Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 612
  • print Cetak

MAKKAH – Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), seharusnya menjadi puncak kekhusyukan dan kekhidmatan bagi jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Akan tetapi, bagi sebagian jamaah Indonesia pada 2025, terutama kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti), itu justru jadi momen paling melelahkan.

Salah satunya diungkapkan oleh Irfan Nuruddin, jamaah haji asal Indonesia yang juga merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam unggahan panjangnya di media sosial, Irfan mengungkapkan dengan sedih kekacauan dan ketidakmanusiawian penanganan haji saat murur (melintasi Muzdalifah tanpa mabit; biasanya untuk lansia dan risti).

“Di antara kesemrawutan ketika Armuzna, aku sampek mau menangis melihat jamaah-jamaah lansia dan risti berjam-jam menunggu bis untuk mengantar mereka murur,” tulis Irfan.

Menurut Irfan, di sektor 5 tempat ia berada, bus untuk murur hanya datang setiap setengah jam sekali — padahal jumlah jamaah yang harus diangkut sangat besar. Tak hanya itu, akses ke area keberangkatan bus justru menggunakan gerbang yang tidak ramah lansia: berundak dan berpasir.

“Padahal banyak gerbang lain yang rata dan berpaving, tapi entah kenapa mereka justru diarahkan ke jalur sulit itu,” keluh Irfan.
“Bayangkan kursi roda harus melewati pasir dan undakan, tanpa bantuan, karena yang muda-muda dilarang ikut murur.”

Para lansia pun dibiarkan sendiri, tanpa pendamping, tanpa pengatur, tanpa arahan. Beberapa bahkan tampak kebingungan dan panik, hanya bisa diam tanpa tahu harus berbuat apa.

Terpaksa Melanggar Aturan demi Membantu Lansia

Melihat situasi ini, Irfan memutuskan untuk tidak patuh pada perintah petugas syarikah yang memintanya naik bus lebih dulu. Ia berpura-pura geser dari antrean, kemudian kembali diam-diam demi mendampingi puluhan lansia yang tampak telantar.

“Untungnya aku ngeyel tetap di situ,” kata Irfan. Bersama seorang pemuda dari Boyolali bernama Naim, mereka mengatur dan membantu sekitar 60 jamaah lansia dari kloter 78 dan beberapa kloter lain, mengangkat kursi roda, mengatur antrean, bahkan menenangkan jamaah yang mulai panik.

Salah satu yang paling menyayat hati adalah seorang jamaah perempuan lansia, duduk di kursi roda, sulit berkomunikasi, dan tidak didampingi keluarga. Irfan bertanya ke rombongan lain, yang juga sepuh: “Apa ini ada keluarganya?” Jawabnya: “Tidak ada.”

“Ya Allah, bagaimana kesehariannya? Ke kamar mandi? Sholat? Dengan kondisi seperti ini, kok bisa diloloskan istito’ahnya?” tanya Irfan, menyindir sistem seleksi kelayakan jamaah yang tampaknya longgar untuk yang tak layak, tapi justru menyulitkan yang masih mampu.

13 Jam di Bus, 1,5 km Jalan Kaki di Bawah Terik Matahari

Setelah semua lansia berhasil diangkut, Irfan dan Naim ikut dalam bus terakhir pukul 3 dini hari. Perjalanan dari Arafah ke Mina — yang hanya sejauh 17 km — justru memakan waktu hampir 13 jam akibat kemacetan luar biasa. Para lansia tidak berani minum karena takut tidak bisa buang air, dan mereka terus-menerus bertanya, “Kok gak sampai-sampai?”

Irfan mencoba menenangkan: “Tenang mawon Mbah Kung, lebih baik kita di dalam bis, ada AC, daripada jalan dan kepanasan.”

Namun penderitaan belum selesai. Ketika bus akhirnya mendekati area tenda, Irfan meminta sopir berhenti. Tapi bus justru melaju terus, berhenti di depan RS Al Wadi Mina — sekitar 1,5 km dari lokasi tenda. Saat diminta kembali, sopir menyanggupi tapi meminta bayaran 200 riyal.

“Aku iyain saja, karena tidak mungkin para lansia itu jalan kaki di tengah panas 45°C, banyak yang kursi roda. Siapa yang mendorong?”

Akhirnya, setelah muter lagi dan terjebak macet, rombongan baru bisa turun mendekati tenda jam 1 siang — 10 jam lebih setelah berangkat. Mereka disambut jamaah lain yang justru lebih dulu tiba meski berjalan kaki dari Muzdalifah.

Kritik Terbuka: Sistem yang Abai dan Mental Aji Mumpung
Dalam akhir ceritanya, Irfan juga mengkritik mentalitas sejumlah pihak yang dinilainya memanfaatkan situasi. Ia menyebut sopir bus sengaja “berdrama” untuk mendapatkan uang tambahan. Ia juga mencatat, tarif taksi yang biasanya 20 riyal, melonjak jadi 100 hingga 120 riyal.

“Kayaknya semua pada aji mumpung,” tulisnya getir. “Aku cuma bisa nehik-nehik saja.”

Kesaksian Irfan Nuruddin menjadi tamparan keras bagi otoritas penyelenggara haji. Persiapan teknis, fasilitas transportasi, dan verifikasi istito’ah harus dievaluasi menyeluruh. Jika lansia tidak didampingi, ditempatkan di jalur tidak ramah, dan harus menempuh jam-jam panjang tanpa bantuan, maka sistem ini tidak sedang melayani ibadah, tapi menciptakan penderitaan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Wamen Haji dan Umrah Sebut Ada Broker yang Menitip Nama Syarikah Agar Diloloskan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 426
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut adanya upaya lobi dan desakan untuk meloloskan syarikah tertentu saat pihaknya melakukan penentuan perusahaan yang akan melayani jemaah haji tahun 2026 mendatang. Seperti diketahui, sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah cuma menunjuk dua perusahaan penyedia layanan haji atau syarikah yang melayani jemaah dalam pelaksanaan […]

    Bagikan Berita:
  • Foto-foto: Momen Presiden Prabowo Subianto Melakukan Ibadah Umrah saat ke Arab Saudi photo_camera 6

    Foto-foto: Momen Presiden Prabowo Subianto Melakukan Ibadah Umrah saat ke Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 583
    • 0Komentar

    PRESIDEN Prabowo Subianto menunaikan ibadah umrah setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi di Jeddah. Prabowo menunaikan ibadah umrah bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Setibanya di Masjidil Haram, Presiden turut menyapa para jemaah asal Indonesia yang sedang beribadah di tanah suci. Masjidil Haram, Makkah, Kerajaan Arab Saudi, 2 Juli 2025. Foto: […]

    Bagikan Berita:
  • Di Tengah Ketegangan di Timur Tengah, Arab Saudi Buka Jalur Udara untuk 1.300 Penerbangan per Hari

    Di Tengah Ketegangan di Timur Tengah, Arab Saudi Buka Jalur Udara untuk 1.300 Penerbangan per Hari

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 579
    • 0Komentar

    SAUDI – Ketegangan kawasan Timur Tengah melonjak tajam pasca-serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran dan serangan balasan rudal Iran ke pangkalan AS di Qatar. Di tengah kekacauan tersebut, Arab Saudi membuka wilayah udaranya untuk menampung lonjakan penerbangan internasional yang dialihkan. Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (GACA), lebih dari 1.330 penerbangan per hari kini […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah Asal Makassar Meninggal di Bandara Jeddah Setelah Telantar 2 Hari

    Jemaah Umrah Asal Makassar Meninggal di Bandara Jeddah Setelah Telantar 2 Hari

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 343
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Seorang jemaah umrah asal Kota Makassar, dikabarkan meninggal dunia setelah diketahui telantar selama dua hari di Bandara Jeddah. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi rombongan jemaah umrah tersebut telah berangkat atau belum. Salah satu jemaah, Dwitha, menyampaikan rombongannya sudah 2 hari telantar di Bandara Jeddah, dan belum ada kejelasan dari pihak Maskapai […]

    Bagikan Berita:
  • Sukseskan Haji 2026, Menhaj RI dan Menhaj Saudi Gelar Pertemuan Dua Hari

    Sukseskan Haji 2026, Menhaj RI dan Menhaj Saudi Gelar Pertemuan Dua Hari

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 377
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Komitmen pelayanan terbaik bagi tamu Allah kembali ditegaskan dalam pertemuan khusus antara Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, dan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, yang berlangsung pada 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi. Pertemuan dua hari ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat […]

    Bagikan Berita:
  • Masih Ada Kasus Polio, Alasan Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji-Umrah Vaksin Polio Mulai 2025

    Masih Ada Kasus Polio, Alasan Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji-Umrah Vaksin Polio Mulai 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 680
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rupanya ada alasan urgen yang mendasari Pemerintah Arab Saudi mewajibkan para jemaah haji Indonesia maupun jemaah umrah dari negeri ini untuk melakukan vaksin polio, alias Derived Polio Virus (VDPV). Pakar kesehatan menegaskan kebijakan ini merupakan respons proaktif negeri itu terkait kondisi kesehatan global dan temuan kasus di dalam negeri. “Kenapa tahun ini vaksin […]

    Bagikan Berita:
expand_less