Tak Ada Larangan Umrah, Penerbangan ke Madinah Tetap Terbuka
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pemerintah belum mengeluarkan larangan pemberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Sejauh ini, penutupan penerbangan hanya terjadi pada rute menuju Bandara Riyadh, sementara penerbangan menuju Bandara lain seperti Madinah masih terbuka.
Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), M. Azhar Gazali, mengimbau calon jemaah umrah asal Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, agar tetap tenang dan tidak terburu-buru membatalkan rencana keberangkatan.
Azhar menegaskan, masyarakat perlu membedakan peningkatan kewaspadaan keamanan dengan kebijakan penghentian seluruh perjalanan umrah.
Hingga Selasa, 13 Oktober 2026, AMPHURI belum menerima informasi resmi mengenai larangan menyeluruh dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.
Karena itu, penundaan penerbangan oleh maskapai tertentu tidak serta-merta berarti seluruh pemberangkatan umrah dihentikan.
Menurut Azhar, peringatan keamanan di Makkah, Jeddah, dan Taif juga tidak otomatis menunjukkan bahwa ketiga wilayah tersebut menjadi sasaran serangan. Peringatan itu merupakan bagian dari langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dan mengantisipasi potensi risiko keamanan.
“Terkait kondisi jemaah umrah asal Indonesia, berdasarkan informasi resmi pemerintah Indonesia yang dipantau AMPHURI, belum terdapat laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut,” kata Azhar.
Ia menambahkan, keputusan keberangkatan tetap harus mempertimbangkan perkembangan kondisi keamanan dan keselamatan jemaah. Calon jemaah diminta berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan dan mengantisipasi kemungkinan perubahan perjalanan.
Jika situasi di bandara mengakibatkan jemaah tertahan atau mengalami kendala kepulangan, biro perjalanan diharapkan mengupayakan akomodasi hotel sesuai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi.
AMPHURI mencatat, jumlah jemaah umrah yang berangkat melalui penerbangan dari Makassar mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang setiap bulan.
Besarnya jumlah tersebut membuat koordinasi antara jemaah, biro perjalanan, maskapai, dan pemerintah menjadi penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat.
Azhar mengingatkan calon jemaah agar terus memantau informasi resmi dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kabar yang belum terverifikasi. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama, tanpa menganggap seluruh perjalanan umrah telah dihentikan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
