan ruko yang berkaitan dengan usaha travel.

“Kalau ditotal dari 100 nasabah, itu mencapai Rp2 miliar, di BAP tadi salah satunya uang dipakai untuk pelunasan ruko,” ujar Sugianto.

Meski demikian, Kemenhaj masih mendalami seluruh temuan tersebut. Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

“Jika menemukan pelanggaran administrasi, maka ditindaklanjuti dengan sanksi administrasi. Apabila ditemukan tindak pidana, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian,” tegasnya.

Dari pemeriksaan sementara, Kemenhaj juga menemukan persoalan penelantaran jemaah serta kegagalan keberangkatan sejumlah calon jemaah Gema Talbia.

Kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman untuk memastikan bentuk pelanggaran, aliran dana, serta tanggung jawab pihak biro travel terhadap para jemaah yang telah membayar biaya perjalanan umrah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klarifikasi Rombongan JCH Bulukumba yang Viral Disebut Demensia: Cuma Tersesat

    Klarifikasi Rombongan JCH Bulukumba yang Viral Disebut Demensia: Cuma Tersesat

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 579
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Ketua kloter jemaah calon haji (JCH) asal Bulukumba, P Tamma, yang sebelumnya viral karena disebut menderita demensia di media sosial, menyampaikan klarifikasi. Ketua kloter, Ardiansyah, menyampaikan tidak benar bahwa P Tamma mengalami gangguan psikologis seperti demensia, seperti caption postingan yang beredar. Menurut Ardiansyah, P Tamma cuma tersesat. Adapun dalam video yang menunjukkan pria […]

    Bagikan Berita:
  • Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
  • Anggota DPR Sumedang Protes Pembagian Kuota Haji 2026, Jemaah Haji Daerahnya Berkurang

    Anggota DPR Sumedang Protes Pembagian Kuota Haji 2026, Jemaah Haji Daerahnya Berkurang

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 452
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Para anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang menyampaikan protes atas kebijakan kuota ‘pukul rata’ yang diberlakukan Kementerian Haji dan Umrah. Protes itu disampaikan saat rapat melakukan audiensi di Komisi VIII DPR RI. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Sumedang, Endang Taufiq, dan diterima oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, […]

    Bagikan Berita:
  • Era Transportasi Berteknologi AI di Saudi, Robotaxi hingga Robot Kurir Layani Peziarah

    Era Transportasi Berteknologi AI di Saudi, Robotaxi hingga Robot Kurir Layani Peziarah

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 473
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi semakin optimal menggarap transportasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Mulai dari mobil swakemudi (self-driving) hingga robot pengiriman otonom, 2025 disebut-sebut bakal jadi tahun kunci lahirnya ekosistem mobilitas generasi baru di Kerajaan. Dilansir dari Arab News, transformasi ini tak lepas dari Visi 2030 yang menargetkan cara barang dan orang bergerak di kota besar […]

    Bagikan Berita:
  • 700 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Padahal Sudah Punya Tiket Pesawat

    700 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Padahal Sudah Punya Tiket Pesawat

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 600
    • 0Komentar

    SURABAYA – Pengetatan visa oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memakan korban pertama sejak dimulainya musim umrah. Ratusan calon jemaah umrah asal Jawa Timur yang telah memegang tiket pesawat dan bersiap terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda, batal berangkat. Jemaah umrah yang jumlahnya 700 orang itu batal berangkat lantaran visa umrah belum juga diterbitkan […]

    Bagikan Berita:
  • visa umrah, visa saudi,

    13 Orang Hendak ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Imigrasi Pending Keberangkatannya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 191
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkapkan ada 13 orang calon jemaah haji non-prosedural yang ditunda keberangkatannya. Mereka mencoba berangkat dengan tidak menggunakan visa haji. “Per hari ini ada 13 orang calon jemaah haji non-prosedural yang kita pending atau kita tunda keberangkatannya karena non-prosedural, tidak menggunakan visa haji,” kata Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, di Kementerian […]

    Bagikan Berita:
expand_less