Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 213
  • print Cetak

HAMRANEWS – Di tengah jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, kisah seorang pria tunanetra asal pulau kecil di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian rombongan kerajaan Arab Saudi. Bukan karena kekayaan, jabatan, ataupun popularitas, melainkan karena keteguhan pengabdiannya sebagai imam masjid selama puluhan tahun dalam keterbatasan.

Saifuddin H M Abd Muin Saideng, yang akrab disapa Baso Tang, tak pernah membayangkan perjalanan hajinya tahun ini akan menjadi pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya. Di Tanah Suci, namanya disebut akan diabadikan menjadi nama sebuah masjid wakaf di Arab Saudi, sebuah penghormatan yang sangat jarang diberikan kepada jemaah biasa.

“Saya selalu menangis kalau ingat itu,” ujar pria berusia 56 tahun tersebut dengan suara bergetar di lobi hotel jemaah Indonesia kawasan Jarwal, Makkah, seperti dilansir Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).

Tangis haru Baso Tang pecah saat mengetahui pemerintah Arab Saudi berencana membangun masjid atas namanya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai imam tunanetra. Kisah ini bukan hanya menyentuh hati jemaah Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketulusan pengabdian tetap mendapat tempat istimewa di hati umat Islam.

Pertemuan Tak Terduga di Lobi Hotel

Baso Tang datang ke Tanah Suci sebagai jemaah reguler Kloter UPG 17 bersama saudara kandung dan iparnya. Namun, takdir seolah menyiapkan kejutan besar setelah salat Isya di hotel tempat jemaah Indonesia menginap.

Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIH) Kloter UPG 17, Faried Wajdi, menceritakan bahwa malam itu sejumlah pria Arab terlihat menunggu penerjemah di lobi hotel. Mereka memperkenalkan diri sebagai bagian dari unsur kerajaan Arab Saudi yang mencari jemaah tertua laki-laki dan perempuan untuk diberikan penghormatan dan hadiah penyambutan.

Situasi berubah ketika Faried memperkenalkan Baso Tang kepada rombongan tersebut.

“Saya bilang, beliau jemaah kami, tunanetra dan imam masjid,” kata Faried.

Keterangan itu sontak menarik perhatian mereka. Baso Tang kemudian diminta membaca Alquran di hadapan para jemaah yang mulai berkumpul di lobi hotel. Dengan suara pelan dan tenang, ia melantunkan Surah Al-Ashr.

“Saya baca surah pendek saja karena sudah banyak orang berkumpul. Takut lama,” tutur Baso Tang.

Menurut Faried, rombongan Arab tampak tersentuh setelah mengetahui Baso Tang tetap menjadi imam masjid selama puluhan tahun meski kehilangan penglihatannya secara total. Tak lama berselang, mereka menyampaikan niat membangun sebuah masjid wakaf atas nama Saifuddin.

Awalnya Faried mengira rombongan tersebut meminta donasi dari jemaah Indonesia. Namun penjelasan berikutnya justru membuat semua yang hadir terdiam haru.

“Mereka bilang, uangnya dari pemerintah Arab Saudi, sementara masjidnya atas nama beliau,” ungkap Faried.

Masjid tersebut direncanakan dibangun di Arab Saudi, dengan kemungkinan lokasi di Madinah. Pihak kerajaan disebut akan kembali menemui rombongan sebelum kepulangan jemaah Indonesia.

Pengabdian Sunyi Selama Empat Dekade

Bagi warga Pulau Kambuno, Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai, Baso Tang bukan sosok asing. Sejak 1985, saat usianya baru sekitar 16 tahun, ia dipercaya menjadi imam tetap Masjid Baburrahman. Amanah itu dijalankannya tanpa henti selama 41 tahun.

“Menjadi imam ini amanah dari orang tua,” katanya.

Baso Tang sebenarnya lahir dengan penglihatan normal. Namun menjelang masuk SMP pada 1981, matanya mulai mengalami gangguan. Dari sekadar bengkak dan gatal, penglihatannya perlahan mengabur hingga akhirnya hilang total pada 1997.

Meski demikian, kehilangan penglihatan tidak pernah menghentikan langkah pengabdiannya.

“Tidak. Sama sekali tidak. Saya pasrah saja. Mungkin sudah takdir,” ujarnya saat ditanya apakah pernah marah karena kehilangan penglihatan.

Setiap hari, ia tetap berjalan sendiri menuju masjid tanpa tongkat. Rumahnya hanya berjarak beberapa rumah dari masjid, dan ia menghafal jalan dengan meraba pagar sepanjang lorong.

Dalam keterbatasan, Baso Tang justru semakin dekat dengan Alquran. Ia menghafal juz amma dan sejumlah surah dengan mendengarkan kaset murattal dari tape recorder tua, mengulang ayat demi ayat hingga melekat di ingatan.

Kini, hafalannya membuat banyak jemaah kagum. Bahkan selama di Makkah, ia kembali dipercaya menjadi imam salat bagi rombongan jemaah Sinjai di hotel tempatnya menginap.

Di kampung halaman, Baso Tang hidup sederhana dari warung kecil yang menjual gas elpiji, bensin eceran, beras, dan kebutuhan harian warga. Honor sebagai imam masjid hanya sekitar Rp200 ribu per bulan. Biaya hajinya ia kumpulkan perlahan melalui hasil berdagang dan arisan selama enam tahun.

Kini, lelaki sederhana dari pulau kecil di Sinjai itu mungkin tak lagi mampu melihat dunia dengan matanya. Namun dunia justru sedang memandangnya dengan penuh hormat. Di tengah zaman yang sering mengukur kehormatan dari popularitas dan materi, kisah Baso Tang menjadi pengingat bahwa ketulusan pengabdian masih memiliki tempat paling mulia di hati umat Islam.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Tazkiyah Tour Menuju Maktab Arafah

    Jemaah Haji Tazkiyah Tour Menuju Maktab Arafah

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 617
    • 0Komentar

    ARAFAH — Para jemaah haji khusus Tazkiyah Tour bergerak ke maktab di Arafah, Rabu, 4 Juni 2025, untuk persiapan wukuf. Dari hotel transit, para jemaah menumpangi empat bus menuju tenda peristirahatan di Arafah. Tenda yang nyaman dengan sofa, tempat tidur, dapur hingga toilet yang terstandarisasi. Tim pembimbing Tazkiyah Tour, Muhammad Amin Sahib menuturkan, para jemaah sudah […]

    Bagikan Berita:
  • Umrah Tahun Ini Akan Lebih Kondusif, dengan Regulasi Arab Saudi yang Lebih Ketat

    Umrah Tahun Ini Akan Lebih Kondusif, dengan Regulasi Arab Saudi yang Lebih Ketat

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 458
    • 0Komentar

    SAUDI – Penyelenggaraan umrah tahun 1447 H dipastikan bakal berlangsung lebih tertib dan terkontrol menyusul kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang semakin ketat dalam mengawasi pelaksanaan ibadah umrah. Hal itu diakui salah satu pengusaha penyelenggara ibadah umrah, Obydallah Abdullah Athallah Alahmadi. Menurut dia, pengetatan regulasi oleh otoritas Saudi menjadi langkah penting dalam menertibkan layanan umrah, […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Isra Miraj 1447 H, Indonesia Tegaskan Komitmen untuk Dukungan untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 391
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel malam pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam 16 Januari 2026. Momentum pembekalan yang diikuti lebih dari 1.600 […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Calon Jemaah Haji RI Ditolak Masuk Saudi, Diduga Pernah Melanggar Aturan Saat Umrah

    Satu Calon Jemaah Haji RI Ditolak Masuk Saudi, Diduga Pernah Melanggar Aturan Saat Umrah

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 221
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Seorang calon jemaah haji asal Embarkasi Lombok ditolak masuk ke Arab Saudi setelah terdeteksi masuk dalam daftar cekal selama 10 tahun oleh otoritas imigrasi setempat. Penolakan diduga berkaitan dengan pelanggaran yang pernah dilakukan saat menjalankan ibadah umrah sebelumnya. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima rincian spesifik terkait […]

    Bagikan Berita:
  • Guru Pemenang Undian Umrah Berangkat Bersama Sint Travel

    Guru Pemenang Undian Umrah Berangkat Bersama Sint Travel

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 479
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Senyum terus terpancar dari wajah Muliaty. Di lobi Hotel Dalton, Rabu, 9 Juli 2025, dia yang mengenakan kemeja biru menyapa dengan ramah banyak orang. Di hotel itulah Muliaty akan menginap malam ini. Bagian dari fasilitas yang dinikmatinya sebagai pemenang undian umrah Sint Travel, anak usaha Tazkiyah Group. Kamis, 10 Juli 2025, Muliaty akan terbang […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Alasan PGRI Memilih Tazkiyah Tour untuk Pemberangkatan Umrah Sejumlah Guru di Sulsel

    Ini Alasan PGRI Memilih Tazkiyah Tour untuk Pemberangkatan Umrah Sejumlah Guru di Sulsel

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 364
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ketenangan dalam melaksanakan ibadah umrah, adalah suasana yang sangat didambakan para jemaah. Untuk menjamin rasa itu ada, sebagian besar dari para ‘Tamu Allah’ akan lebih telaten memilih biro perjalanan. Harus yang punya rekam jejak panjang dalam memberangkatkan jemaah, tidak punya masalah, hingga mengantongi sertifikasi ISO. Salah satu alasan itu disampaikan Ketua Persatuan Guru […]

    Bagikan Berita:
expand_less