Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Ratusan calon jemaah umrah menjadi korban dugaan penggelapan dana oleh biro perjalanan Gema Talbia di Jambi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turun langsung ke Jambi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah jemaah Gema Talbia mengalami penelantaran. Sebagian jemaah bahkan disebut terlantar di Tanah Suci, sementara calon jemaah lainnya tertahan di Bandara Soekarno-Hatta karena visa belum terbit.

Di sisi lain, sejumlah calon jemaah yang belum berangkat kini menuntut pengembalian uang kepada pihak travel.

Kemenhaj kemudian meminta keterangan dari para korban, termasuk calon jemaah yang gagal berangkat maupun yang mengalami penelantaran. Pemeriksaan berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (19/8/2026).

Salah satu calon jemaah yang belum diberangkatkan adalah Robby Ariny. Ia mengaku tertarik mendaftar karena Gema Talbia menawarkan paket umrah promo seharga Rp20 juta dalam rangka perayaan milad biro travel.

Saat mendaftar, Ariny dan calon jemaah lainnya mendapat janji keberangkatan pada 22 Juli 2026.

“Awalnya kita tertarik dengan promo milad, hanya Rp20 juta. Terus dijanjikan berangkat pada 22 Juli 2026,” kata Ariny, Kamis (20/8/2026).

Namun, jadwal tersebut batal. Pihak travel kemudian menjanjikan keberangkatan pada 30 Juli 2026. Lagi-lagi, rombongan Ariny tidak kunjung diberangkatkan.

Penundaan kembali terjadi. Para calon jemaah kemudian dijanjikan berangkat pada 3 atau 4 Agustus 2026. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

“Kemudian ada alasan diundur 30 Juli dan sampai hari ini juga tidak ada berangkat. Dijanjikan tanggal 3 atau 4 Agustus 2026, tapi kami ini rombongan yang tidak berangkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Ariny dan calon jemaah lainnya memilih meminta uang mereka dikembalikan. Apalagi, kabar mengenai jemaah Gema Talbia yang diduga terlantar di Tanah Suci semakin membuat mereka khawatir.

“Kami hanya minta hak kami, kembalikan uang kami, sudah selesai,” tegasnya.

Menurut Ariny, total dana calon jemaah yang belum berangkat diperkirakan mencapai hampir Rp2 miliar. Ia berharap pemilik travel bertanggung jawab agar para jemaah dapat kembali mendaftar umrah melalui biro perjalanan lain.

“Kami minta owner Gema Talbia mengembalikan uang jamaah karena kita mau daftar ke travel lain. Kalau kerugian semua jamaah hampir Rp2 miliar,” ungkapnya.

Kemenhaj Temukan Dugaan Dana Dipakai untuk Kepentingan Lain

Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Nano Sugianto, mengatakan pihaknya datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan pemilik travel.

“Kita datang ke Jambi untuk memeriksa korban dan juga pemilik travel. Kita juga mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait dengan dugaan pelanggarannya,” kata Nano.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, dugaan penyalahgunaan dana tersebut berkaitan dengan sekitar 100 nasabah. Total dana yang dihimpun dari para jemaah diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Kemenhaj juga menemukan dugaan dana jemaah digunakan untuk kepentingan lain, salah satunya untuk pelunasan ruko yang berkaitan dengan usaha travel.

“Kalau ditotal dari 100 nasabah, itu mencapai Rp2 miliar, di BAP tadi salah satunya uang dipakai untuk pelunasan ruko,” ujar Sugianto.

Meski demikian, Kemenhaj masih mendalami seluruh temuan tersebut. Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

“Jika menemukan pelanggaran administrasi, maka ditindaklanjuti dengan sanksi administrasi. Apabila ditemukan tindak pidana, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian,” tegasnya.

Dari pemeriksaan sementara, Kemenhaj juga menemukan persoalan penelantaran jemaah serta kegagalan keberangkatan sejumlah calon jemaah Gema Talbia.

Kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman untuk memastikan bentuk pelanggaran, aliran dana, serta tanggung jawab pihak biro travel terhadap para jemaah yang telah membayar biaya perjalanan umrah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobilisasi Jemaah Haji 2026 dengan Metode Fast Track, Kloter Pertama Landing 22 April

    Mobilisasi Jemaah Haji 2026 dengan Metode Fast Track, Kloter Pertama Landing 22 April

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 254
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah siap menjelang kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan mendarat di Madinah pada 22 April mendatang. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 701
    • 0Komentar

    JAKARTA – Belasan asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah tegas menolak ketentuan pembatasan kuota haji khusus maksimal 8 persen yang tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji dan Umrah. Para pelaku biro perjalanan umrah dan haji yang tergabung dalam 13 asosiasi, menganggap aturan kuota itu berpotensi merugikan jemaah dan mengganggu penjadwalan pemberangkatan, khususnya bagi yang […]

    Bagikan Berita:
  • Komponen Biaya Haji Diprediksi Naik, Pemerintah Upayakan BPIH 2027 Tetap Ringan bagi Jemaah

    Komponen Biaya Haji Diprediksi Naik, Pemerintah Upayakan BPIH 2027 Tetap Ringan bagi Jemaah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 126
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mulai menyusun proyeksi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 1448 Hijriah atau 2027. Meski sejumlah komponen biaya diperkirakan mengalami kenaikan, pemerintah memastikan biaya yang dibebankan kepada calon jemaah akan diupayakan tetap terjangkau. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan proyeksi biaya haji tahun depan dipengaruhi berbagai faktor, mulai […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

    Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 295
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemilik Mitra Travel, yang sebelumnya dikabarkan diduga menelantarkan 44 jemaahnya (mayoritas dari Parepare dan Makassar) di Makkah, Arab Saudi, menyampaikan klarifikasi. Pihak travel membantah puluhan jemaah itu telantar, namun jadwal pemulangan molor karena pihak maskapai membatalkan penerbangan imbas perang. “Ini qadarullah, ada krisis internasional dan perang saat kami sudah di Makkah. Harga tiket […]

    Bagikan Berita:
  • Modus Penipuan Haji Khusus, Jemaah Asal Makassar Setor Rp 270 Juta Hingga Diberi Visa Kerja

    Modus Penipuan Haji Khusus, Jemaah Asal Makassar Setor Rp 270 Juta Hingga Diberi Visa Kerja

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 119
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Dugaan penipuan perjalanan haji plus kembali mencuat setelah seorang calon jemaah asal Makassar mengaku gagal berangkat ke Tanah Suci meski telah menyetor dana sebesar Rp270 juta kepada Travel Jannah Firdaus. Kasus ini kini dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan dan rencananya juga akan dibawa ke ranah pidana. Korban, […]

    Bagikan Berita:
expand_less