Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Tak Sepenuhnya Sesuai Tujuan, Ribuan Kursi Roda-Kursi Salat Hasil Wakaf Jemaah Haji Numpuk Tak Terpakai

Tak Sepenuhnya Sesuai Tujuan, Ribuan Kursi Roda-Kursi Salat Hasil Wakaf Jemaah Haji Numpuk Tak Terpakai

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 91
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Mewakafkan kursi roda atau kursi salat di Masjidil Haram selama ini menjadi salah satu bentuk amal yang cukup populer di kalangan jamaah haji dan umrah. Banyak yang berharap fasilitas tersebut dapat digunakan oleh para tamu Allah dalam jangka waktu lama sehingga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Namun, sebuah fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

Seorang jamaah haji asal Malaysia, Haji Faizan Dasuki, yang juga merupakan pengusaha katering Rasa Catering Putrajaya, membagikan pengalaman yang ia temui saat menjalankan ibadah haji tahun ini. Dalam unggahan di media sosialnya, ia mengaku terkejut melihat tumpukan kursi roda dan kursi salat wakaf yang diletakkan di sebuah kawasan lapang dekat Muzium Haramain, Hudaibiyah, Makkah.

“Di sinilah lebihan kursi roda dan kursi salat wakaf Masjidil Haram dilonggokkan,” tulis Faizan.

Menurutnya, pemandangan tersebut ia lihat ketika rombongan jamaah yang dipimpinnya mengunjungi Museum Haramain. Bus yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan area terbuka yang luas, diperkirakan mencapai hampir 10 lapangan sepak bola.

Di lokasi tersebut tampak ribuan kursi roda dan kursi salat yang ditumpuk hingga membentuk gundukan besar. Menariknya, sebagian besar barang tersebut masih dalam kondisi layak pakai dan terlihat baik.

Temuan itu membuat Faizan memahami mengapa sejumlah pihak belakangan lebih menganjurkan jamaah untuk berinfak dalam bentuk makanan atau bantuan konsumsi dibandingkan barang-barang tertentu yang kemungkinan sudah melebihi kebutuhan yang ada.

Menurutnya, niat wakaf tentu sangat mulia. Namun, ketika jumlah barang yang diwakafkan jauh melampaui kebutuhan, manfaat yang diharapkan tidak lagi optimal.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh pendakwah dan aktivis sosial Jay Ibrahim Al Islam atau yang akrab disapa Abang Aji. Ia mengingatkan para jamaah agar mempertimbangkan bentuk infak yang lebih langsung dirasakan manfaatnya oleh penerima.

“Kalau ingin berinfak, infakkan makanan. Biasanya begitu makanan diterima, langsung dimanfaatkan oleh jamaah. Apalagi jika berupa minuman dingin atau es krim saat cuaca panas,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa nilai sebuah sedekah tidak hanya terletak pada besarnya pengorbanan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan manfaat yang dihasilkan. Di Tanah Suci, kebutuhan jamaah sangat beragam dan terus berubah. Karena itu, memahami kebutuhan aktual di lapangan menjadi penting agar amal yang diberikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para penerimanya.

Bagi calon jamaah yang ingin bersedekah atau berwakaf saat berada di Makkah dan Madinah, para pembimbing ibadah menyarankan untuk terlebih dahulu mencari informasi mengenai kebutuhan yang paling mendesak. Dengan demikian, niat baik untuk berbagi dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi sesama jamaah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Asal Indonesia Alami Henti Jantung di Nabawi, Berhasil Diselamatkan SRCA

    Jemaah Asal Indonesia Alami Henti Jantung di Nabawi, Berhasil Diselamatkan SRCA

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 234
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Seorang jemaah asal Indonesia dilaporkan mengalami henti jantung dan henti napas di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Beruntung, tim medis SRCA bergerak cepat menyelamatkan jemaah tersebut. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Maghrib pada Senin 3 Maret 2026. Tim medis dari Saudi Red Crescent Authority (SRCA) atau Bulan Sabit Merah Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Suhu di Tanah Suci Capai 42 Derajat, Jemaah Diminta Simpan Tenaga

    Suhu di Tanah Suci Capai 42 Derajat, Jemaah Diminta Simpan Tenaga

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 435
    • 0Komentar

    JMAKKAH — Jemaah haji Indonesia harus bersiap dengan perubahan cuaca selama di tanah suci. Saat ini sedang musim panas. Suhu siang hari bisa mencapai 42 derajat Celcius. Cuaca di Makkah misalnya bakal kian terik menjelang salat Asar. Suhu mulai turun mendekati Magrib hingga Isya. Pada malam hari pun, suhu di Makkah kadang masih 31 derajat Celcius. […]

    Bagikan Berita:
  • Rahasia Marmer Masjidilharam di Makkah Tetap Sejuk Meski Suhu Panas Tembus 50 Derajat

    Rahasia Marmer Masjidilharam di Makkah Tetap Sejuk Meski Suhu Panas Tembus 50 Derajat

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 563
    • 0Komentar

    SAUDI – Ada hal yang cukup unik dirasakan oleh jemaah khususnya saat berkunjung ke Masjidilharam di Makkah. Hal unik itu adalah lantai Masjidilharam yang terbuat dari marmer terasa sejuk meski cuaca cukup terik. Kenapa? Padahal, suhu musim panas bisa menyentuh hingga 50 derajat celsius tentu sangat bisa mempengaruhi panasnya lantai. Tidak sedikit jemaah ketika di […]

    Bagikan Berita:
  • Taksi Terbang Bakal Beroperasi di Arab Saudi Mulai 2030

    Taksi Terbang Bakal Beroperasi di Arab Saudi Mulai 2030

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 584
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi menjadi pasar pertama bagi layanan helikopter listrik FlyNow Arabia. Perusahaan rintisan tersebut menargetkan bisa mengangkut barang dalam dua tahun ke depan, sementara layanan penumpang dijadwalkan mulai 2030. “Untuk tahap awal, kami akan mulai dengan kargo, lalu layanan taksi udara untuk penumpang akan dimulai pada 2030,” ujar CEO FlyNow Arabia, Yvonne Winter, […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua Kesthuri dan Direktur Maktour Menyusul Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

    Ketua Kesthuri dan Direktur Maktour Menyusul Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 218
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Kasus dugaan korupsi dalam pembagian kuota haji kembali menyeret orang orang penting di industri perjalanan ibadah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum Kesthuri, Asrul Azis Taba, serta Direktur Operasional salah satu perusahaan travel haji dan umrah, Ismail Adham, sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam pengaturan kuota haji khusus tambahan yang diperoleh Indonesia […]

    Bagikan Berita:
  • Saudi Siapkan Proyek Kereta Cepat Land Bridge, Hubungkan Dua Kota yang Diantarai Laut Merah

    Saudi Siapkan Proyek Kereta Cepat Land Bridge, Hubungkan Dua Kota yang Diantarai Laut Merah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 395
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi tengah menyiapkan lompatan besar di bidang transportasi darat dengan proyek kereta cepat Land Bridge senilai US$7 miliar atau sekitar Rp112 triliun. Jalur ini akan menghubungkan Jeddah di Laut Merah dengan Dammam di Teluk Arab melewati ibu kota Riyadh, membentang sepanjang 1.500 kilometer. Proyek raksasa ini disebut-sebut sebagai “keajaiban gurun” yang akan memangkas […]

    Bagikan Berita:
expand_less