Jemaah Umrah Putar Balik dari India Gegara Penerbangan ke Jeddah Di-cancel
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Illustrasi berpakaian Ihram saat di Bandara
HAMRANEWS.ID – Perjalanan 27 jemaah umrah asal Indonesia menuju Tanah Suci terganggu setelah penerbangan Air India dari New Delhi menuju Jeddah dibatalkan secara mendadak.
Akibatnya, seluruh jemaah terpaksa kembali ke Singapura setelah telanjur menempuh perjalanan udara dari Singapura ke India.
Pengalaman tersebut dibagikan Salzha Aulia melalui akun media sosialnya, Jumat 16 Oktober 2026. Ia mengungkapkan, rombongan awalnya berangkat dari Indonesia menuju Singapura menggunakan maskapai TransNusa tanpa kendala.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan Air India menuju Jeddah, dengan transit di New Delhi, India.
Setibanya di India sekitar pukul 03.00 waktu setempat, para jemaah menunggu penerbangan lanjutan menuju Jeddah yang dijadwalkan pukul 10.00.
Namun, sekitar pukul 06.00, mereka mendapat informasi bahwa penerbangan tersebut dibatalkan. Para jemaah pun terpaksa kembali ke Singapura.
Persoalan semakin rumit karena kursi penerbangan untuk kembali ke Singapura tidak lagi tersedia untuk seluruh rombongan dalam satu jadwal.
Akibatnya, 27 jemaah harus dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian dijadwalkan terbang kembali pada pukul 13.00, sedangkan kelompok lainnya baru mendapat penerbangan pukul 03.00 dini hari berikutnya.
Bagi kelompok kedua, situasi tersebut membuat mereka harus menunggu hingga sekitar 24 jam di India sebelum dapat kembali ke Singapura.
Salzha mengungkapkan, pihak travel Berani Umroh kini berupaya meminta pengembalian dana atau refund kepada Air India atas penerbangan yang dibatalkan.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak travel, maskapai disebut hanya bersedia mengembalikan sekitar 75 persen biaya penerbangan karena rute Singapura–India dan penerbangan kembali ke Singapura telah terlaksana.
Kondisi ini menjadi keberatan bagi para jemaah. Menurut Salzha, tujuan utama perjalanan mereka bukanlah India, melainkan Jeddah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Ia menilai pembatalan tersebut telah menimbulkan kerugian dari sisi waktu, biaya, hingga tenaga yang telah dikeluarkan para jemaah.
Dampaknya juga dirasakan oleh jemaah lanjut usia. Salzha mengaku prihatin terhadap sejumlah jemaah berusia di atas 50 tahun yang berasal dari Jawa Timur.
Mereka disebut telah menempuh perjalanan berhari-hari sebelum keberangkatan, mengorbankan banyak hal, bahkan mengambil cuti demi menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sementara itu, Salzha sendiri berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia mengaku bersyukur perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta tidak memerlukan waktu terlalu lama dibandingkan sebagian jemaah lainnya.
Meski perjalanan mereka terpaksa tertunda, Salzha berharap seluruh jemaah diberi kemudahan dan kelancaran rezeki agar dapat segera berangkat kembali ke Tanah Suci.
“Semoga rezeki kami semua dilancarkan dan disegerakan untuk datang dan diundang langsung oleh Allah SWT ke rumah-Nya di Baitullah,” tulisnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
