Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Fina, Jemaah Autis Indonesia Sukses Tuntaskan Haji Setelah Menunggu 13 Tahun

Cerita Fina, Jemaah Autis Indonesia Sukses Tuntaskan Haji Setelah Menunggu 13 Tahun

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 92
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Satu di antara ratusan ribu jemaah Indonesia adalah Sharfina Diah Nuratika atau yang akrab disapa Fina. Seorang penyandang autisme asal Tangerang Selatan yang berhasil menuntaskan rangkaian ibadah haji bersama keluarganya.

Bagi sebagian orang, menjalani haji sudah menjadi tantangan besar. Cuaca panas, kepadatan jutaan jemaah, hingga rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental sering kali menjadi ujian tersendiri. Namun bagi Fina dan keluarganya, perjalanan menuju Baitullah memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Tak sedikit orang yang mungkin meragukan kemampuan penyandang autisme untuk menjalani ibadah haji yang kompleks dan melibatkan mobilitas tinggi. Akan tetapi, keraguan itu perlahan sirna ketika Fina membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Berawal dari Umrah Pertama

Kisah ini sejatinya dimulai jauh sebelum Fina mengenakan pakaian ihram sebagai jemaah haji. Pada 2008, keluarganya mengajak Fina menunaikan ibadah umrah. Saat itu, sang ibu, Lilis Ardifiyanti, ingin mengetahui sejauh mana putrinya mampu beradaptasi dengan situasi yang penuh keramaian dan aktivitas ibadah yang padat.

Kekhawatiran itu wajar. Bagi penyandang autisme, lingkungan baru, kerumunan besar, dan perubahan rutinitas sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun apa yang terjadi justru di luar dugaan.

“Ternyata di dalam perjalanan umrah itu, dia bisa melaksanakan semuanya dengan smooth. Bisa tawaf, sa’i, semuanya bisa, tidak ada hambatan, tidak ada tantrum, tidak ada gangguan, dan tidak menyebabkan orang lain terganggu,” tutur Lilis saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Al Hidayah, Aziziyah, Makkah belum lama ini.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal keyakinan keluarga bahwa Fina juga memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Menanti Selama 13 Tahun

Pada April 2013, dua bulan setelah ulang tahunnya, Fina resmi didaftarkan sebagai calon jemaah haji. Sejak saat itu, dimulailah perjalanan panjang yang penuh kesabaran.

Selama 13 tahun masa tunggu, keluarga tidak hanya menanti nomor porsi dipanggil. Mereka juga mempersiapkan Fina secara bertahap agar siap menghadapi perjalanan spiritual terbesar dalam hidupnya.

Berbagai cara dilakukan. Fina dibiasakan melakukan perjalanan jauh, berinteraksi dengan banyak orang, serta mengikuti aktivitas kelompok agar lebih mudah beradaptasi dengan situasi yang akan dihadapi saat berhaji.

Pada 2023, keluarga kembali mengajaknya menunaikan ibadah umrah. Bagi mereka, perjalanan tersebut bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi simulasi penting menjelang keberangkatan haji.

“Kami membiasakan dia terbang jauh dan berada dalam kelompok yang beragam agar lebih mudah beradaptasi ketika nanti berhaji,” kata Lilis.

Saat Keyakinan Bertemu Pertolongan Allah

Meski telah melakukan berbagai persiapan, keluarga tetap menyadari bahwa tantangan terbesar akan datang saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Jutaan manusia berkumpul dalam satu waktu dan tempat. Kondisi tersebut bahkan sering kali menjadi ujian bagi jemaah yang tidak memiliki kebutuhan khusus.

Namun di tengah segala kekhawatiran itu, keluarga memilih untuk berserah diri kepada Allah SWT.

“Tapi kami percaya kepada Allah bahwa insya Allah akan dibantu,” ujar Lilis.

Dan pertolongan itu benar-benar mereka rasakan.

Fina yang kini berusia 30 tahun mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah haji dengan baik. Ia menjalani wukuf di Arafah, mengikuti proses murur saat bermalam di Mina, hingga melaksanakan lontar jumrah pada hari pertama.

“Alhamdulillah ternyata sampai sekarang dia berhasil melewati semuanya,” kata Lilis.

Meski lontar jumrah pada hari kedua dan ketiga akhirnya dibadalkan oleh sang kakak karena Fina mengalami alergi, hal itu tidak mengurangi rasa syukur keluarga atas perjalanan luar biasa yang berhasil dilalui bersama.

Tali Pengaman dan Tali Kasih Sayang

Di balik keberhasilan tersebut, ada perhatian dan pendampingan yang tak pernah putus dari keluarga.

Saat melaksanakan tawaf di tengah lautan manusia yang mengelilingi Ka’bah, Lilis memasang tali pengaman yang menghubungkan dirinya dengan Fina. Cara sederhana itu dilakukan untuk memastikan putrinya tetap aman dan tidak terpisah dari keluarga.

Namun sesungguhnya, yang menghubungkan mereka bukan sekadar tali pengaman.

Ada ikatan kasih sayang, kesabaran, dan keyakinan yang selama bertahun-tahun menguatkan langkah mereka hingga akhirnya berdiri bersama di hadapan Baitullah.

Haji untuk Semua

Kisah Fina menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah panggilan Allah yang terbuka bagi siapa saja yang diberikan kemampuan, termasuk penyandang disabilitas.

Bagi keluarganya, keberhasilan ini bukan hanya tentang selesainya rangkaian ibadah. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, kesempatan yang setara, dan pertolongan Allah SWT, banyak hal yang sebelumnya dianggap mustahil ternyata dapat diwujudkan.

“Kami bersyukur sekali Allah masih memberikan kesempatan kepada kami sekeluarga untuk bisa berhaji bersama,” ucap Lilis.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan. Menurutnya, setiap penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menjalankan kehidupan beragama.

“Kita ingin menyuarakan apa yang dimandatkan oleh undang-undang, setiap penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam masalah keagamaan,” kata Deka.

Di Tanah Suci, Fina telah membuktikan satu hal penting: bahwa keterbatasan tidak pernah mampu membatasi kasih sayang Allah. Ketika ikhtiar, doa, dan dukungan keluarga berjalan beriringan, jalan menuju Baitullah akan selalu terbuka bagi siapa pun yang dipanggil-Nya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulah Travel Nakal, Puluhan Jemaah Umrah Indonesia Terhambat di Bandara Malaysia

    Ulah Travel Nakal, Puluhan Jemaah Umrah Indonesia Terhambat di Bandara Malaysia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 48
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Puluhan jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan masih tertahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA 1), Malaysia, sejak Minggu (26/7/2026). Mereka diduga menjadi korban ulah agen travel yang tidak memenuhi kewajibannya menyediakan tiket kepulangan sampai ke Indonesia. Dari laporan yang beredar pada 27 Juli 2026, para jemaah mengaku perjalanan umrah mereka telah berlangsung lebih […]

    Bagikan Berita:
  • Aturan Baru Kesehatan Arab Saudi, Penderita Penyakit Ini Bakal Ditolak Masuk Tanah Suci

    Aturan Baru Kesehatan Arab Saudi, Penderita Penyakit Ini Bakal Ditolak Masuk Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 396
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan aturan kesehatan baru yang jauh lebih ketat untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Kebijakan ini dikeluarkan untuk memastikan keselamatan jutaan jamaah dari seluruh dunia yang akan memadati Tanah Suci. Melalui surat edaran resmi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi (Kemenkes Saudi) menegaskan bahwa setiap calon jamaah haji wajib menjalani pemeriksaan […]

    Bagikan Berita:
  • CJH Indonesia Ditahan karena Merekam Video Seorang Perempuan di Madinah, Dianggap Melanggar Privasi

    CJH Indonesia Ditahan karena Merekam Video Seorang Perempuan di Madinah, Dianggap Melanggar Privasi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 170
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kepolisian Arab Saudi sangat memperhatikan pelanggaran privasi di sekitar area Haramain. Seorang calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia baru-baru ini ditahan aparat kepolisian di kawasan Markaziyah, Madinah, Arab Saudi, setelah diduga merekam video seorang perempuan tanpa izin. Kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh jemaah agar menghormati aturan privasi yang berlaku ketat di […]

    Bagikan Berita:
  • Firdaus, Calon Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah Ditemukan Wafat

    Firdaus, Calon Jemaah Haji RI yang Hilang di Makkah Ditemukan Wafat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 129
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kabar pencarian jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Akhlan akhirnya menemukan titik terang. Jemaah berusia 73 tahun yang tergabung dalam Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27) itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Affandi, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers […]

    Bagikan Berita:
  • Puluhan Jemaah Umrah Asal Bulukumba Telantar di Bandara Jakarta Usai Pulang dari Tanah Suci

    Puluhan Jemaah Umrah Asal Bulukumba Telantar di Bandara Jakarta Usai Pulang dari Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 355
    • 0Komentar

    JAKARTA — Puluhan warga asal Bulukumba tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, usai pulang dari Tanah Suci. Dari informasi diperoleh, mereka menggunakan jasa Travel Ameera Mekkah. Jemaah umrah tersebut diketahui awalnya tertahan di Pekanbaru. Selanjutnya, mereka diduga ditelantarkan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Saat berada di Jakarta, mereka terkatung-katung lantaran pihak […]

    Bagikan Berita:
  • Oknum KBIH Kena OTT, Diduga Tipu Jemaah Lewat Badal Haji dan Dam hingga Rp 1,4 Miliar

    Oknum KBIH Kena OTT, Diduga Tipu Jemaah Lewat Badal Haji dan Dam hingga Rp 1,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 91
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap dugaan praktik penipuan yang melibatkan oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) terkait layanan badal haji dan pembayaran dam hadyu. Nilai transaksi yang diamankan dalam operasi tersebut mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa penindakan dilakukan oleh tim […]

    Bagikan Berita:
expand_less