Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

Baso Tang, Imam Tunanetra Asal Pulau Kecil di Sinjai yang Namanya Diabadikan Jadi Masjid di Arab Saudi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 144
  • print Cetak

HAMRANEWS – Di tengah jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, kisah seorang pria tunanetra asal pulau kecil di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian rombongan kerajaan Arab Saudi. Bukan karena kekayaan, jabatan, ataupun popularitas, melainkan karena keteguhan pengabdiannya sebagai imam masjid selama puluhan tahun dalam keterbatasan.

Saifuddin H M Abd Muin Saideng, yang akrab disapa Baso Tang, tak pernah membayangkan perjalanan hajinya tahun ini akan menjadi pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya. Di Tanah Suci, namanya disebut akan diabadikan menjadi nama sebuah masjid wakaf di Arab Saudi, sebuah penghormatan yang sangat jarang diberikan kepada jemaah biasa.

“Saya selalu menangis kalau ingat itu,” ujar pria berusia 56 tahun tersebut dengan suara bergetar di lobi hotel jemaah Indonesia kawasan Jarwal, Makkah, seperti dilansir Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).

Tangis haru Baso Tang pecah saat mengetahui pemerintah Arab Saudi berencana membangun masjid atas namanya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai imam tunanetra. Kisah ini bukan hanya menyentuh hati jemaah Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketulusan pengabdian tetap mendapat tempat istimewa di hati umat Islam.

Pertemuan Tak Terduga di Lobi Hotel

Baso Tang datang ke Tanah Suci sebagai jemaah reguler Kloter UPG 17 bersama saudara kandung dan iparnya. Namun, takdir seolah menyiapkan kejutan besar setelah salat Isya di hotel tempat jemaah Indonesia menginap.

Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIH) Kloter UPG 17, Faried Wajdi, menceritakan bahwa malam itu sejumlah pria Arab terlihat menunggu penerjemah di lobi hotel. Mereka memperkenalkan diri sebagai bagian dari unsur kerajaan Arab Saudi yang mencari jemaah tertua laki-laki dan perempuan untuk diberikan penghormatan dan hadiah penyambutan.

Situasi berubah ketika Faried memperkenalkan Baso Tang kepada rombongan tersebut.

“Saya bilang, beliau jemaah kami, tunanetra dan imam masjid,” kata Faried.

Keterangan itu sontak menarik perhatian mereka. Baso Tang kemudian diminta membaca Alquran di hadapan para jemaah yang mulai berkumpul di lobi hotel. Dengan suara pelan dan tenang, ia melantunkan Surah Al-Ashr.

“Saya baca surah pendek saja karena sudah banyak orang berkumpul. Takut lama,” tutur Baso Tang.

Menurut Faried, rombongan Arab tampak tersentuh setelah mengetahui Baso Tang tetap menjadi imam masjid selama puluhan tahun meski kehilangan penglihatannya secara total. Tak lama berselang, mereka menyampaikan niat membangun sebuah masjid wakaf atas nama Saifuddin.

Awalnya Faried mengira rombongan tersebut meminta donasi dari jemaah Indonesia. Namun penjelasan berikutnya justru membuat semua yang hadir terdiam haru.

“Mereka bilang, uangnya dari pemerintah Arab Saudi, sementara masjidnya atas nama beliau,” ungkap Faried.

Masjid tersebut direncanakan dibangun di Arab Saudi, dengan kemungkinan lokasi di Madinah. Pihak kerajaan disebut akan kembali menemui rombongan sebelum kepulangan jemaah Indonesia.

Pengabdian Sunyi Selama Empat Dekade

Bagi warga Pulau Kambuno, Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai, Baso Tang bukan sosok asing. Sejak 1985, saat usianya baru sekitar 16 tahun, ia dipercaya menjadi imam tetap Masjid Baburrahman. Amanah itu dijalankannya tanpa henti selama 41 tahun.

“Menjadi imam ini amanah dari orang tua,” katanya.

Baso Tang sebenarnya lahir dengan penglihatan normal. Namun menjelang masuk SMP pada 1981, matanya mulai mengalami gangguan. Dari sekadar bengkak dan gatal, penglihatannya perlahan mengabur hingga akhirnya hilang total pada 1997.

Meski demikian, kehilangan penglihatan tidak pernah menghentikan langkah pengabdiannya.

“Tidak. Sama sekali tidak. Saya pasrah saja. Mungkin sudah takdir,” ujarnya saat ditanya apakah pernah marah karena kehilangan penglihatan.

Setiap hari, ia tetap berjalan sendiri menuju masjid tanpa tongkat. Rumahnya hanya berjarak beberapa rumah dari masjid, dan ia menghafal jalan dengan meraba pagar sepanjang lorong.

Dalam keterbatasan, Baso Tang justru semakin dekat dengan Alquran. Ia menghafal juz amma dan sejumlah surah dengan mendengarkan kaset murattal dari tape recorder tua, mengulang ayat demi ayat hingga melekat di ingatan.

Kini, hafalannya membuat banyak jemaah kagum. Bahkan selama di Makkah, ia kembali dipercaya menjadi imam salat bagi rombongan jemaah Sinjai di hotel tempatnya menginap.

Di kampung halaman, Baso Tang hidup sederhana dari warung kecil yang menjual gas elpiji, bensin eceran, beras, dan kebutuhan harian warga. Honor sebagai imam masjid hanya sekitar Rp200 ribu per bulan. Biaya hajinya ia kumpulkan perlahan melalui hasil berdagang dan arisan selama enam tahun.

Kini, lelaki sederhana dari pulau kecil di Sinjai itu mungkin tak lagi mampu melihat dunia dengan matanya. Namun dunia justru sedang memandangnya dengan penuh hormat. Di tengah zaman yang sering mengukur kehormatan dari popularitas dan materi, kisah Baso Tang menjadi pengingat bahwa ketulusan pengabdian masih memiliki tempat paling mulia di hati umat Islam.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 297
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia resmi mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan platform Nusuk) milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi). Integrasi ini bertujuan mempermudah pengurusan visa serta meningkatkan akurasi dan keamanan data jemaah haji Indonesia. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji Republik Indonesia), Farosa, mengatakan integrasi tersebut memungkinkan data jemaah haji Indonesia […]

    Bagikan Berita:
  • masjidilharam, kabah, haji khusus,

    Jadwal Batas Akhir Kedatangan dan Kepulangan Umrah 2026, dan Alasan Harus Ditutup saat Haji

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 478
    • 0Komentar

    HAMRANEWS -Arab Saudi telah mengumumkan tanggal penutupan Umrah 2026. Setiap tahun menjelang pelaksanaan ibadah haji, Arab Saudi menutup sementara layanan umrah demi memberikan kenyamanan dan kelancaran penyelenggaraan haji. Penutupan ini bukan sekadar jeda, melainkan masa persiapan untuk pelaksanaan haji berskala besar. Oleh karena itu, jemaah disarankan untuk memesan paket Umrah lebih awal, sebelum proses visa […]

    Bagikan Berita:
  • Suhu di Tanah Suci 45 Derajat, Awas Telapak Kaki Bisa Melepuh

    Suhu di Tanah Suci 45 Derajat, Awas Telapak Kaki Bisa Melepuh

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 422
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Ada hal yang sering kali luput dari kesadaran jemaah ketika beribadah di area Masjid di Tanah Suci. Yakni, ketika lupa menyimpan sandal, lalu tanpa pikir panjang langsung ‘nyeker’ atau berjalan dengan kaki telanjang. Padahal, Makkah tidak seperti di kampung halaman di Sulawesi Selatan. Cuacanya jauh lebih panas, mencapai hingga 45 derajat celsius. Lantai-lantai […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Tazkiyah Tour Menuju Maktab Arafah

    Jemaah Haji Tazkiyah Tour Menuju Maktab Arafah

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 554
    • 0Komentar

    ARAFAH — Para jemaah haji khusus Tazkiyah Tour bergerak ke maktab di Arafah, Rabu, 4 Juni 2025, untuk persiapan wukuf. Dari hotel transit, para jemaah menumpangi empat bus menuju tenda peristirahatan di Arafah. Tenda yang nyaman dengan sofa, tempat tidur, dapur hingga toilet yang terstandarisasi. Tim pembimbing Tazkiyah Tour, Muhammad Amin Sahib menuturkan, para jemaah sudah […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Pembenahan Struktur Kementerian Haji Umrah Bikin Penyelenggaraan Haji 2026 Tersendat

    Pembenahan Struktur Kementerian Haji Umrah Bikin Penyelenggaraan Haji 2026 Tersendat

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 541
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Setelah resmi berdirinya Kementerian Haji dan Umrah, para pejabat dan pegawai di lembaga negara tersebut kini harus berbenah. Pejabat-pejabat yang mengisi berbagai posisi harus dibereskan dahulu. Itu membuat penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sedikit tersendat. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan, untuk posisi Kepala Kementerian Haji dan Umrah di […]

    Bagikan Berita:
expand_less