Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Visa Hingga Rekam Biometrik, Ini 8 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji 2026

Visa Hingga Rekam Biometrik, Ini 8 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji 2026

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi memulai penerbitan visa Haji 2026 (1447 Hijriah) lebih awal dari biasanya. Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan proses pengajuan visa telah dibuka sejak 8 Februari 2026, beberapa bulan sebelum puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026.

Langkah percepatan ini menjadi bagian dari strategi Kerajaan untuk memperlancar perencanaan, meningkatkan koordinasi dengan kantor urusan haji di berbagai negara, serta memastikan penyelenggaraan ibadah berjalan lebih tertib dan terorganisir bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Mengapa Penerbitan Visa Haji 2026 Lebih Awal Itu Penting?

Biasanya, jendela pengajuan visa haji dibuka mendekati musim keberangkatan. Namun tahun ini, pembukaan sejak awal Februari memberi waktu lebih panjang bagi calon jemaah untuk:

  • Melengkapi dokumen administrasi
  • Memenuhi persyaratan kesehatan dan vaksinasi
  • Melakukan perekaman data biometrik
  • Mengatur perjalanan dan akomodasi
  • Berkoordinasi dengan otoritas haji di negara masing-masing

Jadwal ini juga diselaraskan dengan kalender operasional resmi yang telah didistribusikan kepada kantor urusan haji di seluruh dunia, guna memastikan seluruh aspek logistik telah tertata jauh hari sebelum puncak ibadah dimulai.

Kebijakan ini sekaligus mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam mendukung visi besar Vision 2030, yang menekankan peningkatan kualitas layanan haji dan umrah, modernisasi infrastruktur, serta pemanfaatan platform digital seperti Nusuk dan Masar untuk proses yang lebih efisien dan transparan.

8 Hal Penting yang Perlu Diketahui Calon Jemaah Haji 2026

1. Visa Dibuka Sejak 8 Februari 2026
Penerbitan visa resmi dimulai pada 8 Februari 2026. Sejak tanggal tersebut, calon jemaah sudah dapat mengunggah dokumen dan melengkapi data yang diperlukan.

2. Batas Waktu Pengajuan
Otoritas Saudi mengisyaratkan bahwa proses finalisasi visa umumnya ditargetkan selesai paling lambat 20 Maret 2026. Tenggat ini penting agar maskapai, hotel, dan layanan transportasi dapat diatur tepat waktu.

3. Wajib Verifikasi Biometrik
Di banyak negara, jemaah diwajibkan melakukan perekaman biometrik sebelum visa diproses. Beberapa otoritas nasional bahkan memperpanjang batas waktu biometrik hingga pertengahan Februari agar semua calon jemaah dapat memenuhi ketentuan.

4. Persyaratan Vaksin dan Kesehatan
Meski detail teknis ditentukan masing-masing negara dan otoritas Saudi, jemaah diwajibkan memenuhi persyaratan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum visa disetujui.

5. Kedatangan Jemaah Dimulai April
Meski visa sudah terbit sejak Februari, kedatangan jemaah ke Arab Saudi diperkirakan mulai 18 April 2026 (1 Dzulqa’dah 1447 H). Jadwal ini memberi waktu cukup bagi rombongan untuk beradaptasi sebelum puncak ibadah haji pada akhir Mei.

6. Penggunaan Platform Digital Nusuk Masar
Arab Saudi mengandalkan sistem digital terpadu melalui platform Nusuk Masar. Sistem ini mengintegrasikan data jemaah, pemesanan hotel, transportasi, hingga kontrak layanan.

7. Perencanaan Logistik Lebih Tertata
Sistem digital memungkinkan pengaturan kedatangan secara bertahap, penempatan tenda di Mina, serta koordinasi layanan di Makkah dan lokasi-lokasi suci lainnya secara lebih efisien.

8. Hindari Keterlambatan dengan Lengkapi Data Sejak Dini

Otoritas haji menganjurkan calon jemaah untuk segera melengkapi dokumen dan memverifikasi data pribadi di platform resmi guna menghindari kendala teknis atau penundaan di menit-menit terakhir.

Dengan dibukanya visa lebih awal, Arab Saudi menunjukkan keseriusannya dalam menata penyelenggaraan Haji 2026 secara lebih modern, terstruktur, dan berbasis digital. Bagi calon jemaah, momentum ini menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri secara matang—baik administrasi, kesehatan, maupun logistik—agar perjalanan suci ke Tanah Suci berjalan lancar dan khusyuk.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2026, BP Haji Cuma Akan Menggunakan Dua atau Tiga Perusahan Syarikah

    Tahun 2026, BP Haji Cuma Akan Menggunakan Dua atau Tiga Perusahan Syarikah

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 369
    • 0Komentar

    SAUDI – Evaluasi sistem syarikah menjadi salah satu perhatian Badan Penyelenggara (BP) Haji terkait pelaksanaan ibadah tahun depan. Lembaga yang resmi mengambil alih pelaksanaan haji dari Kemenag itu, akan menggandeng dua atau tiga syarikah dalam pelaksanaan Haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), mengatakan keputusan ini diambil setelah […]

    Bagikan Berita:
  • Kejanggalan Dalam Kasus Haji, BPK Tidak Berwenang Memeriksa PIHK

    Kejanggalan Dalam Kasus Haji, BPK Tidak Berwenang Memeriksa PIHK

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Muzakir menegaskan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak memiliki kewenangan memeriksa keuangan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), termasuk dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan tahun 2024. Hal itu disampaikan Muzakir saat menjadi pemateri dalam Forum Diskusi Nasional Haji Indonesia yang digelar Semangat Advokasi […]

    Bagikan Berita:
  • Travel Imbau Calon Jemaah Tidak Panik, Umrah Tetap Berjalan dan Tidak Ada Larangan

    Travel Imbau Calon Jemaah Tidak Panik, Umrah Tetap Berjalan dan Tidak Ada Larangan

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 203
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah mengimbau masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah agar tidak panik di tengah eskalasi konlik di Timur Tengah. Asosiasi juga menilai, pemerintah terlalu cepat meminta masyarakat menunda umrah, di saat kondisi di Haramain Arab Saudi cenderung aman. Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Sulawesi, […]

    Bagikan Berita:
  • Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

    Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 101
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Di tengah jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, kisah seorang pria tunanetra asal pulau kecil di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian rombongan kerajaan Arab Saudi. Bukan karena kekayaan, jabatan, ataupun popularitas, melainkan karena keteguhan pengabdiannya sebagai imam masjid selama puluhan tahun dalam keterbatasan. Saifuddin H M Abd Muin Saideng, yang akrab […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Reguler Dapat Kebijakan Bebas Bea Masuk dan Pajak Impor Barang dari Kemenkeu

    Jemaah Haji Reguler Dapat Kebijakan Bebas Bea Masuk dan Pajak Impor Barang dari Kemenkeu

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 357
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kabar baik bagi para jemaah haji reguler Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI resmi membebaskan bea masuk serta pajak dalam rangka impor (PDRI) bagi jemaah haji reguler. Kebijakan tersebut sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru dan mulai diberlakukan saat kepulangan jemaah haji ke Tanah Air. Wakil Menteri […]

    Bagikan Berita:
  • Sejumlah Jemaah Haji Bangkalan Tidak Dapat Makanan, Kemenhaj Ungkap Penyebabnya di Syarikah

    Sejumlah Jemaah Haji Bangkalan Tidak Dapat Makanan, Kemenhaj Ungkap Penyebabnya di Syarikah

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 86
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan penyebab sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB-72 sempat tidak mendapatkan makanan saat berada di Mina. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, permasalahan tersebut terjadi akibat ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi yang dilakukan pihak syarikah. Insiden itu terjadi pada hari pertama kedatangan jemaah di Mina, […]

    Bagikan Berita:
expand_less