Ada Info Houthi Akan Serang Lagi Bandara, Puluhan Jemaah Umrah RI Tertahan hingga 19 Oktober
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

HAMRANEWS.ID, JEDDAH – Puluhan jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi setelah muncul informasi mengenai ancaman serangan lanjutan milisi Houthi terhadap Bandara King Khalid di Riyadh. Situasi tersebut membuat jadwal kepulangan sebagian jemaah ke Tanah Air terpaksa ditunda.
Salah satu rombongan yang terdampak adalah 43 jemaah umrah, termasuk delapan warga Kota Depok, Jawa Barat.
Mereka semula dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 14 Oktober 2026. Namun, biro perjalanan menginformasikan bahwa jadwal kepulangan mereka diundur hingga 19 Oktober 2026.
Salah seorang jemaah asal Depok, Muhammad Luthfi, mengaku sempat khawatir setelah mendengar informasi mengenai potensi serangan tersebut. Meski demikian, ia bersama rombongannya berusaha tetap tenang dan melanjutkan ibadah sembari menunggu kepastian jadwal penerbangan.
“Jumlah jemaah di kloter kami saat ini ada 43 orang, dan delapan di antaranya warga Depok. Saya sempat merasa ketakutan atas informasi tersebut, tetapi kami tetap fokus beribadah,” ujar Luthfi melalui sambungan telepon, Jumat (16/10/2026).
Selama masa penundaan, para jemaah diminta tetap berada di hotel yang disediakan biro perjalanan Handan Tour. Biaya penginapan dan makan selama menunggu kepulangan disebut ditanggung oleh pihak travel.
Para jemaah kini menanti perkembangan situasi keamanan dan kepastian penerbangan agar dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, menyusul laporan mengenai serangan Houthi terhadap sejumlah objek vital Arab Saudi, termasuk fasilitas bandara dan kilang minyak.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut Houthi telah melancarkan lebih dari 20 serangan terhadap sejumlah bandara di wilayah Saudi sejak awal Oktober 2026. Sebagian serangan dilaporkan berhasil dicegat, sementara lainnya disebut berhasil menghantam sasaran.
Informasi mengenai ancaman serangan lanjutan ke Bandara Riyadh menambah kekhawatiran jemaah yang masih berada di Arab Saudi, terutama mereka yang harus menyesuaikan jadwal kepulangan akibat situasi keamanan tersebut.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
