Cuaca Madinah Pekan Ini Capai 44 Derajat Celsius, Jemaah Haji Diminta Perbanyak Cairan dan Hindari Aktivitas Siang Hari
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1

Area luar masjid Nabawi.(vecteezy)
HAMRANEWS.ID – Jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang diperkirakan berlangsung sepanjang pekan ini.
Cuaca sebelumnya diperkirakan mencapai hingga 50 derajat Celsius di sejumlah wilayah Arab Saudi. Per hari ini, dan beberapa hari ke depan, suhu di Kota Madinah tetap tergolong ekstrem dengan temperatur siang hari mencapai 42 hingga 44 derajat Celsius.
Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, suhu maksimum di Madinah pada Rabu (24/6/2026) mencapai 44 derajat Celsius dengan suhu minimum sekitar 30 derajat Celsius.
Sementara pada Kamis hingga Selasa pekan depan, suhu tertinggi diperkirakan berkisar antara 42 hingga 43 derajat Celsius dan suhu terendah antara 28 hingga 29 derajat Celsius.
Selain suhu yang sangat panas, tingkat kelembapan udara di Madinah juga sangat rendah, hanya sekitar 4 hingga 10 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih kering dan berpotensi mempercepat dehidrasi, terutama bagi jemaah yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Cuaca cerah diperkirakan mendominasi sepanjang pekan tanpa gangguan hujan. Karena itu, jemaah yang masih menjalani rangkaian ibadah maupun menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air diimbau untuk membatasi aktivitas pada jam-jam terpanas, khususnya antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Petugas kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh dengan minum air putih secara rutin meski tidak merasa haus. Penggunaan payung, topi, masker, serta pakaian yang longgar dan menyerap keringat juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan panas langsung.
Salah satu risiko kesehatan yang perlu diwaspadai adalah heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini dapat ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi, kulit kemerahan dan kering, denyut nadi cepat, pusing, lemas, hingga muntah.
Apabila gejala tersebut muncul, penderita harus segera dipindahkan ke tempat yang sejuk atau berpendingin udara, diberikan kompres dingin, dan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.
Dengan suhu yang masih berada di atas 40 derajat Celsius hampir setiap hari, jemaah diharapkan tetap menjaga kondisi fisik, mengatur waktu istirahat dengan baik, serta tidak memaksakan aktivitas berat di bawah terik matahari Madinah.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



