Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 457
  • print Cetak

MAKASSAR – Ketika anda bersiap untuk berangkat umrah, banyak barang-barang yang terkadang dianggap sepele padahal justru bikin panik karena ketinggalan saat sudah berada di Tanah Suci.

Terkadang jemaah terlalu fokus pada barang-barang besar seperti gamis, sajadah, tas atau dokumen penting.

Padahal, justru barang-barang kecil yang sering dianggap sepele bisa sangat membantu kelancaran ibadah di Tanah Suci. Jika tertinggal, barang-barang ini bisa bikin repot sendiri.

Berikut daftar perlengkapan kecil tapi wajib dibawa:

1. Barang Sepele tapi Wajib

Gunting kecil – khusus muslimah, diperlukan untuk tahallul.

Kantong plastik ziplock – berguna untuk menyimpan sandal atau sepatu ketika masuk masjid.

Karet gelang dan ikat rambut – terutama untuk muslimah agar lebih praktis.

Tas selempang kecil – untuk menyimpan dompet, HP, dan barang penting yang harus selalu dibawa.

Botol minum lipat: praktis dan ramah lingkungan, bisa diisi ulang saat butuh.

Kartu hotel atau kartu identitas, penting dibawa setiap ke luar hotel agar mudah kembali ke penginapan jika kesasar dan terpisah dari rombongan.

2. Power Kit Darurat

Jangan sampai HP mati di saat penting, seperti saat ingin menghubungi rombongan atau mencari arah.

Powerbank – maksimal 20.000 mAh, dan hanya boleh dibawa di kabin.

Converter colokan 3 kaki – sesuai standar colokan di Arab Saudi.

Charger dan kabel cadangan – antisipasi jika charger utama rusak atau hilang.

3. Tips Penting Agar Barang Tidak Berantakan

Simpan semua barang kecil dalam satu tas poket.

Masukkan poket ke dalam tas jinjing yang selalu dibawa ke mana-mana.

Beri label pada pouch agar tidak tertukar dengan milik orang lain.

Jangan lupa bawa minyak kayu putih atau balsem untuk menjaga kenyamanan.

4. Mini Kit untuk Kesehatan

Kondisi fisik yang prima sangat menunjang kelancaran ibadah. Bawa perlengkapan kesehatan pribadi berikut:

Hand sanitizer dan tisu basah: menjaga kebersihan tangan di tengah aktivitas padat.

Obat pribadi – misalnya untuk nyeri, maag, atau flu ringan.

Salep otot – meredakan pegal setelah banyak berjalan.

Vitamin harian – menjaga daya tahan tubuh.

Minyak kayu putih atau balsem – membantu mengatasi masuk angin atau pusing.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan, Antisipasi Virus dari Luar

    Jemaah Haji Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan, Antisipasi Virus dari Luar

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 462
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Keluarga penjemput dan Jemaah yang tiba di Bandara Sultah Hasanuddin Makassar, diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal ini mengingat mulai meningkatnya penyebaran MERS-CoV, khususnya di Arab Saudi di tengah momen pelaksanaan haji 2025. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sinjai H. Faried Wajedi mengimbau seluruh Panitia / Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta Masyarakat […]

    Bagikan Berita:
  • Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 871
    • 0Komentar

    JEDDAH – Belum jera juga aktivitas haji tidak resmi oleh warga Indonesia. Baru-baru ini, Pemerintah Saudi lagi-lagi memulangkan warga Indonesia (WNI) yang hendak berhaji melalui jalur yang salah. Jumlahnya pun cukup banyak, 117 orang. Ke-117 WNI tersebut bahkan telah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Akhirnya, karena menggunakan visa kerja, mereka ditolak […]

    Bagikan Berita:
  • Cegah Virus Nipah, Jemaah Umrah yang Berangkat dari Pakistan Wajib Vaksin dengan Sertifikasi NADRA

    Cegah Virus Nipah, Jemaah Umrah yang Berangkat dari Pakistan Wajib Vaksin dengan Sertifikasi NADRA

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 135
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Pemerintah Pakistan memperketat persyaratan kesehatan bagi jemaah yang hendak bepergian ke luar negeri untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. Mulai 14 September 2026, jemaah yang berangkat dari Pakistan wajib membawa sertifikat vaksinasi yang terhubung dengan National Database and Registration Authority (NADRA). Kebijakan tersebut diumumkan Border Health Services-Pakistan (BHS-P) melalui pemberitahuan yang diterbitkan pada […]

    Bagikan Berita:
  • Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 119
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dari sekitar 40 hari menjadi 30 hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya haji yang terus meningkat akibat pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • ‘Tiada Haji Tanpa Tasreh’, Konjen RI Ingatkan Tak Ada Toleransi Bagi Haji Ilegal: Saudi Sangat Serius

    ‘Tiada Haji Tanpa Tasreh’, Konjen RI Ingatkan Tak Ada Toleransi Bagi Haji Ilegal: Saudi Sangat Serius

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 346
    • 0Komentar

    JEDDAH – Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B Ambari, mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak nekat menunaikan ibadah haji tanpa izin resmi atau tasreh dari otoritas Arab Saudi. Ia menegaskan, Pemerintah Arab Saudi kini sangat serius menindak praktik haji ilegal dan tidak lagi memberi toleransi. Pernyataan tersebut disampaikan Yusron melalui akun resminya dalam rangka […]

    Bagikan Berita:
  • Kisruh Sistem Syarikah, PPIH Akhirnya Terbitkan Aturan Mekanisme Penggabungan Pasangan Jemaah Terpisah di Makkah

    Kisruh Sistem Syarikah, PPIH Akhirnya Terbitkan Aturan Mekanisme Penggabungan Pasangan Jemaah Terpisah di Makkah

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 508
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah akhirnya merespons berbagai keluhan yang muncul akibat penyelenggaraan haji tahun ini yang menerapkan sistem Syarikah, atau pelayanan yang ditangani oleh perusahaan khusus di Tanah Suci. Sistem pelayanan dengan Syarikah tersebut menimbulkan polemik karena banyak jemaah haji yang terpisah dari keluarganya, lantaran beda Syarikah. Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Muchlis M Hanafi mengungkapkan, […]

    Bagikan Berita:
expand_less