Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Fina, Jemaah Autis Indonesia Sukses Tuntaskan Haji Setelah Menunggu 13 Tahun

Cerita Fina, Jemaah Autis Indonesia Sukses Tuntaskan Haji Setelah Menunggu 13 Tahun

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Satu di antara ratusan ribu jemaah Indonesia adalah Sharfina Diah Nuratika atau yang akrab disapa Fina. Seorang penyandang autisme asal Tangerang Selatan yang berhasil menuntaskan rangkaian ibadah haji bersama keluarganya.

Bagi sebagian orang, menjalani haji sudah menjadi tantangan besar. Cuaca panas, kepadatan jutaan jemaah, hingga rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental sering kali menjadi ujian tersendiri. Namun bagi Fina dan keluarganya, perjalanan menuju Baitullah memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Tak sedikit orang yang mungkin meragukan kemampuan penyandang autisme untuk menjalani ibadah haji yang kompleks dan melibatkan mobilitas tinggi. Akan tetapi, keraguan itu perlahan sirna ketika Fina membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Berawal dari Umrah Pertama

Kisah ini sejatinya dimulai jauh sebelum Fina mengenakan pakaian ihram sebagai jemaah haji. Pada 2008, keluarganya mengajak Fina menunaikan ibadah umrah. Saat itu, sang ibu, Lilis Ardifiyanti, ingin mengetahui sejauh mana putrinya mampu beradaptasi dengan situasi yang penuh keramaian dan aktivitas ibadah yang padat.

Kekhawatiran itu wajar. Bagi penyandang autisme, lingkungan baru, kerumunan besar, dan perubahan rutinitas sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun apa yang terjadi justru di luar dugaan.

“Ternyata di dalam perjalanan umrah itu, dia bisa melaksanakan semuanya dengan smooth. Bisa tawaf, sa’i, semuanya bisa, tidak ada hambatan, tidak ada tantrum, tidak ada gangguan, dan tidak menyebabkan orang lain terganggu,” tutur Lilis saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Al Hidayah, Aziziyah, Makkah belum lama ini.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal keyakinan keluarga bahwa Fina juga memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Menanti Selama 13 Tahun

Pada April 2013, dua bulan setelah ulang tahunnya, Fina resmi didaftarkan sebagai calon jemaah haji. Sejak saat itu, dimulailah perjalanan panjang yang penuh kesabaran.

Selama 13 tahun masa tunggu, keluarga tidak hanya menanti nomor porsi dipanggil. Mereka juga mempersiapkan Fina secara bertahap agar siap menghadapi perjalanan spiritual terbesar dalam hidupnya.

Berbagai cara dilakukan. Fina dibiasakan melakukan perjalanan jauh, berinteraksi dengan banyak orang, serta mengikuti aktivitas kelompok agar lebih mudah beradaptasi dengan situasi yang akan dihadapi saat berhaji.

Pada 2023, keluarga kembali mengajaknya menunaikan ibadah umrah. Bagi mereka, perjalanan tersebut bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi simulasi penting menjelang keberangkatan haji.

“Kami membiasakan dia terbang jauh dan berada dalam kelompok yang beragam agar lebih mudah beradaptasi ketika nanti berhaji,” kata Lilis.

Saat Keyakinan Bertemu Pertolongan Allah

Meski telah melakukan berbagai persiapan, keluarga tetap menyadari bahwa tantangan terbesar akan datang saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Jutaan manusia berkumpul dalam satu waktu dan tempat. Kondisi tersebut bahkan sering kali menjadi ujian bagi jemaah yang tidak memiliki kebutuhan khusus.

Namun di tengah segala kekhawatiran itu, keluarga memilih untuk berserah diri kepada Allah SWT.

“Tapi kami percaya kepada Allah bahwa insya Allah akan dibantu,” ujar Lilis.

Dan pertolongan itu benar-benar mereka rasakan.

Fina yang kini berusia 30 tahun mampu mengikuti seluruh tahapan ibadah haji dengan baik. Ia menjalani wukuf di Arafah, mengikuti proses murur saat bermalam di Mina, hingga melaksanakan lontar jumrah pada hari pertama.

“Alhamdulillah ternyata sampai sekarang dia berhasil melewati semuanya,” kata Lilis.

Meski lontar jumrah pada hari kedua dan ketiga akhirnya dibadalkan oleh sang kakak karena Fina mengalami alergi, hal itu tidak mengurangi rasa syukur keluarga atas perjalanan luar biasa yang berhasil dilalui bersama.

Tali Pengaman dan Tali Kasih Sayang

Di balik keberhasilan tersebut, ada perhatian dan pendampingan yang tak pernah putus dari keluarga.

Saat melaksanakan tawaf di tengah lautan manusia yang mengelilingi Ka’bah, Lilis memasang tali pengaman yang menghubungkan dirinya dengan Fina. Cara sederhana itu dilakukan untuk memastikan putrinya tetap aman dan tidak terpisah dari keluarga.

Namun sesungguhnya, yang menghubungkan mereka bukan sekadar tali pengaman.

Ada ikatan kasih sayang, kesabaran, dan keyakinan yang selama bertahun-tahun menguatkan langkah mereka hingga akhirnya berdiri bersama di hadapan Baitullah.

Haji untuk Semua

Kisah Fina menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah panggilan Allah yang terbuka bagi siapa saja yang diberikan kemampuan, termasuk penyandang disabilitas.

Bagi keluarganya, keberhasilan ini bukan hanya tentang selesainya rangkaian ibadah. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, kesempatan yang setara, dan pertolongan Allah SWT, banyak hal yang sebelumnya dianggap mustahil ternyata dapat diwujudkan.

“Kami bersyukur sekali Allah masih memberikan kesempatan kepada kami sekeluarga untuk bisa berhaji bersama,” ucap Lilis.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan. Menurutnya, setiap penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menjalankan kehidupan beragama.

“Kita ingin menyuarakan apa yang dimandatkan oleh undang-undang, setiap penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam masalah keagamaan,” kata Deka.

Di Tanah Suci, Fina telah membuktikan satu hal penting: bahwa keterbatasan tidak pernah mampu membatasi kasih sayang Allah. Ketika ikhtiar, doa, dan dukungan keluarga berjalan beriringan, jalan menuju Baitullah akan selalu terbuka bagi siapa pun yang dipanggil-Nya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskon 50 Persen Tiket Ekonomi dan Bisnis untuk Rute Umrah dari Saudia Airlines

    Diskon 50 Persen Tiket Ekonomi dan Bisnis untuk Rute Umrah dari Saudia Airlines

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 547
    • 0Komentar

    JAKARTA – Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, mengumumkan promo besar-besaran yakni diskon harga 50 persen untuk seluruh rute internasional. Program ini dinilai akan memberikan keuntungan besar bagi jemaah yang merencanakan perjalanan ke Tanah Suci untuk ibadah umrah. Promo berlaku untuk kelas Ekonomi maupun Bisnis, mencakup jalur penerbangan utama dari Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Pastikan Nilai Manfaat Area Komersial Hotel Haji Dipakai untuk Kurangi BPIH 2027

    Kemenhaj Pastikan Nilai Manfaat Area Komersial Hotel Haji Dipakai untuk Kurangi BPIH 2027

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 157
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi haji mulai menunjukkan hasil. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan nilai manfaat yang diperoleh dari optimalisasi area komersial hotel jemaah haji di Arab Saudi akan dimanfaatkan untuk membantu menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada musim haji 1448 H/2027 M. Nilai manfaat tersebut berasal dari kerja […]

    Bagikan Berita:
  • Cek Pengumuman Lulus Tes Petugas Haji 2026 di Sini

    Cek Pengumuman Lulus Tes Petugas Haji 2026 di Sini

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 461
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi mengumumkan hasil seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tingkat pusat tahun 1447 H/ 2026 M. Sesuai hasil seleksi tersebut, peserta dengan peringkat 1 hingga 40 dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahapan pelatihan berikutnya. Peserta Lulus Seleksi PPIH Arab Saudi Tingkat Pusat Dalam pengumuman […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 177
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Tazkiyah Group, biro perjalanan umrah dan haji khusus yang berpusat di Kota Makassar yang sudah berpengalaman hingga 26 tahun, memperluas jangkauannya ke Sulawesi Tenggara dengan membuka kantor cabang di Kota Kendari. Kantor cabang yang berlokasi di Jalan Taman Suropati, Mandonga, Kendari itu, resmi hadir pada Senin, 29 Juni 2026. Sejak diresmikan, operasional layanan […]

    Bagikan Berita:
  • Mayoritas Jemaah Haji Wafat karena Penyakit Jantung, Total Sudah  175 Orang Meninggal

    Mayoritas Jemaah Haji Wafat karena Penyakit Jantung, Total Sudah 175 Orang Meninggal

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 497
    • 0Komentar

    SAUDI – Hingga hari ini, Minggu 8 Juni 2025, tercatat 175 jemaah haji Indonesia telah wafat di Tanah Suci, dengan mayoritas disebabkan oleh penyakit jantung. “Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, sampai hari ini ada 175 jemaah haji Indonesia yang wafat,” ujar Kabid Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Imran, […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Buka Peluang Pidanakan Travel Penelantar Jemaah Umrah, Tak Cuma Dicabut Izinnya

    Kemenhaj Buka Peluang Pidanakan Travel Penelantar Jemaah Umrah, Tak Cuma Dicabut Izinnya

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 130
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka peluang membawa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menelantarkan jemaah ke ranah pidana. Pemerintah menegaskan pelaku tidak cuma akan dikenai sanksi administratif berupa pencabutan izin operasional, tetapi juga dapat diproses secara hukum jika terbukti melakukan penipuan atau merugikan jemaah. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan […]

    Bagikan Berita:
expand_less