Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Kemenhaj Blokir Travel Annisa Ahmada dan JGroup Gegara Ratusan Jemaah Telantar

Kemenhaj Blokir Travel Annisa Ahmada dan JGroup Gegara Ratusan Jemaah Telantar

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 95
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengambil tindakan administratif terhadap dua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yakni PT JGroup Amanah Wisata dan PT Annisa Ahmada Travelindo.

Melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenhaj memblokir akses kedua perusahaan tersebut ke Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan sementara aktivitas pendaftaran dan transaksi jemaah baru sekaligus mencegah semakin banyak masyarakat yang berpotensi terdampak persoalan operasional kedua travel.

Penindakan itu mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, serta Permen Haji dan Umrah Nomor 2 Tahun 2026.

Pada PT JGroup Amanah Wisata, tindakan diambil setelah adanya pengaduan masyarakat terkait penundaan dan pembatalan keberangkatan 16 jemaah asal Jember.

Belasan jemaah tersebut tidak diberangkatkan sesuai jadwal pada akhir Agustus 2026 meski telah melunasi biaya perjalanan. Dalam proses penanganannya, travel juga terindikasi mengalihkan jemaah secara sepihak kepada entitas lain dengan meminta tambahan pembayaran.

Persoalan tersebut ternyata tidak berhenti pada 16 jemaah. Sedikitnya 19 jemaah lainnya turut mengalami kerugian. Setelah dilakukan klarifikasi, pihak travel belum memenuhi komitmen penyelesaian maupun pengembalian dana kepada jemaah terdampak.

Sementara itu, persoalan PT Annisa Ahmada Travelindo mencakup dua kasus yang dinilai serius.

Sebanyak 82 jemaah yang berada di Arab Saudi disebut terlantar karena menghadapi ketidakpastian penerbangan untuk kembali ke Tanah Air. Mereka terdiri atas 26 jemaah di Makkah dan 56 jemaah di Madinah.

Di sisi lain, sebanyak 282 jemaah yang masih berada di Indonesia juga tidak diberangkatkan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Travel tersebut sebelumnya telah menandatangani Berita Acara Kesepakatan pada 13 September 2026. Dalam kesepakatan itu, 282 jemaah dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap pada 15, 17, dan 18 September 2026. Namun, kesepakatan tersebut tidak dipenuhi.

Direktur Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Atty Novyanty, mengatakan pemblokiran SISKOPATUH merupakan langkah pengamanan untuk melindungi jemaah.

“Pemblokiran akses SISKOPATUH ini merupakan tindakan pengamanan administratif darurat untuk menghentikan transaksi dan pendaftaran jemaah baru,” kata Atty dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiarkan persoalan yang berkaitan dengan penelantaran jemaah berlarut-larut, baik terhadap jemaah yang gagal diberangkatkan dari Indonesia maupun mereka yang mengalami keterlambatan kepulangan dari Arab Saudi.

Atty juga meminta kedua PPIU segera memberikan pertanggungjawaban secara tertulis dan menyelesaikan seluruh kewajiban kepada jemaah yang terdampak.

“Kami minta PT Annisa Ahmada Travelindo dan PT JGroup Amanah Wisata segera menuntaskan seluruh kewajibannya,” ujarnya.

Kemenhaj, lanjut dia, masih akan melakukan evaluasi terhadap penyelesaian kasus kedua travel tersebut. Jika kewajiban kepada jemaah tidak diselesaikan dan pelanggaran kembali terjadi, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi yang lebih berat, termasuk pembekuan hingga pencabutan izin operasional PPIU.

Selain melakukan pengawasan, Kemenhaj menyatakan akan mengawal proses ganti rugi yang dilakukan pihak travel kepada jemaah.

Pemerintah juga mengingatkan calon jemaah agar tidak sekadar mempertimbangkan harga ketika memilih travel umrah. Legalitas PPIU dan status pendaftaran jemaah perlu dipastikan melalui SISKOPATUH sebelum melakukan pembayaran.

Calon jemaah juga diminta memastikan informasi mengenai jadwal keberangkatan, penerbangan, akomodasi, serta layanan yang dijanjikan telah jelas sebelum menyerahkan dana kepada penyelenggara.

Kemenhaj menegaskan pengawasan terhadap penyelenggara umrah akan terus diperketat, terutama terhadap PPIU yang tidak memenuhi kewajiban dan menimbulkan kerugian bagi jemaah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arab Saudi Minta Pemerintah RI Lebih Cepat Memulai Persiapan Haji 2026

    Arab Saudi Minta Pemerintah RI Lebih Cepat Memulai Persiapan Haji 2026

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 805
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi meminta Indonesia memulai persiapan pelaksanaan haji 2026 lebih awal. Demi mensukseskan haji yang berlangsung tahun depan itu. Hal itu diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang juga Penanggung Jawab Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Hilman Latief usai bertemu dengan Deputi Bidang Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah […]

    Bagikan Berita:
  • Travel Buka Suara soal Kericuhan Calon Jemaah Umrah di Jombang, Bantah Telantarkan dan Habiskan Dana

    Travel Buka Suara soal Kericuhan Calon Jemaah Umrah di Jombang, Bantah Telantarkan dan Habiskan Dana

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Manajemen PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) memberikan klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi setelah ratusan calon jemaah umrah di Jombang gagal berangkat sesuai rencana pada Minggu (30/8/2026) lalu. Direktur/CEO PT Annisa Ahmada, Erni Khairunnisa, membantah anggapan bahwa perusahaan melarikan atau menghabiskan uang milik calon jemaah. Menurut Erni, keberangkatan jemaah sejak awal memang […]

    Bagikan Berita:
  • Komisi VIII DPR: Penyelenggaraan Haji 2026 Membaik, Tapi Biaya Haji Berpotensi Naik Tahun Depan

    Komisi VIII DPR: Penyelenggaraan Haji 2026 Membaik, Tapi Biaya Haji Berpotensi Naik Tahun Depan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 157
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, di balik capaian tersebut, ia mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah, termasuk potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada musim haji berikutnya. Menurut Marwan, pelayanan haji di dalam negeri menjadi […]

    Bagikan Berita:
  • Resmi, Cuma Dua Syarikah yang Bakal Melayani Jemaah Haji 2026

    Resmi, Cuma Dua Syarikah yang Bakal Melayani Jemaah Haji 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 625
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persiapan ibadah haji tahun 2026 terus dimatangkan. Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah, memastikan cuma ada dua syarikah asal Arab Saudi yang dipercaya melayani 203 ribu jemaah haji reguler Tanah Air pada musim haji 1447 H/2026 M. Kabar tersebut diumumkan Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah lewat unggahan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Tidak Perlu Repot Urusan Bagasi: Tinggal Belanja, Barang Langsung Dikirim ke Tanah Air

    Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Tidak Perlu Repot Urusan Bagasi: Tinggal Belanja, Barang Langsung Dikirim ke Tanah Air

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 644
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Managing Director Tazkiyah Group, H. Adnan Syamsuddin, mengungkapkan salah satu strategi yang diterapkan pihaknya memudahkan para jemaah haji khusus dengan membangun kerja sama dengan PT Pos terkait pengiriman barang belanjaan jemaah. Dengan kerja sama tersebut, Jemaah tidak lagi repot membawa sendiri barang-barang belanjaannya. Mereka tinggal pilih barang yang mau dibeli di Madinah, barang-barang […]

    Bagikan Berita:
  • Dilarang Bawa Barang Berlebihan, Tapi Jemaah Perlu Membawa Charger Ponsel, Kipas dan Barang-barang Ini Saat Wukuf

    Dilarang Bawa Barang Berlebihan, Tapi Jemaah Perlu Membawa Charger Ponsel, Kipas dan Barang-barang Ini Saat Wukuf

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 598
    • 0Komentar

    MAKKAH – Wukuf di Arafah merupakan momen puncak ibadah haji yang sangat penting dan sakral. Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang telah ditetapkan, jemaah haji akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah atau 5 Juni 2025. Karena itu, jemaah haji Indonesia harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk membawa perlengkapan pribadi yang tepat saat menuju […]

    Bagikan Berita:
expand_less