Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Kemenhaj Bidik Produk Pangan Indonesia Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji 2027, Rantai Pasok Ditata dari Hulu ke Hilir

Kemenhaj Bidik Produk Pangan Indonesia Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji 2027, Rantai Pasok Ditata dari Hulu ke Hilir

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 101
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan strategi untuk memperbesar penggunaan produk pangan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji 2027.

Dengan kuota mencapai 221.000 jemaah, penyelenggaraan haji tahun depan dinilai bukan hanya menjadi agenda ibadah, tetapi juga membuka pasar besar bagi produk pangan nasional.

Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Monitoring Evaluasi Ekosistem Pangan Haji dan Umrah yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan penguatan ekosistem pangan haji diarahkan untuk mendorong kemandirian sekaligus mengoptimalkan produk dalam negeri.

“Kita ingin mewujudkan kemandirian pangan dengan memberdayakan produk nasional. Kalau kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam negeri, tidak perlu lagi mengandalkan impor,” ujar Jaenal.

Produk yang disiapkan tidak sebatas bumbu masakan dan makanan siap santap atau ready to eat (RTE). Kemenhaj juga mendorong penguatan komoditas utama seperti beras, protein, buah, sayuran, dan minyak.

Produk pangan dari berbagai daerah juga akan didorong masuk dalam rantai pasok haji. Langkah ini sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha dan UMKM untuk mengambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan pangan jemaah.

Namun, produk nasional harus mampu memenuhi kebutuhan dan kondisi di Arab Saudi. Karena itu, inovasi dan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan pangan haji.

Perguruan tinggi didorong terlibat dalam riset, termasuk mengembangkan produk RTE berbasis beras nasional maupun pangan lokal yang dapat bertahan dan beradaptasi dengan kondisi cuaca di Arab Saudi.

Jaenal mengatakan kesiapan produk akan disusun melalui peta jalan yang mencakup standardisasi, kurasi penyedia, produksi, pengemasan, pemenuhan regulasi, hingga ekspor dan logistik.

“Peta jalan di 2027 nanti harapannya seluruh produk pangan ditargetkan siap berlabuh dan berada di Arab Saudi satu bulan sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Penataan dilakukan secara end-to-end. Prosesnya dimulai dari pemetaan kebutuhan dan kapasitas produksi, pemilihan penyedia, standardisasi gizi dan mutu, hingga distribusi di Arab Saudi.

Aspek ketertelusuran juga menjadi perhatian. Bahan baku hingga proses produksi akan dipantau untuk memastikan pangan yang dikonsumsi jemaah memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Pengembangan ekosistem ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Rakor tersebut melibatkan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyatukan perencanaan dan membangun rantai pasok pangan haji yang lebih terintegrasi.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan persentase kebutuhan pangan jemaah yang mampu dipenuhi dari produk dalam negeri dapat menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan ekosistem pangan haji 2027.

“Ukuran yang bisa kita gunakan, misalnya, berapa persen kebutuhan pangan haji Indonesia 2027 yang sudah dapat kita penuhi dari dalam negeri,” ujar Tatang.

Jika strategi ini berjalan sesuai target, rantai pasok pangan haji tidak hanya diarahkan untuk menjamin ketersediaan dan kualitas konsumsi jemaah. Lebih jauh, penyelenggaraan haji dapat menjadi pintu masuk bagi produk pangan Indonesia untuk menembus pasar Arab Saudi.

Penguatan rantai pasok tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang menghubungkan sektor produksi, perdagangan, teknologi, UMKM hingga logistik.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan-Idul Fitri 2026 Sebentar Lagi, Ini Jadwal Terakhir Pemulangan Umrah 1447 H

    Ramadhan-Idul Fitri 2026 Sebentar Lagi, Ini Jadwal Terakhir Pemulangan Umrah 1447 H

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 473
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengimbau para pihak yang terkait Umrah dan Haji, khususnya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). HIMPUH meminta untuk memperhatikan kalender umrah 1447 H yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kalender umrah 1447 H tersebut agar dapat menjadi acuan para PPIU […]

    Bagikan Berita:
  • SOTK Terbaru Kementerian Haji dan Umrah, Ini Daftar Nama Kepala Kanwil Kemenhaj Setiap Provinsi

    SOTK Terbaru Kementerian Haji dan Umrah, Ini Daftar Nama Kepala Kanwil Kemenhaj Setiap Provinsi

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 933
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) kelembagaannya dengan melantik lebih dari 400 pejabat struktural instansi vertikal yang tersebar di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Kemenhaj sebelumnya melantik pejabatnya di Masjid Al-Ikhlas, Kompleks Kemenhaj RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 28 November 2025 lalu. […]

    Bagikan Berita:
  • Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 558
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggaran penyelenggaraan ibadah haji punya potensi kebocoran yang nilainya tidak main-main. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan hitung-hitungannya terkait potensi kebocoran dana haji yang bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun. Menurut Gus Irfan, angka tersebut bukan hasil dugaan sembarangan, melainkan berdasarkan kalkulasi para peneliti […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Israel-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman: Belum Ada yang Terdampak Penutupan Bandara Saudi

    Konflik Israel-Iran Memanas, Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman: Belum Ada yang Terdampak Penutupan Bandara Saudi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 139
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah mengungkap, hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah, yang terdampak penutupan salah satu bandara di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik Israel dan Iran. Meski situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus dipantau, pemerintah menegaskan jalur utama yang digunakan jemaah umrah Indonesia masih beroperasi normal karena bandara […]

    Bagikan Berita:
  • Warga di Palembang Bisa Terbang Langsung Palembang-Madinah Tanpa Transit Pakai Garuda

    Warga di Palembang Bisa Terbang Langsung Palembang-Madinah Tanpa Transit Pakai Garuda

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 503
    • 0Komentar

    JAKARTA – Warga Sumatera Selatan yang mau berangkat ke Tanah Suci tidak perlu transit lagi. Garuda Indonesia resmi membuka penerbangan langsung umrah dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Madinah, tanpa transit! Penerbangan perdana tersebut merupakan kolaborasi antara Garuda Indonesia dan Dream Aviation, dengan menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A330 berkapasitas 365 […]

    Bagikan Berita:
  • Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 418
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa proses pencarian tiga jemaah haji asal Indonesia yang masih hilang di Tanah Suci kini memasuki tahap baru. Setelah lebih dari dua bulan dilakukan pencarian secara manual, pola pencarian diubah menjadi metode ante mortem dan post mortem dengan pencocokan DNA. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji […]

    Bagikan Berita:
expand_less