Penerbangan Langsung Makassar-Riyadh Ditutup, Puluhan Jemaah Umrah Batal Berangkat
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak

Puluhan jemaah yang hendak berangkat ke Jeddah melalui jalur penerbangan langsung harus batal berangkat.
HAMRANEWS.ID – Gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada keberangkatan puluhan calon jemaah umrah asal Makassar. Sebanyak 53 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terpaksa menunda perjalanan setelah penerbangan lanjutan menuju Madinah dibatalkan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan, dari total 83 penumpang yang direncanakan terbang menggunakan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan.
Sementara itu, 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah tidak ikut terbang karena pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 dengan rute Kuala Lumpur-Madinah.
Penundaan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Timur Tengah, menyusul laporan serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026).
Manajemen bandara pun terus berkoordinasi dengan maskapai dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi penerbangan tersampaikan secara akurat kepada masyarakat.
Ruly menegaskan, pada Senin (12/10/2026), tidak tersedia penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Madinah maupun Jeddah.
Pihak bandara mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk aktif berkomunikasi dengan maskapai serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memastikan jadwal keberangkatan dan memperoleh informasi terbaru.
Masyarakat juga diminta mengutamakan kanal informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia menyatakan terus mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Manajemen berharap situasi keamanan di Timur Tengah segera membaik sehingga operasional penerbangan kembali berjalan normal dan para jemaah dapat menunaikan ibadah umrah dengan aman dan tenang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
