Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Modus Lunas-Tunda-Ganti Jadi Celah Kecurangan Antrean Haji, Terungkap dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Modus Lunas-Tunda-Ganti Jadi Celah Kecurangan Antrean Haji, Terungkap dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 73
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Praktik permainan antrean jemaah haji khusus diduga dengan modus ‘lunas-tunda-ganti’ terungkap dalam rangkaian persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji. Sidang itu mengungkap adanya pembayaran uang untuk mempercepat keberangkatan jemaah.

Dalam persidangan, saksi Ridwan memaparkan pengumpulan pembayaran T-NOL (nomor porsi) Haji Khusus 2023 yang berasal dari tiga perusahaan travel dengan total 181 jemaah.

Ketiga travel tersebut yakni PT Al Mukhtar Tour & Travel sebanyak 102 jemaah, PT Tisaga Multazam Utama 59 jemaah, dan PT Risma Saibulul Haram sebanyak 20 jemaah.

Dari 181 jemaah itu, Ridwan menerangkan adanya pembayaran sebesar USD5.000 per jemaah yang disebut sebagai ‘fee percepatan’.

Jika dikalikan 181 jemaah, total uang yang terkumpul mencapai USD905.000.

Ridwan mengaku uang tersebut sempat berada dalam penguasaannya. Namun, uang itu tidak langsung dibagikan karena dirinya masih menunggu arahan dari Rizki Fisa Abadi setelah pelaksanaan haji 2023.

Dalam persidangan, jaksa kemudian merinci pembagian uang tersebut. Masing-masing USD181.000 disebut menjadi bagian Rizki Fisa Abadi, Abdul Muhyi, dan Ridwan.

Sementara sebagian lainnya disebut memiliki ‘plotting’ atau peruntukan tertentu berdasarkan arahan Rizki Fisa Abadi.

Ketika jaksa menanyakan apakah US$271.500 yang disebut-sebut mengalir kepada Yaqut Cholil Qoumas sudah ‘clear’, Ridwan membantahnya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat Pak, ada BAP selanjutnya. Jadi, enggak clear,” kata Ridwan dalam persidangan.

Ridwan juga menyebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) berikutnya tertanggal 23 Januari 2026, nama Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak disebut.

Tunda Ganti Jadi Celah Permainan Antrean

Keterangan mengenai pembayaran untuk percepatan keberangkatan tersebut menjadi relevan dengan praktik ‘lunas tunda ganti’ yang sebelumnya disebut menjadi salah satu celah permainan antrean haji khusus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dalam rapat kerja atau RDP Komisi VIII DPR RI menyebut praktik tersebut selama ini menjadi tempat permainan travel penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

“Terkait lunas tunda ganti, sekarang lunas tunda ganti itu enggak ada lagi. Karena selama ini lunas tunda ganti itu tempat permainan travel-travel PIHK,” ujar Dahnil.

Menurut Dahnil, mekanisme tersebut memungkinkan jemaah yang seharusnya belum mendapatkan giliran keberangkatan dapat masuk menggantikan jemaah lain yang menunda keberangkatannya.

Dengan pola itu, antrean yang seharusnya berjalan berdasarkan urutan dapat berubah. Jemaah yang belum waktunya berangkat bisa mendapatkan kesempatan lebih cepat melalui mekanisme penggantian.

Dahnil menegaskan, pemerintah kini menghapus praktik tersebut. Jika jemaah tidak dapat berangkat pada gilirannya, maka keberangkatannya ditunda dan mengikuti antrean berikutnya.

“Kalau tahun ini dia enggak bisa berangkat, tunda, berarti antrean berikutnya. Jadi lunas tunda ganti itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan praktik tersebut tidak dibenarkan. Bahkan, jika masih dilakukan, dapat masuk kategori pelanggaran hukum.

Antrean Harus Sesuai Urutan

Penghapusan lunas tunda ganti dimaksudkan untuk menutup celah yang memungkinkan terjadinya manipulasi antrean. Sistem keberangkatan haji khusus harus mengikuti urutan antrean, bukan berdasarkan kemampuan membayar tambahan atau hubungan dengan pihak tertentu.

Dalam konteks perkara yang sedang disidangkan, keterangan mengenai uang US$5.000 per jemaah untuk percepatan menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana praktik mempercepat keberangkatan dapat terjadi.

Namun, keterangan saksi mengenai aliran uang tersebut tetap merupakan bagian dari fakta persidangan dan harus dinilai bersama alat bukti serta keterangan saksi lainnya.

Pemerintah kini menegaskan prinsip bahwa jemaah yang telah mendapatkan nomor antrean harus memperoleh hak keberangkatan sesuai urutannya. Tidak boleh ada jemaah yang melewati antrean hanya karena memperoleh fasilitas tertentu atau membayar biaya tambahan.

Dengan demikian, penghapusan mekanisme *tunda ganti* bukan sekadar perubahan administratif. Kebijakan tersebut menjadi upaya menutup celah permainan antrean yang berpotensi merugikan jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan giliran berangkat ke Tanah Suci.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Maut di Madinah, 45 Jemaah Umrah dari India Meninggal karena Kebakaran Bus

    Tragedi Maut di Madinah, 45 Jemaah Umrah dari India Meninggal karena Kebakaran Bus

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 479
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ibadah umrah di Tanah Suci berujung maut. Sedikitnya 45 orang jemaah umrah asal India, mengalami tragedi kecelakaan bus yang berujung kendaraan yang mereka tumpangi terbakar, Senin 17 November 2025. Bus tersebut terbakar dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah, setelah menabrak sebuah truk tangki diesel. Merespons kejadian tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan […]

    Bagikan Berita:
  • Potensi Penipuan yang Bisa Terjadi Ketika Berangkat Umrah secara Mandiri

    Potensi Penipuan yang Bisa Terjadi Ketika Berangkat Umrah secara Mandiri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 464
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah kini membolehkan masyarakat Indonesia berangkat umrah melalui jalur mandiri, atau mengurus sendiri keberangkatan, pemesanan hotel, dan berbagai urusan lainnya tanpa melalui travel. Namun, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Re­publik Indonesia (Amphuri) menyoroti dampak negatif dari aturan Umrah Mandiri yang kini diatur secara legal di Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah Kini Wajib Booking via Nusuk untuk Setiap Kunjungan ke Makkah-Madinah

    Jemaah Umrah Kini Wajib Booking via Nusuk untuk Setiap Kunjungan ke Makkah-Madinah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 113
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Jemaah yang menggunakan visa umrah multiple-entry kini tidak cukup hanya mengandalkan visa yang masih berlaku untuk kembali ke Arab Saudi. Setiap kunjungan tetap harus disertai pemesanan paket layanan umrah melalui platform Nusuk dan izin umrah sebelum keberangkatan. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan, pemegang visa multiple-entry wajib membeli paket layanan dari penyedia […]

    Bagikan Berita:
  • Haji 2027, Nakes yang Loloskan Jemaah Tidak Sehat Terancam Dicabut Izin Praktik

    Haji 2027, Nakes yang Loloskan Jemaah Tidak Sehat Terancam Dicabut Izin Praktik

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 24
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersiap memperketat pengawasan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2027. Tenaga kesehatan (nakes) yang terbukti meloloskan calon jemaah yang tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan terancam sanksi tegas, termasuk pencabutan izin praktik. Langkah ini diambil menyusul temuan Kemenhaj pada penyelenggaraan haji 2026, ketika sejumlah oknum tenaga […]

    Bagikan Berita:
  • Kisah Haru Pemuda Jeneponto, Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sekaligus Badalkan Umrah Ibu yang Menyusul Sang Ayah

    Kisah Haru Pemuda Jeneponto, Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sekaligus Badalkan Umrah Ibu yang Menyusul Sang Ayah

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 561
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Muhammad Eko Setia Budi, seorang anak muda 24 tahun asal Jeneponto mendapat pengalaman yang mulia namun diliputi kesedihan, saat mendapat kesempatan melaksanakan haji 2025 bersama kloter 40 UPG. Petugas Haji Daerah Kloter 40 Upg, H. Alfian, mengisahkan Eko Setia Budi yang berangkat Menunaikan Ibadah Haji karena menggantikan bapaknya yang meninggal pada tahun 2019. […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 207
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina, selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Tim khusus ini disiapkan untuk membantu evakuasi jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, tersesat, hingga kondisi darurat saat prosesi lontar jumrah berlangsung. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan keberadaan MCR menjadi bagian penting dari […]

    Bagikan Berita:
expand_less