Isra Miraj 1447 H, Indonesia Tegaskan Komitmen untuk Dukungan untuk Palestina
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 36

Dahnil Anzar Simanjuntak
HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel malam pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam 16 Januari 2026.
Momentum pembekalan yang diikuti lebih dari 1.600 calon petugas haji itu bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yang menurut Dahnil memiliki relevansi kuat dengan tugas petugas haji serta dinamika geopolitik global saat ini.
Di tengah rangkaian pelatihan fisik yang intensif, Dahnil mengajak para peserta untuk tidak sekadar memaknai Isra Miraj sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai pedoman dalam menyeimbangkan ketaatan spiritual dan tanggung jawab sosial.
Ia menjelaskan, dimensi horizontal dari peristiwa Isra—yang disimbolkan dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem—mengandung pesan solidaritas yang sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
“Simbol horizontal ini menggambarkan perubahan dan perjuangan. Al-Aqsa menjadi simbol penderitaan yang masih dialami saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Dahnil di hadapan para calon petugas haji.
Kepada para calon pelayan jemaah Indonesia, Dahnil menegaskan bahwa pembekalan ini juga menjadi pernyataan moral Indonesia dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, ibadah haji dan seluruh proses persiapannya tidak boleh dilepaskan dari kepedulian terhadap keadilan sosial dan isu-isu kemanusiaan yang menimpa umat Muslim di berbagai belahan dunia.
“Ini mencerminkan komitmen luar biasa pemerintah Indonesia untuk terus mengambil peran aktif dalam mendukung perdamaian di Palestina,” tegasnya.
Sementara itu, pada dimensi vertikal Miraj, Dahnil menekankan pentingnya salat dan penguatan spiritual. Ia mengingatkan para petugas agar memperkokoh hubungan dengan Allah SWT sebelum bertugas mendampingi jemaah di Tanah Suci.
Salat, lanjutnya, merupakan inti keimanan sekaligus sumber energi spiritual, terutama saat petugas menghadapi kelelahan dalam melayani jemaah lansia di tengah padatnya rangkaian ibadah haji.
“Malam ini bukan sekadar apel penutupan. Ini adalah momen refleksi. Petugas haji harus bertanya pada diri sendiri, mengapa kita berkumpul di sini dan tanggung jawab apa yang kita emban,” kata Dahnil.
Terkait isu Palestina, Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina sejak era Presiden pertama RI, Soekarno. Sikap tersebut hingga kini tetap menjadi prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
Pada tahun 1962, Soekarno pernah menegaskan sikap tegas Indonesia terhadap penjajahan Palestina.
“Selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka Indonesia akan tetap menentang pendudukan Israel,” ujar Soekarno kala itu.
Pernyataan tersebut hingga kini menjadi landasan moral dan politik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



