Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
  • visibility 472

MAKKAH – Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), seharusnya menjadi puncak kekhusyukan dan kekhidmatan bagi jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Akan tetapi, bagi sebagian jamaah Indonesia pada 2025, terutama kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti), itu justru jadi momen paling melelahkan.

Salah satunya diungkapkan oleh Irfan Nuruddin, jamaah haji asal Indonesia yang juga merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam unggahan panjangnya di media sosial, Irfan mengungkapkan dengan sedih kekacauan dan ketidakmanusiawian penanganan haji saat murur (melintasi Muzdalifah tanpa mabit; biasanya untuk lansia dan risti).

“Di antara kesemrawutan ketika Armuzna, aku sampek mau menangis melihat jamaah-jamaah lansia dan risti berjam-jam menunggu bis untuk mengantar mereka murur,” tulis Irfan.

Menurut Irfan, di sektor 5 tempat ia berada, bus untuk murur hanya datang setiap setengah jam sekali — padahal jumlah jamaah yang harus diangkut sangat besar. Tak hanya itu, akses ke area keberangkatan bus justru menggunakan gerbang yang tidak ramah lansia: berundak dan berpasir.

“Padahal banyak gerbang lain yang rata dan berpaving, tapi entah kenapa mereka justru diarahkan ke jalur sulit itu,” keluh Irfan.
“Bayangkan kursi roda harus melewati pasir dan undakan, tanpa bantuan, karena yang muda-muda dilarang ikut murur.”

Para lansia pun dibiarkan sendiri, tanpa pendamping, tanpa pengatur, tanpa arahan. Beberapa bahkan tampak kebingungan dan panik, hanya bisa diam tanpa tahu harus berbuat apa.

Terpaksa Melanggar Aturan demi Membantu Lansia

Melihat situasi ini, Irfan memutuskan untuk tidak patuh pada perintah petugas syarikah yang memintanya naik bus lebih dulu. Ia berpura-pura geser dari antrean, kemudian kembali diam-diam demi mendampingi puluhan lansia yang tampak telantar.

“Untungnya aku ngeyel tetap di situ,” kata Irfan. Bersama seorang pemuda dari Boyolali bernama Naim, mereka mengatur dan membantu sekitar 60 jamaah lansia dari kloter 78 dan beberapa kloter lain, mengangkat kursi roda, mengatur antrean, bahkan menenangkan jamaah yang mulai panik.

Salah satu yang paling menyayat hati adalah seorang jamaah perempuan lansia, duduk di kursi roda, sulit berkomunikasi, dan tidak didampingi keluarga. Irfan bertanya ke rombongan lain, yang juga sepuh: “Apa ini ada keluarganya?” Jawabnya: “Tidak ada.”

“Ya Allah, bagaimana kesehariannya? Ke kamar mandi? Sholat? Dengan kondisi seperti ini, kok bisa diloloskan istito’ahnya?” tanya Irfan, menyindir sistem seleksi kelayakan jamaah yang tampaknya longgar untuk yang tak layak, tapi justru menyulitkan yang masih mampu.

13 Jam di Bus, 1,5 km Jalan Kaki di Bawah Terik Matahari

Setelah semua lansia berhasil diangkut, Irfan dan Naim ikut dalam bus terakhir pukul 3 dini hari. Perjalanan dari Arafah ke Mina — yang hanya sejauh 17 km — justru memakan waktu hampir 13 jam akibat kemacetan luar biasa. Para lansia tidak berani minum karena takut tidak bisa buang air, dan mereka terus-menerus bertanya, “Kok gak sampai-sampai?”

Irfan mencoba menenangkan: “Tenang mawon Mbah Kung, lebih baik kita di dalam bis, ada AC, daripada jalan dan kepanasan.”

Namun penderitaan belum selesai. Ketika bus akhirnya mendekati area tenda, Irfan meminta sopir berhenti. Tapi bus justru melaju terus, berhenti di depan RS Al Wadi Mina — sekitar 1,5 km dari lokasi tenda. Saat diminta kembali, sopir menyanggupi tapi meminta bayaran 200 riyal.

“Aku iyain saja, karena tidak mungkin para lansia itu jalan kaki di tengah panas 45°C, banyak yang kursi roda. Siapa yang mendorong?”

Akhirnya, setelah muter lagi dan terjebak macet, rombongan baru bisa turun mendekati tenda jam 1 siang — 10 jam lebih setelah berangkat. Mereka disambut jamaah lain yang justru lebih dulu tiba meski berjalan kaki dari Muzdalifah.

Kritik Terbuka: Sistem yang Abai dan Mental Aji Mumpung
Dalam akhir ceritanya, Irfan juga mengkritik mentalitas sejumlah pihak yang dinilainya memanfaatkan situasi. Ia menyebut sopir bus sengaja “berdrama” untuk mendapatkan uang tambahan. Ia juga mencatat, tarif taksi yang biasanya 20 riyal, melonjak jadi 100 hingga 120 riyal.

“Kayaknya semua pada aji mumpung,” tulisnya getir. “Aku cuma bisa nehik-nehik saja.”

Kesaksian Irfan Nuruddin menjadi tamparan keras bagi otoritas penyelenggara haji. Persiapan teknis, fasilitas transportasi, dan verifikasi istito’ah harus dievaluasi menyeluruh. Jika lansia tidak didampingi, ditempatkan di jalur tidak ramah, dan harus menempuh jam-jam panjang tanpa bantuan, maka sistem ini tidak sedang melayani ibadah, tapi menciptakan penderitaan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Sedikit Jemaah Kehilangan Petugas Kloter, Murur di Muzdalifah Sulit Capai Target

    Tidak Sedikit Jemaah Kehilangan Petugas Kloter, Murur di Muzdalifah Sulit Capai Target

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 358
    • 0Komentar

    SAUDI – Sistem Syarikah yang diberlakukan Pemerintah untuk perjalanan Ibadah Haji tahun ini, banyak dikeluhkan jemaah maupun pembimbing haji. Salah satu persoalan yang muncul saat di Arafah, adalah berubahnya penempatan jemaah saat tiba di Madinah tidak sesuai dengan sistem kloter. Kondisi ini membuat ada jemaah yang terpisah rombongan dari pasangannya, bahkan petugas kloter berada di […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Bisa Kelabakan Melaksanakan Haji 2026, Legislator Ingatkan 3 Persoalan Ini

    Kemenhaj Bisa Kelabakan Melaksanakan Haji 2026, Legislator Ingatkan 3 Persoalan Ini

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 444
    • 0Komentar

    JAKARTA – Transformasi penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bisa berdampak pada pelaksanaaan haji 2025. Kemenhaj bisa kelabakan melayani haji tahun 2026 jika tidak segera mengantisipasi beberapa persoalan, seperti waktu pelaksanaan yang sempit, kesiapan SDM baru Kemenhaj, hingga proses pengalihan aset yang tidak bisa cepat. Anggota Komisi VIII DPR, […]

    Bagikan Berita:
  • Puluhan Jemaah Umrah dari Kendari Terkatung-katung di Madinah, Owner Travel Menghilang

    Puluhan Jemaah Umrah dari Kendari Terkatung-katung di Madinah, Owner Travel Menghilang

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 206
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Puluhan jemaah umrah asal Kendari terkatung-katung tanpa di Madinah. Tidak ada hotel, harus beli makan sendiri, dan travelnya tidak bisa dihubungi. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bahkan dalam video beredar datang menemui puluhan jemaah umrah asal kotanya itu. Kehadirannya menjadi titik balik bagi rombongan yang sebelumnya menghadapi serangkaian kendala sejak keberangkatan dari […]

    Bagikan Berita:
  • Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 213
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia resmi mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan platform Nusuk) milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi). Integrasi ini bertujuan mempermudah pengurusan visa serta meningkatkan akurasi dan keamanan data jemaah haji Indonesia. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji Republik Indonesia), Farosa, mengatakan integrasi tersebut memungkinkan data jemaah haji Indonesia […]

    Bagikan Berita:
  • Masih Ada Kasus Polio, Alasan Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji-Umrah Vaksin Polio Mulai 2025

    Masih Ada Kasus Polio, Alasan Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji-Umrah Vaksin Polio Mulai 2025

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 530
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rupanya ada alasan urgen yang mendasari Pemerintah Arab Saudi mewajibkan para jemaah haji Indonesia maupun jemaah umrah dari negeri ini untuk melakukan vaksin polio, alias Derived Polio Virus (VDPV). Pakar kesehatan menegaskan kebijakan ini merupakan respons proaktif negeri itu terkait kondisi kesehatan global dan temuan kasus di dalam negeri. “Kenapa tahun ini vaksin […]

    Bagikan Berita:
  • Takmir Masjid Jogokariyan, Kiyai Muhammad Jazir ASP Berpulang Senin 22 Desember

    Takmir Masjid Jogokariyan, Kiyai Muhammad Jazir ASP Berpulang Senin 22 Desember

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 275
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kabar duka, Takmir Masjid Jogokariyan, yang juga merupakan Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan sekaligus Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan, meninggal dunia pada 22 Desember 2025. Muhammad Jazir meninggal dunia pada Senin (22/12) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita yang mendalam. Haedar pun mengenang […]

    Bagikan Berita:
expand_less