Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Tak Sepenuhnya Sesuai Tujuan, Ribuan Kursi Roda-Kursi Salat Hasil Wakaf Jemaah Haji Numpuk Tak Terpakai

Tak Sepenuhnya Sesuai Tujuan, Ribuan Kursi Roda-Kursi Salat Hasil Wakaf Jemaah Haji Numpuk Tak Terpakai

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Mewakafkan kursi roda atau kursi salat di Masjidil Haram selama ini menjadi salah satu bentuk amal yang cukup populer di kalangan jamaah haji dan umrah. Banyak yang berharap fasilitas tersebut dapat digunakan oleh para tamu Allah dalam jangka waktu lama sehingga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Namun, sebuah fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

Seorang jamaah haji asal Malaysia, Haji Faizan Dasuki, yang juga merupakan pengusaha katering Rasa Catering Putrajaya, membagikan pengalaman yang ia temui saat menjalankan ibadah haji tahun ini. Dalam unggahan di media sosialnya, ia mengaku terkejut melihat tumpukan kursi roda dan kursi salat wakaf yang diletakkan di sebuah kawasan lapang dekat Muzium Haramain, Hudaibiyah, Makkah.

“Di sinilah lebihan kursi roda dan kursi salat wakaf Masjidil Haram dilonggokkan,” tulis Faizan.

Menurutnya, pemandangan tersebut ia lihat ketika rombongan jamaah yang dipimpinnya mengunjungi Museum Haramain. Bus yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan area terbuka yang luas, diperkirakan mencapai hampir 10 lapangan sepak bola.

Di lokasi tersebut tampak ribuan kursi roda dan kursi salat yang ditumpuk hingga membentuk gundukan besar. Menariknya, sebagian besar barang tersebut masih dalam kondisi layak pakai dan terlihat baik.

Temuan itu membuat Faizan memahami mengapa sejumlah pihak belakangan lebih menganjurkan jamaah untuk berinfak dalam bentuk makanan atau bantuan konsumsi dibandingkan barang-barang tertentu yang kemungkinan sudah melebihi kebutuhan yang ada.

Menurutnya, niat wakaf tentu sangat mulia. Namun, ketika jumlah barang yang diwakafkan jauh melampaui kebutuhan, manfaat yang diharapkan tidak lagi optimal.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh pendakwah dan aktivis sosial Jay Ibrahim Al Islam atau yang akrab disapa Abang Aji. Ia mengingatkan para jamaah agar mempertimbangkan bentuk infak yang lebih langsung dirasakan manfaatnya oleh penerima.

“Kalau ingin berinfak, infakkan makanan. Biasanya begitu makanan diterima, langsung dimanfaatkan oleh jamaah. Apalagi jika berupa minuman dingin atau es krim saat cuaca panas,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa nilai sebuah sedekah tidak hanya terletak pada besarnya pengorbanan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan manfaat yang dihasilkan. Di Tanah Suci, kebutuhan jamaah sangat beragam dan terus berubah. Karena itu, memahami kebutuhan aktual di lapangan menjadi penting agar amal yang diberikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para penerimanya.

Bagi calon jamaah yang ingin bersedekah atau berwakaf saat berada di Makkah dan Madinah, para pembimbing ibadah menyarankan untuk terlebih dahulu mencari informasi mengenai kebutuhan yang paling mendesak. Dengan demikian, niat baik untuk berbagi dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi sesama jamaah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    JAKARTA – Haji Furoda, alias haji dengan visa undangan langsung Arab Saudi (mujamalah) sedang ramai dibahas di media sosial belakangan ini, setelah hampir dipastikan pemerintah Arab Saudi tidak membuka kuota. Furoda banyak diminati masyarakat yang ingin langsung berangkat setelah mendaftar, dan rela mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dari haji reguler bahkan haji khusus. Peminatnya […]

    Bagikan Berita:
  • Duh, Arab Saudi Mau Kurangi Kuota Haji RI Hingga 50 Persen karena Kesemrawutan Pelayanan Tahun Ini

    Duh, Arab Saudi Mau Kurangi Kuota Haji RI Hingga 50 Persen karena Kesemrawutan Pelayanan Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 680
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi disebutkan bakal memotong kuota haji Indonesia hingga 50 persen. Potongan sebesar ini, jika diberlakukan sudah pasti akan membuat daftar tunggu haji semakin panjang. Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap detil alasan Arab Saudi memotong kuota umrah. “Mereka menyampaikan melalui Deputi Kerja Sama Lembaga dan Luar Negeri bahwa penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 364
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi menerbitkan pedoman baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 2026. Aturan diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan besar jemaah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang selalu menjadi periode tersibuk di Masjidil Haram. Kebijakan tersebut disusun secara komprehensif dengan tujuan utama menjaga keamanan, kelancaran arus jemaah, serta kekhusyukan ibadah jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang […]

    Bagikan Berita:
  • Belajar dari Kemenag, Kementerian Haji-Umrah Tegaskan Zero Tolerance atas Praktik Korupsi dan Pungli Sekecil Apapun

    Belajar dari Kemenag, Kementerian Haji-Umrah Tegaskan Zero Tolerance atas Praktik Korupsi dan Pungli Sekecil Apapun

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 602
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan, mengingatkan bahwa keberadaan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak sekadar simbol politik alias seremonial saja. Menurutnya, lembaga baru ini harus tampil sebagai institusi yang benar-benar memberi manfaat konkret bagi jamaah. “Kalau sekadar sama saja, tentu tidak ada gunanya, apalagi kalau […]

    Bagikan Berita:
  • Pelunasan Haji 2026 Mulai Dibuka, Calon Jemaah Diberi Kesempatan Dalam 2 Tahap untuk Isi 221.000 Kuota

    Pelunasan Haji 2026 Mulai Dibuka, Calon Jemaah Diberi Kesempatan Dalam 2 Tahap untuk Isi 221.000 Kuota

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 602
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan jadwal resmi pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus 1447 H/2026 M dimulai pada 11 November 2025. Tahap pertama pelunasan haji khusus ini diperuntukkan bagi dua kelompok: Jemaah haji khusus yang masuk alokasi kuota keberangkatan tahun 2026 Jemaah haji khusus prioritas lansia. “Kami tengah menyiapkan […]

    Bagikan Berita:
  • BPKH Siap Patuhi Fatwa MUI: Dana Setoran Awal Haji Tak Lagi untuk Biaya Jemaah Lain

    BPKH Siap Patuhi Fatwa MUI: Dana Setoran Awal Haji Tak Lagi untuk Biaya Jemaah Lain

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 459
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya untuk mematuhi fatwa terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang pemanfaatan hasil investasi dari setoran awal biaya haji calon jemaah untuk membiayai jemaah lain. Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya keputusan Komisi Fatwa MUI dan siap mengimplementasikannya sesuai dengan prinsip syariah. “Kami sepakat […]

    Bagikan Berita:
expand_less