Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Berangkat Haji Berdua Pulang Bertiga, Pasangan Jemaah Asal Lumajang Ini Dikaruniahi Buah Hati saat Tawaf

Berangkat Haji Berdua Pulang Bertiga, Pasangan Jemaah Asal Lumajang Ini Dikaruniahi Buah Hati saat Tawaf

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • visibility 494
  • print Cetak

JAKARTA – Berangkat haji berdua, Tristy Erlinawati dan Fachrizal Rahmad, jemaah asal Lumajang, kini pulang bertiga pada Selasa 2 September 2025 lalu. Tristy melahirkan saat menjalankan ibadah haji pada Juni lalu, dan membuat mereka baru bisa pulang tiga bulan setelahnya, karena proses pemulihan yang panjang.

Pasangan ini bersama anaknya, akhirnya tiba di Asrama Haji Surabaya pada Selasa 2 September lalu setelah tiga bulan berada di Arab Saudi.
Mereka pulang bersama anak keempat mereka, Nu’aim, yang lahir di Makkah saat musim haji.

Pasangan tersebut berangkat pada 26 Mei 2025 dalam kondisi kandungan Tristy masih aman untuk terbang (14–26 minggu). Pada 16 Juni pukul 23.45 WAS, Tristy melahirkan di usia kandungan 27–28 minggu. Air ketubannya pecah saat thawaf di putaran ketiga, meski tanpa kontraksi. Setelah diobservasi enam hari, kelahiran akhirnya tidak bisa ditunda.

Nu’aim lahir prematur dengan berat 1,2 kg. Selama dirawat di inkubator, beratnya naik menjadi 2,3 kg. Ia diizinkan pulang setelah bisa bernapas tanpa oksigen tambahan dan menyusu langsung. Selama tiga bulan, Tristy dan suami rutin mengantarkan ASI ke rumah sakit dan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Seluruh kebutuhan akomodasi, transportasi, dan konsumsi pasangan ini ditanggung pemerintah, termasuk saat mereka tinggal di Wisma Haji Daker Makkah. Setibanya di Tanah Air, mereka disambut Kemenag Jatim.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, Muh. As’adul Anam, menyatakan kebahagiaan atas kepulangan mereka. Saat ini masih ada dua jemaah Embarkasi Surabaya yang dirawat di Arab Saudi, serta satu jemaah asal Malang yang masih dalam proses pencarian dan identifikasi.

Kenang Melahirkan Setelah Melaksanakan Tawaf

Adapun Tristy mengenang, saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram pada putaran ketiga, air ketubannya pecah meski tanpa kontraksi.

“Sebelum melahirkan, saya sempat diobservasi tim medis selama 6 hari. Kehamilan masih diusahakan dipertahankan karena memang belum ada kontraksi. Namun qadarullah, ternyata Nu’aim lahir,” ceritanya.

Selama menunggu perkembangan kondisi sang bayi, pasangan ini menempati Wisma Haji Daker (Daerah Kerja) Makkah. Semua kebutuhan penginapan, transportasi, dan konsumsi ditanggung pemerintah.

Nu’aim lahir prematur di usia kandungan 27-28 minggu. Meskipun demikian, kondisi kesehatannya terus menunjukkan kemajuan.

“Awal lahir beratnya sekitar 1,2 kg, Alhamdulillah sekarang sudah 2,3 kg. Nu’aim diizinkan pulang oleh dokter setelah dia dapat bernapas tanpa selang oksigen, serta dapat minum susu langsung tanpa alat bantu. Jadi langsung menyusu ke ibunya atau ke botol/dot,” jelas Tristy.

Selama tiga bulan tinggal di Arab Saudi, Tristy dan suami rutin mengantarkan ASI ke rumah sakit tempat Nu’aim dirawat dalam inkubator. Di sela waktu itu, mereka juga memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, baik thawaf maupun shalat sunnah.

Pasangan ini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Kementerian Agama yang telah memberikan bantuan yang optimal selama mereka berada di Tanah Suci hingga proses kepulangan ke Tanah Air.

Setibanya di Indonesia, pasangan suami istri dan sang bayi disambut oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Muh. As’adul Anam, bersama para ketua tim dan perwakilan Kemenag Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulillah, hari ini datang dua jemaah haji Embarkasi Surabaya beserta bayinya dengan selamat. Kami turut berbahagia atas kepulangan jemaah di Tanah Air dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Kepulangan jemaah ini semua ditanggung pemerintah,” kata Muh. As’adul Anam.

Di samping Tristy dan Fachrizal yang tertinggal dari rombongan kloternya, saat ini masih terdapat dua jemaah haji Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Pasuruan dan Lumajang yang sedang berada di Arab Saudi karena menjalani perawatan medis. Sementara itu, satu jemaah asal Kabupaten Malang masih dalam proses pencarian dan identifikasi oleh Ditjen PHU Kemenag RI.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    BP Haji Perketat Rekrutmen Petugas, Dahnil: Tak Ada Lagi yang Cuma Nebeng-nebeng

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 427
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Penyelenggara (BP) Haji bakal memikul penuh tanggung jawab operasional haji Indonesia mulai 2026, setelah resmi beralih dari Kementerian Agama (Kemenag). Meskipum musim haji 2025 telah selesai, Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan ada catatan penting terkait kualitas petugas haji di lapangan. Dalam evaluasi di Kantor BP Haji, Thamrin, Jakarta Pusat, […]

    Bagikan Berita:
  • ‘Jai Lil Umrah’, Saudi Kampanyekan Aturan dan Etika Ibadah Umrah

    ‘Jai Lil Umrah’, Saudi Kampanyekan Aturan dan Etika Ibadah Umrah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 348
    • 0Komentar

    HANRANEWS – Arab Saudi meluncurkan kampanye baru bertajuk “Jai lil Umrah” untuk meningkatkan kesadaran jamaah mengenai layanan, petunjuk, serta etika selama menjalankan ibadah umrah. Program ini digulirkan menjelang puncak musim umrah di bulan Ramadan. Kampanye tersebut diluncurkan oleh sistem Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman ibadah jamaah sekaligus mempermudah perjalanan […]

    Bagikan Berita:
  • Memahami Pemakaman Jenazah dengan Sistem ‘Tumpuk’ di Makkah dan Madinah

    Memahami Pemakaman Jenazah dengan Sistem ‘Tumpuk’ di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 603
    • 0Komentar

    MAKKAH – Sistem pemakaman jenazah di Arab Saudi sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Negara ini sudah lama menerapkan sistem makam vertikal atau “makam tumpuk”, terutama untuk jenazah jemaah haji dan umrah yang wafat di Tanah Suci. Di Arab Saudi, anda tidak akan menemukan kuburan warga yang dibangun dengan semen, menggunakan tehel atau marmer. Kuburan di […]

    Bagikan Berita:
  • 700 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Padahal Sudah Punya Tiket Pesawat

    700 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Padahal Sudah Punya Tiket Pesawat

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 600
    • 0Komentar

    SURABAYA – Pengetatan visa oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memakan korban pertama sejak dimulainya musim umrah. Ratusan calon jemaah umrah asal Jawa Timur yang telah memegang tiket pesawat dan bersiap terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda, batal berangkat. Jemaah umrah yang jumlahnya 700 orang itu batal berangkat lantaran visa umrah belum juga diterbitkan […]

    Bagikan Berita:
  • Melihat Cara Tazkiyah Tour Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2025, Dokter Siapkan Sekoper Obat-obatan

    Melihat Cara Tazkiyah Tour Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2025, Dokter Siapkan Sekoper Obat-obatan

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 448
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Demi memberi pelayanan yang tenang dan nyaman kepada jemaah haji khusus, penyelenggara ibadah haji dan umrah di Makassar, Tazkiyah Tour menunjukkan komitmen yang kuat. Khususnya terkait kesehatan fisik dan kenyamanan spiritual jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2025. Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah pendekatan kesehatan yang dilakukan langsung oleh dokter pendamping, […]

    Bagikan Berita:
  • Perjalanan Mantan Imam Masjidilharam Ditahan 7 Tahun oleh Arab Saudi Hingga Kini Bebas

    Perjalanan Mantan Imam Masjidilharam Ditahan 7 Tahun oleh Arab Saudi Hingga Kini Bebas

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 613
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membebaskan Syekh Saleh Al-Talib, yang dikenal merupakan imam dan khatib Masjidil Haram sebelum ditangkap. Syekh Saleh Al-Talib bebas setelah lebih dari tujuh tahun menjalani penahanan. Kabar ini dikonfirmasi kelompok advokasi Prisoners of Conscience melalui media sosial pada Ahad 29 September 2025. Syekh Al-Talib, dikenal luas karena lantunan bacaan Al-Qur’an […]

    Bagikan Berita:
expand_less