Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

Kuota Haji Khusus 8 Persen Terlalu Kecil, Bukan Terlalu Besar

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Aturan terkait kuota haji khusus sedang melewati proses permohonan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Ketentuan yang menetapkan kuota haji khusus sebesar 8 persen dari total kuota haji Indonesia dinilai merampas hak pengguna haji reguler.

Namun, muncul pandangan berbeda yang menyebut angka 8 persen justru terlalu kecil. Bahkan angka 8 persen itu belum memiliki dasar akademik yang kuat.

Ketua Bidang Litbang DPP AMPHURI, Ulul Albab, menilai perdebatan selama ini cenderung terjebak pada anggapan bahwa kuota haji khusus mengurangi jatah haji reguler.

Menurutnya, persoalan utama bukanlah besaran kuota haji khusus, melainkan apakah penetapan angka 8 persen telah didasarkan pada kajian yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan haji khusus merupakan bagian dari sistem penyelenggaraan ibadah haji nasional yang diakui undang-undang dan dilaksanakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah pembinaan pemerintah.

“Pertanyaannya bukan apakah haji khusus layak ada, tetapi mengapa kuotanya ditetapkan hanya 8 persen. Dasarnya apa?” tulis Ulul dalam opini yang dipublikasikan.

Menurutnya, dalam negara hukum setiap pembatasan hak warga negara harus memenuhi prinsip rasionalitas, proporsionalitas, dan memiliki dasar akademik. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menjelaskan alasan penetapan angka 8 persen, apakah berdasarkan kajian kebutuhan jamaah, proyeksi demografi, kapasitas pelayanan, atau evaluasi penyelenggaraan haji selama ini.

Ulul juga mengingatkan bahwa UUD 1945 menjamin hak warga negara untuk menjalankan ibadah. Meski pemerintah berwenang mengatur keberangkatan haji karena kuota ditentukan Arab Saudi, kewenangan tersebut tidak boleh menjadi dasar pembatasan yang tidak proporsional.

Ia menilai narasi yang mempertentangkan jamaah reguler dan jamaah haji khusus juga kurang tepat. Menurutnya, akar persoalan panjangnya antrean haji bukanlah keberadaan haji khusus, melainkan ketidakseimbangan antara jumlah pendaftar dan kuota haji nasional yang tersedia setiap tahun.

Karena itu, pengurangan bahkan penghapusan kuota haji khusus dinilai tidak otomatis menyelesaikan masalah masa tunggu haji reguler.

Ulul mendorong agar evaluasi kebijakan kuota haji dilakukan berdasarkan data dan kajian ilmiah, bukan sekadar kompromi politik atau opini publik.

Menurutnya, yang perlu diperjuangkan adalah penyelenggaraan haji yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan berbasis bukti, sehingga hak seluruh jamaah, baik reguler maupun khusus, tetap terlindungi sesuai prinsip keadilan konstitusional.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hoaks Pesawat Angkut 210 Jemaah Haji Mauritania Jatuh di Pantai Merah, Pemerintah Mauritania Klarifikasi

    Hoaks Pesawat Angkut 210 Jemaah Haji Mauritania Jatuh di Pantai Merah, Pemerintah Mauritania Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Mauraitania angkat bicara terkait ramainya kabar pesawat yang mengangku jemaah haji di negaranya kecelakaan dan jatuh di lepas pantai Laut Merah. Isu yang beredar tentang jatuhnya pesawat yang ditumpangi jemaah dari Mauritania itu salah, menurut pemerintah. Direktur Haji Mauritania di Kementerian Urusan Islam, El Waly Taha, membantah klaim tersebut, dan menegaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Bukan Cuma Antre, Masuk Raudhah Kini Wajib Pakai Kartu-Aplikasi Nusuk

    Bukan Cuma Antre, Masuk Raudhah Kini Wajib Pakai Kartu-Aplikasi Nusuk

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 604
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Musim haji 2025 diramaikan dengan kabar banyaknya calon haji yang tertolak bahkan harus dideportasi karena tidak mengantongi kartu nusuk, atau menggunakan visa yang tidak resmi. Nah, bukab cuma haji. Pelaksanaan ibadah umrah pada tahun ini juga bakal lebih ketat. Salah satu tempat penting yang dikunjungi jemaah ketika berada di Saudi, adalah Raodah, aau […]

    Bagikan Berita:
  • Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 303
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Bulan Ramadan identik dengan kehadiran kurma di meja makan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW untuk berbuka dengan yang manis, kurma juga praktis, mudah dibawa, dan langsung bisa dikonsumsi tanpa perlu diolah. Akan tetapi, di balik kepraktisannya, ternyata ada satu hal penting yang masih sering terlewat: kurma sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan. […]

    Bagikan Berita:
  • Layanan Bus Shalawat Disetop demi ‘Mendesak’ Jemaah untuk Istirahat: Jangan Sampai Kejar Sunnah Tapi Gagal Dapat yang Wajib

    Layanan Bus Shalawat Disetop demi ‘Mendesak’ Jemaah untuk Istirahat: Jangan Sampai Kejar Sunnah Tapi Gagal Dapat yang Wajib

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Makkah – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama meminta seluruh jemaah haji asal Indonesia untuk mulai mengurangi aktivitas fisik yang berat dan fokus mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan menyusul pengumuman penghentian sementara layanan Bus Shalawat, yang biasanya mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. […]

    Bagikan Berita:
  • Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 712
    • 0Komentar

    JEDDAH – Belum jera juga aktivitas haji tidak resmi oleh warga Indonesia. Baru-baru ini, Pemerintah Saudi lagi-lagi memulangkan warga Indonesia (WNI) yang hendak berhaji melalui jalur yang salah. Jumlahnya pun cukup banyak, 117 orang. Ke-117 WNI tersebut bahkan telah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Akhirnya, karena menggunakan visa kerja, mereka ditolak […]

    Bagikan Berita:
  • ‘Jai Lil Umrah’, Saudi Kampanyekan Aturan dan Etika Ibadah Umrah

    ‘Jai Lil Umrah’, Saudi Kampanyekan Aturan dan Etika Ibadah Umrah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 297
    • 0Komentar

    HANRANEWS – Arab Saudi meluncurkan kampanye baru bertajuk “Jai lil Umrah” untuk meningkatkan kesadaran jamaah mengenai layanan, petunjuk, serta etika selama menjalankan ibadah umrah. Program ini digulirkan menjelang puncak musim umrah di bulan Ramadan. Kampanye tersebut diluncurkan oleh sistem Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman ibadah jamaah sekaligus mempermudah perjalanan […]

    Bagikan Berita:
expand_less