Danantara Beli Tower hingga Bangun Mall untuk Kampung Haji Indonesia Dekat Masjidilharam
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 46

Kepala Danantara, Rosan Roeslani
HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia melalui Danantara mencatatkan langkah bersejarah dalam penyelenggaraan haji dan umrah dengan membeli hotel bertower di Makkah sekaligus menyiapkan pembangunan kawasan komersial terpadu bagi jemaah Indonesia.
Proyek ini menjadi fondasi awal terwujudnya Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.
Tidak hanya menyediakan akomodasi, Danantara juga merancang kawasan ini sebagai pusat layanan jemaah yang terintegrasi, mulai dari penginapan, akses ibadah, hingga pusat perbelanjaan khusus bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Tiga Tower Hotel Resmi Dibeli, Siap Digunakan Tahun 2026
Kepala Danantara mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli satu hotel di kawasan Thakher (Tahrir) yang terdiri atas tiga tower dengan total 1.461 kamar. Hotel ini berlokasi hanya 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, jauh lebih dekat dibandingkan jarak akomodasi jemaah Indonesia selama ini.
“Kita sudah membeli satu hotel di daerah Tahrir dengan kapasitas 1.461 kamar di tiga tower. Jaraknya hanya 2,5 kilometer dari Masjidil Haram,” ujar Kepala Danantara.
Fasilitas ini direncanakan mulai dapat dimanfaatkan jemaah Indonesia pada tahun 2026, seiring dengan penguatan infrastruktur pendukung di sekitarnya.
Bangun 13 Tower Tambahan dan 1 Mall untuk Jemaah
Tidak berhenti pada pembelian hotel, Danantara juga mengamankan lahan strategis seluas total sekitar 5 hektare tepat di depan kawasan hotel. Lahan ini akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia.
“Kita juga membeli tanah di depannya seluas total lima hektare untuk membangun kurang lebih 13 tower dan satu mall untuk para jemaah haji dan umrah kita,” jelasnya.
Pusat perbelanjaan (mall) yang direncanakan akan menjadi fasilitas penting bagi jemaah, mulai dari kebutuhan logistik ibadah, makanan, hingga kebutuhan harian, sehingga jemaah tidak perlu beraktivitas jauh dari kawasan penginapan.
Jika seluruh pembangunan rampung, total kamar di kawasan ini diperkirakan mencapai 6.025 unit dengan kapasitas pelayanan lebih dari 23 ribu jemaah secara bersamaan.
Akses Langsung ke Masjidil Haram Lewat Jembatan Al-Hujun
Keunggulan lain dari Kampung Haji Indonesia adalah akses langsung menuju Masjidil Haram. Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah membangun Jembatan Al-Hujun yang akan menghubungkan kawasan Kampung Haji dengan pusat ibadah umat Islam.
“Saat ini sedang dibangun jembatan Al-Hujun yang akan menghubungkan langsung ke Masjidil Haram dan ditargetkan selesai tahun 2026,” kata Kepala Danantara.
Akses tersebut dirancang ramah bagi jemaah, baik yang menggunakan bus maupun berjalan kaki, sehingga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas jemaah Indonesia.
Aset Hak Milik Indonesia, Bukan Sekadar Sewa
Dalam pernyataannya, Kepala Danantara menegaskan bahwa seluruh aset yang dibeli di Makkah ini berstatus hak milik Pemerintah Indonesia melalui Danantara, bukan sewa jangka panjang sebagaimana praktik umum selama ini.
“Tanah di Makkah ini hak milik, bukan sewa. Ini adalah tanah pertama di Makkah yang dimiliki oleh institusi di luar Arab Saudi,” tegasnya.
Status kepemilikan ini dinilai strategis karena memberi kepastian jangka panjang bagi pengelolaan layanan jemaah Indonesia.
Investasi Lebih USD 1,3 Miliar
Nilai pembelian awal hotel dan lahan Kampung Haji Indonesia mencapai lebih dari USD 500 juta. Sementara rencana pembangunan 13 tower tambahan dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi lanjutan sebesar USD 700 hingga 800 juta.
Total investasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pelayanan haji yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mandiri dan berkelanjutan.
Dengan pembelian tower hotel hingga rencana pembangunan pusat perbelanjaan di jantung Kota Makkah, Danantara menandai babak baru kehadiran Indonesia di Tanah Suci—bukan hanya sebagai pengirim jemaah terbesar, tetapi juga sebagai negara yang memiliki infrastruktur layanan haji sendiri.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



