Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Momen Hangat Megawati Soekarnoputri di Depan Kabah Usai Terima Gelar Doktor HC PNU

Momen Hangat Megawati Soekarnoputri di Depan Kabah Usai Terima Gelar Doktor HC PNU

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 395
  • print Cetak

HAMRANEWS – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjalani momen spiritual penuh khidmat saat beribadah di depan Ka’bah, Masjidil Haram, usai menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi.

Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna dari rangkaian kunjungan Megawati di Arab Saudi.

Usai agenda resmi penganugerahan gelar kehormatan, Megawati terlihat memakai mukena bersama Puan Maharani di depan Kabah.

Sebelumnya, Megawati dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Fakultas Hukum PNU pada Senin (9/2/2026).

Penghargaan ini menjadikannya tokoh pertama di dunia di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia tersebut.

Putri Megawati, Puan Maharani, menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaannya atas pencapaian sang ibu.

“Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University kepada Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri di Riyadh, Arab Saudi, hari ini,” tulis Puan dalam pernyataannya.

Menurut Puan, penganugerahan tersebut merupakan pengakuan dunia internasional atas dedikasi Megawati dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan.

Pelaksana Tugas Rektor PNU, Fawziyah bint Suliman Al Amro, menyebut Megawati sebagai tokoh global dan pelopor kepemimpinan perempuan di kancah politik dunia. Ia menegaskan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi persatuan visi antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa,” ujarnya.

Penganugerahan gelar ini sejalan dengan semangat Visi Saudi 2030 yang menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

Gelar dari PNU tersebut menjadi Doktor Honoris Causa ke-11 yang diterima Megawati, sekaligus menambah daftar Guru Besar Kehormatan ke-3 dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya.
Dalam pidato pengukuhannya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan bagi dirinya secara personal, melainkan sebagai pengakuan atas peran strategis perempuan dalam membangun peradaban.

“Penghargaan ini adalah pengakuan bahwa perempuan memiliki tempat yang terhormat dalam membangun negara dan peradaban,” kata Megawati.

Ia menekankan bahwa negara tidak boleh dipahami semata sebagai struktur administratif, melainkan sebagai peradaban hidup yang bertumpu pada nilai, sejarah, dan tanggung jawab moral.

Menurut Megawati, sejarah membuktikan bahwa peradaban yang menyingkirkan perempuan dari proses pengambilan keputusan akan kehilangan keseimbangan.

“Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah,” tuturnya.

Momen spiritual Megawati di depan Ka’bah pun menjadi simbol keseimbangan antara capaian intelektual, kepemimpinan, dan perenungan batin.

Di tengah pengakuan dunia atas kiprahnya, Megawati menutup perjalanannya di Tanah Suci dengan doa dan ibadah, mencerminkan ketundukan seorang negarawan pada nilai-nilai spiritual yang ia yakini.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 128
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Aturan terkait kuota haji khusus sedang melewati proses permohonan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Ketentuan yang menetapkan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari total kuota haji Indonesia dinilai merampas hak pengguna haji reguler. Namun, muncul pandangan berbeda yang menyebut angka 8 persen justru terlalu kecil. Bahkan angka 8 persen itu belum memiliki […]

    Bagikan Berita:
  • Penjelasan Kemenag Soal Ancaman Bom Pesawat Jemaah Haji

    Penjelasan Kemenag Soal Ancaman Bom Pesawat Jemaah Haji

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 470
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ancaman bom di Pesawat Saudia Airlines yang dikirim lewar pesan ke email Kementerian Perhubungan, membuat Kementerian Agama ikut memberi penjelasan. Sebelumnya, ancaman bom yang menautkan Pesawat Saudia Airines SV-5276 tersebut terjadi saat pesawat itu sedang mengangkut jemaah haji rute Jeddah-Jakarta. Pesawat tersebut akhirnya mendarat darurat di Bandara Kualanamu. Hal ini pun menjadi perhatian […]

    Bagikan Berita:
  • Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 485
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i, menilai sistem multi syarikah dalam layanan jamaah haji tetap layak dipertahankan, namun sebaiknya ditata ulang secara menyeluruh agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Kita bekerja tanpa batas waktu. Penanganan sistem multi syarikah menjadi perhatian penting karena Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya monopoli. Sistem ini akan […]

    Bagikan Berita:
  • Dokter Fitri, Petugas Haji Debarkasi Makassar Meninggal Dunia Saat Bertugas di Makkah

    Dokter Fitri, Petugas Haji Debarkasi Makassar Meninggal Dunia Saat Bertugas di Makkah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 209
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kabar duka kembali datang dari penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Seorang petugas kesehatan Debarkasi Makassar, dr. Fitri Rizkiani, meninggal dunia di Kota Makkah, Arab Saudi saat menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Dokter yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Kloter UPG 38 tersebut wafat pada Minggu 7 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 Waktu […]

    Bagikan Berita:
  • Cuaca Madinah Pekan Ini Capai 44 Derajat Celsius, Jemaah Haji Diminta Perbanyak Cairan dan Hindari Aktivitas Siang Hari

    Cuaca Madinah Pekan Ini Capai 44 Derajat Celsius, Jemaah Haji Diminta Perbanyak Cairan dan Hindari Aktivitas Siang Hari

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 158
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang diperkirakan berlangsung sepanjang pekan ini. Cuaca sebelumnya diperkirakan mencapai hingga 50 derajat Celsius di sejumlah wilayah Arab Saudi. Per hari ini, dan beberapa hari ke depan, suhu di Kota Madinah tetap tergolong ekstrem dengan temperatur siang hari mencapai […]

    Bagikan Berita:
  • PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 494
    • 0Komentar

    SAUDI – Sistem Syarikah dalam proses perjalanan Ibadah Haji tahun ini memicu masalah pada rombongan haji reguler. Sistem syarikah ini juga berlaku untuk haji khusus, namun sejauh ini tidak ada kendala. Seperti diketahui, polemik jemaah haji reguler bermunculan karena saat tiba di Kota Makkah, terjadi perubahan penempatan pada rombongan. Sehingga ada pasangan suami-istri yang terpisah […]

    Bagikan Berita:
expand_less