Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 7

HAMRANEWS.ID – Calon jemaah umrah yang berencana berangkat ke Tanah Suci pada musim Umrah 1448 H/2026 perlu mencermati perubahan penting terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah.

Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan mekanisme pengurusan izin masuk Raudhah secara kolektif melalui sistem Tasreh oleh biro perjalanan umrah. Mulai musim ini, seluruh proses reservasi hanya dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing jemaah melalui aplikasi resmi Nusuk.

Kebijakan baru ini menandai berakhirnya peran travel umrah dalam mengatur jadwal kunjungan Raudhah secara massal seperti yang berlaku pada musim-musim sebelumnya.

Artinya, setiap jemaah kini bertanggung jawab penuh untuk mengunduh aplikasi Nusuk, membuat akun pribadi, memilih jadwal kunjungan, hingga menyimpan QR code izin masuk yang akan diperiksa petugas di area Raudhah.

Raudhah, yang terletak di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, merupakan salah satu lokasi paling diminati jemaah karena disebut sebagai salah satu taman surga.

Tingginya antusiasme jemaah dari berbagai negara membuat pemerintah Arab Saudi memperketat sistem pengaturan kunjungan guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan beribadah.

Travel Hanya Bisa Mendampingi, Bukan Mengurus Izin

Dengan dihapuskannya akses Tasreh bagi penyelenggara perjalanan umrah, pihak travel kini hanya dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada jemaah terkait penggunaan aplikasi Nusuk.

Proses penerbitan izin sepenuhnya berada di bawah kendali sistem digital pemerintah Arab Saudi. Karena itu, jemaah disarankan tidak bergantung pada pihak travel untuk mendapatkan akses masuk Raudhah.

Setiap jemaah wajib memiliki akun Nusuk sendiri, menggunakan data paspor dan visa yang masih aktif.

Sistem Nusuk Berlaku Ketat

Setelah berhasil mendapatkan slot kunjungan melalui aplikasi Nusuk, jemaah harus datang sesuai jadwal yang tertera.

Apabila terlambat, izin akan otomatis hangus dan tidak dapat digunakan kembali. Mengingat tingginya permintaan, mendapatkan slot pengganti dalam waktu dekat bukan perkara mudah.

Selain itu, pemerintah Saudi juga membatasi frekuensi kunjungan. Umumnya, satu akun Nusuk hanya dapat digunakan untuk satu kali kunjungan Raudhah.

Karena itu, jemaah disarankan segera melakukan reservasi setibanya di Madinah dan memastikan ponsel selalu terhubung dengan internet agar tidak ketinggalan informasi penting dari aplikasi.

Bagi jemaah lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, bantuan dari keluarga, sesama jemaah, atau mutawwif sangat diperlukan untuk memastikan proses reservasi berjalan lancar.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pos Indonesia Sudah Kirimkan 150 Ton Barang Jemaah Haji 2025 ke Tanah Air

    PT Pos Indonesia Sudah Kirimkan 150 Ton Barang Jemaah Haji 2025 ke Tanah Air

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 348
    • 0Komentar

    BANDUNG – Perusahaan BUMN, PT Pos Indonesia (PosIND) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menjalin kerja sama strategis guna memperkuat layanan logistik haji dan umrah. Menurut Plt Direktur Utama PosIND Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, kolaborasi jadi tonggak penting demi menghadirkan sistem pelayanan logistik ibadah haji yang modern, efisien dan terintegrasi, guna mendukung kelancaran penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Penerbangan Haji 2025, Ruang Pemeriksaan Tak Steril, Jemaah Tercampur Penumpang Reguler

    Evaluasi Penerbangan Haji 2025, Ruang Pemeriksaan Tak Steril, Jemaah Tercampur Penumpang Reguler

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 319
    • 0Komentar

    SAUDI – Musim haji 2025 resmi berakhir pada Juli lalu dan menyisakan sejumlah evaluasi penting di sektor penerbangan. Evaluasi yang menjadi sorotan tersebut mulai dari keterlambatan jadwal (delay) hingga temuan prosedur pemeriksaan jemaah dan bagasi yang belum sepenuhnya steril, kondisi ini dinilai berpotensi membuka celah penyusupan. Hal itu terungkap setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian […]

    Bagikan Berita:
  • 46.500 Jemaah Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji 2026

    46.500 Jemaah Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji 2026

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Terkini, Jakarta – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk musim haji 2026 tengah berjalan, dan data terbaru menunjukkan perkembangan yang menarik. Dari total kuota jemaah haji reguler sebanyak 201.585 orang, 46.500 calon jemaah sudah melunasi Bipih, atau sekitar 23,07 persen. Sementara itu, 83.882 jemaah reguler sudah memenuhi syarat kesehatan (istitaah). Di sisi lain, progres pelunasan […]

    Bagikan Berita:
  • Saudi Buat ‘Ruang Operasi Khusus’ untuk Melayani Jemaah dari Luar Negeri, Imbas Krisis Timur Tengah

    Saudi Buat ‘Ruang Operasi Khusus’ untuk Melayani Jemaah dari Luar Negeri, Imbas Krisis Timur Tengah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 137
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah antisipatif dengan membentuk ruang operasi khusus (special operations room) guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah haji dan umrah dari luar negeri, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas penerbangan internasional […]

    Bagikan Berita:
  • Akibat Kenaikan Harga Avtur, Pemerintah RI ‘Nombok’ Rp1,7 Triliun untuk Biaya Haji 2026

    Akibat Kenaikan Harga Avtur, Pemerintah RI ‘Nombok’ Rp1,7 Triliun untuk Biaya Haji 2026

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 107
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah harus nombok hingga Rp1,7 triliun untuk biaya haji 2026, khususnya untuk tambahan biaya pesawat yang mengalami kenaikan fantastis akibat harga avur yang makin mahal. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,77 triliun untuk biaya penerbangan haji 2026. Usulan itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi Badan Pengelola (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, tingginya mobilitas umat Islam Indonesia ke Tanah Suci, baik untuk haji maupun umrah, menuntut kelembagaan yang lebih kuat. […]

    Bagikan Berita:
expand_less